JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mempercepat penguatan pendidikan keagamaan melalui pembangunan dan penyerahan fasilitas madrasah. Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Romo Muhammad Syafi’i, saat menghadiri serah terima sekaligus peresmian Gedung Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pancoran Mas, Senin (21/1).
Romo Muhammad Syafi’i menyebut gedung MTs Pancoran Mas tersebut merupakan hibah murni dari Wali Kota Depok kepada Kementerian Agama. Dia menilai langkah Pemkot Depok sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui jalur pendidikan.
"Hari ini datang ke Kota Depok untuk menyaksikan serah terima dan peresmian gedung Madrasah Tsanawiyah Pancoran Mas yang ini adalah hibah murni dari Bapak Wali Kota Depok," ujarnya.
Dia menegaskan, perhatian kepala daerah terhadap pendidikan merupakan langkah strategis dan visioner dalam menyiapkan masa depan bangsa.
“Sebagai pimpinan di Kementerian Agama, saya memberikan apresiasi pada Pak Wali karena perhatian beliau terhadap pendidikan itu adalah langkah yang sangat terukur kalau kita punya tekad membangun Indonesia,” katanya.
Menurut Romo Syafi’i, pembangunan di daerah mana pun membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, baik dari sisi keagamaan, kebangsaan, maupun pemerintahan. Sekolah, kata dia, menjadi ruang paling tepat untuk membangun ketiganya secara bersamaan.
“Karena pembangunan di wilayah manapun itu tetap membutuhkan SDM unggul yang memiliki kemampuan baik dari soal keagamaan, pemerintahan maupun kebangsaan dan itu tempat yang paling tepat untuk bisa membangun ketiganya itu adalah sekolah,” tuturnya.
Dia juga mengutip pernyataan Presiden Republik Prabowo terkait pentingnya pendidikan sebagai penentu masa depan bangsa.
“Karena kata Presiden kita, kalau kita ingin tahu bagaimana nasib Indonesia ke depan jawabnya adalah bagaimana kita mendidik generasi muda hari ini,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenag turut menyoroti inisiatif Wali Kota Depok dalam menerapkan program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG), termasuk menggandeng madrasah swasta di dalamnya. Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden agar pimpinan daerah berani mengambil langkah progresif tanpa harus menunggu instruksi pusat.
“Ya, sebenarnya apa yang dilakukan oleh Pak Wali itu sama dengan instruksi Presiden, bahwa sebagai pimpinan kita tidak perlu harus menunggu arahan baru mengeksekusi sebuah program yang menurut kita itu baik dan cocok untuk diterapkan,” ujarnya.
Dia menilai program sekolah gratis tersebut lahir dari pemahaman yang utuh terhadap kondisi masyarakat.
“Kalau Pak Wali melakukan sekolah gratis itu, tadi di 14 sekolah ya (MTs), itu kan berarti Pak Wali sudah punya informasi yang valid bahwa memang masih banyak anak-anak di Depok ini yang punya cita-cita besar, yang didukung oleh doa orang tua, tapi masih memiliki kemampuan ekonomi yang terbatas,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Depok Supian Suri memastikan gedung MTs Pancoran Mas yang telah diresmikan kini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kementerian Agama dan siap dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan.
“Ya, ini pokoknya sudah diserahkan tanggung jawab sepenuhnya sekarang di Kementerian Agama,” kata Supian.
Dia juga menambahkan, dukungan tambahan berupa pengadaan mebeler dari program CSR.
“Kita sudah serahkan bangunan, tadi saya tambahkan buat mebeler seharga 250 juta dari CSR Bank BJB, mudah-mudahan menambahkan,” ujarnya.
Selain itu, Supian Suri mengungkapkan bahwa Pemkot Depok juga menyerahkan lahan seluas 5.000 meter persegi untuk pembangunan Madrasah Aliyah Negeri (MAN), serta aset kantor urusan agama (KUA) yang sebelumnya masih tercatat sebagai milik pemerintah daerah.
“Kalau MAN kita serahkan lahannya aja. Itu menjadi tanggung jawabnya Kementerian Agama nanti yang akan bangun. Kita serahkan lahannya 5.000 meter,” jelasnya.
Editor : Hendra