Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Selama 7 Bulan, 241 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Terjadi di Tangsel

Muhtamimah • Senin, 4 Agustus 2025 | 16:52 WIB
Ilustrasi kekerasan anak perempuan. (Dok. Jawa Pos)
Ilustrasi kekerasan anak perempuan. (Dok. Jawa Pos)

JawaPos.com - Dalam kurun tujuh bulan sepanjang tahun 2025, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat 241 kasus kekerasan menimpa anak dan perempuan. Data tersebut diungkapkan oleh Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangsel Tri Purwanto, kemarin (1/8).

Tri menyampaikan, dari total kasus yang tercatat sejak Januari hingga Juli 2025, kekerasan terhadap anak perempuan paling mendominasi dengan 101 kasus. Sementara itu, kasus kekerasan pada perempuan dewasa mencapai 84 kasus dan anak laki-laki sebanyak 56 kasus.

Baca Juga: Kasus TBC di Tangsel Terus Meningkat, Angka Penderita Tembus 3 Ribu Kasus

"Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap perempuan dewasa paling banyak, yakni 41 kasus. Disusul pencabulan terhadap anak perempuan sebanyak 37 kasus, persetubuhan terhadap anak perempuan 24 kasus, serta kekerasan fisik terhadap anak laki-laki yang tercatat 18 kasus," ungkap Tri.

Data bulanan menunjukkan tren fluktuatif. Januari tercatat 30 kasus, Februari 33 kasus, Maret turun menjadi 18 kasus. Namun, pada April, meningkat menjadi 39 kasus. Mei tercatat 28 kasus.

Di bulan Juni, terjadi lonjakan hingga 47 kasus dan Juli ada 46 kasus. Sebaran kasus terjadi di seluruh wilayah kecamatan di Tangsel.

Pamulang tercatat tertinggi dengan 39 kasus, disusul Ciputat 35 kasus, Pondok Aren 33 kasus, Serpong 29 kasus, Setu 17 kasus, Serpong Utara 15 kasus, dan Ciputat Timur 11 kasus. Selain itu, ada 62 kasus yang dialami oleh korban dari luar Tangsel namun kejadian terjadi di wilayah Tangsel.

"Kasus luar Tangsel ini melibatkan korban bukan warga Tangsel yang mengalami kekerasan di wilayah kami," tambah Tri.

Baca Juga: Angka Kemiskinan Tangsel 2,4 Persen, Wali Kota Benyamin Davnie Dorong Bantuan Modal dan Usaha

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menambahkan, dalam rangka menekan perkembangan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang semakin meningkat, pihaknya melakukan inovasi dengan membuat program sahabat WA (Waspada dan Aksi Lindungi Perempuan dan Anak). Sosialisasi tersebut akan disebarluaskan melalui grup WhatsApp sekolah maupun madrasah.

"Kami berharap, materi tersebut dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan untuk bapak, ibu, anak-anak agar mampu menghindari dan melindungi dirinya dari tindak-tindak kekerasan. Bersama kita cegah kekerasan terhadap perempuan dan anak di kota Tangerang Selatan," imbuh Benyamin. 

Editor : Hendra
#tangsel #kasus kekerasan anak #Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) #kasus kekerasan perempuan