JawaPos.com – Tren investasi logam mulia kian bersinar. Skema cicil emas makin diminati masyarakat. Hingga Maret 2026, jumlah nasabah cicil emas PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) tembus 565 ribu orang, melonjak 54,67 persen secara tahunan (YoY).
Kenaikan juga terjadi pada layanan bullion. Jumlah nasabahnya mendekati 1 juta atau melesat hingga 658 persen YoY. Angka tersebut menunjukkan investasi emas berbasis syariah semakin menjadi pilihan alternatif di tengah ketidakpastian ekonomi.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, bisnis emas perseroan tumbuh pesat, baik dari produk cicil, gadai, maupun layanan bullion. Seiring lonjakan permintaan, BSI memperkuat pasokan melalui kerja sama strategis dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
“Sinergi dengan Antam menjadi fondasi utama karena sebagian besar emas yang kami distribusikan merupakan produksi Antam,” ujarnya kemarin (14/4).
Sepanjang 2025, BSI menyerap lebih dari 60 persen penjualan emas Antam pada kategori pihak berelasi. Secara keseluruhan, kontribusi BSI mencapai sekitar 11 persen dari total penjualan emas Antam.
Di sisi lain, Direktur Komersial Antam Handi Sutanto menyebut sinergi ini akan memperkuat rantai pasok emas nasional sekaligus memperluas akses investasi bagi masyarakat.
Sepanjang 2025, Antam mencatat produksi emas sekitar 743 kilogram dengan volume penjualan lebih dari 37 ton.
“Ini mencerminkan tingginya permintaan domestik sekaligus peran strategis dalam memenuhi kebutuhan emas nasional,” ujarnya.
Editor : Hendra