Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Keluarga Korban KM Mutiara Sentosa 2 Menanti dengan Cemas di Tanjung Perak

Tatang Mahardika • Senin, 3 Agustus 2026 | 12:28 WIB
Keluarga korban KM Mutiara Sentosa 2 menanti kabar di Pelabuhan Tanjung Perak. Sebagian korban sempat menghubungi keluarga sebelum kapal terbakar. (Dok. Jawa Pos Koran)
Keluarga korban KM Mutiara Sentosa 2 menanti kabar di Pelabuhan Tanjung Perak. Sebagian korban sempat menghubungi keluarga sebelum kapal terbakar. (Dok. Jawa Pos Koran)

JawaPos.com – Orang-orang dari berbagai daerah mendatangi Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, untuk mencari kepastian kabar keluarga maupun kolega yang berada di KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Minggu (2/8). Ada yang terus mencoba menghubungi dua saudara kandungnya meski tak kunjung tersambung. Ada pula yang datang setelah menerima telepon dari keluarga yang histeris usai melihat potongan video musibah tersebut.

Mereka duduk terpencar di ruang tunggu Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak. Masing-masing membawa kecemasan sambil menanti kabar saudara, sahabat, atau rekan kerja yang berada di atas kapal.

Fauzi menjadi salah satunya. Sejak siang kemarin, dia berusaha mencari kabar adiknya, Rizmanto alias Rinto. Driver truk asal Sumenep itu diketahui berada di atas kapal untuk mengawal armada truk ekspedisi pengangkut barang menuju Makassar.

"Kami tidak berani berandai-andai. Adik saya kemungkinan tertidur di dalam truknya dan kami masih menunggu kepastian resmi dari petugas," ujar Fauzi saat ditemui Jawa Pos di ruang tunggu Pelabuhan Tanjung Perak, kemarin (2/8).

Komunikasi terakhir Rinto dengan istrinya terjadi seusai salat Isya pada Sabtu (1/8). Rinto juga sempat memperbarui status di media sosial pada pukul 19.36 WIB sebelum kapal bertolak.

Kepanikan keluarga muncul setelah ponsel Rinto mendadak tidak aktif ketika kabar kebakaran kapal mulai menyebar pada Minggu pagi.

Di sudut lain ruang tunggu, Arfian hanya bisa mendoakan lima rekannya sesama sopir truk yang ikut berlayar menuju Makassar.

"Saya juga terus membuka komunikasi dengan rekan sesama driver yang kebetulan berlayar menuju tempat berbeda," kata warga Surabaya tersebut.

Layar telepon seluler nyaris tak pernah lepas dari genggaman keluarga korban yang memadati posko informasi di Pelabuhan Tanjung Perak. Candra Eko, warga Sidoarjo, berkali-kali mencoba menghubungi kedua adiknya, Aris dan Antok. Keduanya bekerja sebagai driver dan co-driver truk ekspedisi pengangkut paket tujuan Makassar.

Baca Juga: KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, 5 Orang Meninggal

"Saya ingin sekali langsung menjemput adik saya, tapi sampai sekarang ponselnya belum bisa dikontak sama sekali sejak kapal dikabarkan terbakar," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Tante Menangis usai Melihat Video

Ria Daeng Ngajo, warga Putat Gede, Surabaya, juga datang ke pelabuhan untuk mencari informasi mengenai pamannya, Taufik, yang bekerja sebagai co-driver truk.

Ria menceritakan, keluarga di Makassar panik setelah melihat potongan video kebakaran kapal yang beredar di grup percakapan para sopir.

"Tante saya di Makassar telepon sambil menangis, minta tolong dipastikan keberadaan suaminya di Tanjung Perak setelah melihat rekaman video dari lokasi," ujarnya.

Meski hingga kemarin sore tercatat lima korban meninggal dunia, Ria tetap berharap pamannya termasuk di antara korban yang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

"Semua keluarga korban yang di sini saling menguatkan," katanya.

Editor : Hendra
Sumber : Jawa Pos Koran
KM Mutiara Sentosa 2 Sumenep Pelabuhan Tanjung Perak Terminal Gapura Surya Nusantara surabaya