JawaPos.com– Di tengah tekanan ekonomi global dan gejolak pasar keuangan yang masih berlangsung, tingkat optimisme masyarakat Indonesia mulai melandai.
Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Mei 2026 berada di level 120,9. Angka tersebut lebih rendah dibanding bulan sebelumnya, 129,6.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, keyakinan masyarakat Mei 2026 ditopang oleh ekspektasi terhadap prospek ekonomi yang dinilai masih positif.
”Optimisme tersebut terutama tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang meningkat menjadi 129,7 dari posisi 129,6 pada April 2026. Sebaliknya, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) turun menjadi 112,2 dari sebelumnya 116,5, meski masih berada di zona optimistis,” paparnya kemarin (10/6).
Kenaikan IEK terutama didorong membaiknya persepsi masyarakat terhadap peluang kerja dan kegiatan usaha. Indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja naik menjadi 128,1 dari 127,7 pada bulan sebelumnya. Sementara indeks ekspektasi kegiatan usaha meningkat menjadi 124,5 dari 124,1. Di sisi lain, ekspektasi penghasilan dalam enam bulan mendatang sedikit menurun menjadi 136,5 dari sebelumnya 136,9.
Secara regional, peningkatan optimisme konsumen paling besar tercatat di Bandung, Manado, dan Bandar Lampung. Sebaliknya, penurunan keyakinan terjadi di Pontianak, Mataram, dan Banjarmasin.
”Berdasarkan kelompok pengeluaran, optimisme tertinggi berasal dari masyarakat dengan pengeluaran di atas Rp5 juta per bulan. Kelompok ini mencatat indeks ekspektasi penghasilan sebesar 138,2,” imbuhnya.
Sementara dari sisi usia, optimisme terhadap prospek penghasilan paling tinggi terlihat pada kelompok usia produktif. Kelompok usia 20-30 tahun mencatat indeks 142,6, diikuti usia 31-40 tahun sebesar 140,4 dan kelompok usia 41-50 tahun sebesar 135,9.
Editor : Hendra