Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Perbedaan Asimilasi dan Akulturasi Budaya, Simak Penjelasan dan Contohnya Di Sini

Salma Faiza Pratomoputri • Kamis, 26 September 2024 | 08:15 WIB

Ilustrasi Wayang; Hasil Akulturasi di Indonesia (Dok. Freepik.com @pikisuperstar)
Ilustrasi Wayang; Hasil Akulturasi di Indonesia (Dok. Freepik.com @pikisuperstar)

JawaPos.com - Istilah Asimilasi dan Akulturasi kerap terasa asing di telinga masyarakat. Dua istilah ini mempunyai perbedaan yang sangat tipis sehingga banyak orang masih merasa kebingungan membedakannya. 

Secara singkat, Asimilasi berarti meleburnya dua kebudayaan menjadi satu budaya baru, sedangkan Akulturasi merupakan pencampuran antara dua budaya, tetapi tidak menghasilkan budaya baru. 

Keduanya mengakibatkan perubahan sosial bagi masyarakat dan proses penerimaannya berbeda-beda di setiap komunitas. Lantas, apa pengertian Asimilasi dan Akulturasi secara lengkap? Simak beberapa penjelasan berikut ini. 

Asimilasi 

Kata Asimilasi berasal dari bahasa Inggris yang berarti “Assimilation” kemudian diserap ke bahasa Indonesia menjadi Asimilasi. Secara istilah, Asimilasi berarti membaurnya dua budaya atau lebih yang berlainan menjadi suatu budaya baru dengan menghilangkan unsur kebudayaan yang sebelumnya. 

Hal tersebut berarti Asimilasi adalah proses bercampurnya budaya baru dengan budaya asli, lantas melahirkan budaya yang benar-benar baru dan memusnahkan ciri khas budaya baru maupun budaya lama. 

Baca Juga: Mari Mengenal Perbedaan Anemia dan Leukemia Serta Simak Juga Penjelasannya

Akulturasi 

Pengertian Akulturasi adalah proses bercampurnya dua kebudayaan atau lebih yang berbeda, tanpa adanya perubahan pada unsur kedua budaya tersebut. Keduanya masih saling mempengaruhi satu sama lain dan masih saling berinteraksi. 

Tidak menutup kemungkinan, pada awalnya masyarakat menolak pengaruh kebudayaan baru terhadap budaya asli karena adanya perbedaan dalam latar belakang budaya. Akan tetapi, seiring era perkembangan globalisasi, masyarakat menjadi lebih dinamis dan terbuka untuk menerima budaya baru yang masuk sehingga bercampur dengan budaya asli. Pencampuran tersebut tidak menghilangkan ciri khas kebudayaan asli, begitu juga pada budaya baru yang memasukinya. 

Keduanya mempunyai perbedaan di hasil akhir ketika kedua budaya sudah bercampur. Asimilasi melahirkan budaya baru, sedangkan Akulturasi tidak melahirkan budaya baru. Tanpa kita sadari, keduanya berguna sekali untuk menambah kekayaan budaya di Indonesia serta masyarakat secara luas. 

Contoh Asimilasi di Indonesia 

  1. Baju Adat Betawi di Indonesia 

Ternyata pakaian Betawi yang kita kenal bukanlah kebudayaan Betawi asli, melainkan percampuran antara kebudayaan Tiongkok, Arab, dan Melayu sehingga menghasilkan budaya baru berupa pakaian Betawi. 

  1. Penggunaan Baju Koko 

Pada awalnya, umat muslim di Indonesia tidak mengenal pemakaian baju muslim untuk laki-laki. Hanya perempuan yang menggunakan baju muslimah yang menutupi aurat. Namun, seiring datangnya budaya dari China yang menampilkan laki-laki memakai baju yang menyerupai koko membuat terjadinya Asimilasi di Indonesia. Akhirnya, pakaian yang dipakai oleh orang-orang China tersebut melahirkan kebudayaan baru, yaitu adanya baju koko yang digunakan setiap beribadah pemeluk agama Islam. 

Contoh Akulturasi di Indonesia 

  1. Candi Borobudur 

Borobudur merupakan salah satu wujud dari hasil proses Asimilasi yang ada di Indonesia, yaitu percampuran antara kebudayaan umat Budha dengan budaya penduduk Magelang pada saat candi tersebut dibangun. Sampai saat ini, candi Borobudur masih dipergunakan sebagai tempat beribadah pemeluk agama Budha dan reliefnya yang menggambarkan aktivitas masyarakat Magelang pada saat itu.

  1. Wayang 

Kesenian wayang adalah pencampuran antara kedua budaya yang berbeda, yakni kebudayaan Indonesia dan India. Lantas, melahirkan wayang Indonesia yang sampai sekarang kita kenal. Beberapa tokoh wayah yang terlahir adalah Cepot, Petruk, Semar, dan lain sebagainya. 

Baca Juga: Dari Soekarno Sampai Prabowo, Inilah Daftar Nama Presiden Indonesia Dan Wakilnya

Sumber: Edumaster

Editor : Hendra
#akulturasi #budaya #asimilasi