JawaPos.com - Pemkot Tangerang Selatan akan menambah jumlah kuota penerima insentif guru ngaji menjadi lima ribu orang. Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan usai Kegiatan Penguatan Lembaga Guru Ngaji Tahun 2024 di Islamic Center, Serpong, Tangsel (5/12).
"Uang insentifnya sekarang itu Rp 750 ribu, itu setiap tiga bulan, jadi per bulan itu Rp 250 ribu. Targetnya, total penerima di periode ini mencapai 5 ribu-an orang," ungkap Pilar.
Pilar menyampikan, saat ini pihaknya belum ada rencana menambah nominal insentif untuk guru ngaji. Yang menjadi fokus Pemkot Tangsel saat ini adalah seluruh guru ngaji di wilayahnya dapat tersentuh.
"Jika APBD memungkinkan, ada harapan besar untuk meningkatkan besaran bantuan," ucap Pilar.
Pilar mengatakan, bantuan tersebut merupakan apresiasi dari Pemkot Tangsel kepada guru ngaji yang sudah ikut berjasa mencerdaskan warga Tangsel. Hal itu sesuai dengan moto Kota Tangsel yakni Cerdas, Modern, dan Religius.
"Saya sering mendengar langsung dari mereka bahwa Rp750 ribu per tiga bulan ini sangat membantu mereka. Misalnya, bisa digunakan untuk membeli bensin tanpa harus meminta anak-anak mereka yang belajar mengaji," kata Pilar.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Tangsel Rizqiyah menyampaikan, saat ini jumlah guru ngaji di Kota Tangsel tercatat ada sekitar 3.500 yang terdaftar. Keberadaan guru ngaji telah berjasa dalam menjaga generasi muda di Tangsel untuk tetap memegang nilai keagamaan.
"Kami berkomitmen meningkatkan kualitas guru ngaji, tidak hanya melalui insentif. Tapi juga pelatihan dan pembinaan yang intensif," tutupnya.
Editor : Hendra