Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Bentuk Unit Khusus untuk Mengedepankan Kesehatan Mental Mahasiswa

Chika Faiza Fasha • Rabu, 2 Oktober 2024 | 17:05 WIB

Seminar “Memahami Mahasiswa Berkebutuhan Khusus” sekaligus peresmian unit layanan pendukung di UPJ(Dok. UPJ)
Seminar “Memahami Mahasiswa Berkebutuhan Khusus” sekaligus peresmian unit layanan pendukung di UPJ(Dok. UPJ)

JawaPos.com – Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Tangsel membentuk unit layanan pendukung yang meliputi Unit Layanan Disabilitas, Unit Layanan Kesehatan, dan Unit Layanan Konseling untuk mahasiswanya.

Peresmian ini dilaksanakan dalam seminar yang bertajuk “Memahami Mahasiswa Berkebutuhan Khusus” di Bintaro, Tangerang Selatan.

Pembentukan unit ini merupakan upaya UPJ dalam mempertahankan komitmennya terhadap inklusivitas pendidikan. Unit ini dibentuk dengan tujuan mengedukasi mahasiswa tentang kesehatan mental.

Baca Juga: Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Jalin Kolaborasi Dengan Monash University, Kembangkan Penelitian Antar Dua Negara

Seminar ini merupakan kerja sama antara Unit Layanan Konseling dan Disabilitas, Badan Kemahasiswaan dan Alumni (BKAL) UPJ, dan Personal Growth, organisasi yang berorientasi pada kesehatan mental dan pengembangan diri. Seminar ini juga searah dengan amanat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang menggalakkan adanya penyediaan layanan khusus bagi mahasiswa penyandang disabilitas oleh semua perguruan tinggi.

Yudi Samyudia selaku Rektor UPJ meresmikan unit layanan baru melalui simbolis pemotongan pita. Yudi menekankan perguruan tinggi memiliki peranan yang penting dalam menyiapkan generasi muda di pesatnya kemajuan teknologi.

“Peran kita adalah melayani mahasiswa sebagai subjek. Dengan memperkuat layanan, kita berharap dapat mengatasi tantangan pendidikan dan psikologis yang dihadapi mahasiswa saat ini,” ujar Yudi.

Acara tersebut menghadirkan dua pembicara: Ellyana Dwi Farisandy dan Mutiara Maharani. Ellyana membahas pentingnya pemahaman soal kondisi kesehatan mental, khususnya bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Dalam pemaparannya ia menjelaskan empat ciri utama psikologis (abnormalitas 4D), yakni deviasi, distres, disfungsi, dan bahaya.

Baca Juga: Dies Natalis ke-13 dan Wisuda ke-10 UPJ: Tumbuh Gemilang di Era Teknologi

Sementara Mutiara menyoroti tentang peran dosen dalam mendukung mahasiswa yang mengalami masalah kesehatan mental. Ia memberikan pelatihan dasar pertolongan kesehatan mental, seperti observasi, empati, dan dukungan bagi mahasiswa dalam situasi krisis.

Seminar diakhiri dengan kutipan: "We can’t help everyone, but everyone can help someone,", yang menyadarkan peserta bahwa setiap orang bisa membantu menciptakan lingkungan hidup yang sehat.

UPJ berharap unit layanan pendukung ini bisa menjadi pelopor dalam menyediakan layanan inklusif lainnya. Hal tersebut didasari dengan visi UPJ yang ingin menciptakan lingkungan Pendidikan yang ramah dan terbuka bagi semua siswa

 
Editor : Hendra
#Universitas Pembangunan Jaya #tangerang selatan #UPJ #tangsel