Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Sejarah Epik di Balik 4 Turnamen Grand Slam Tenis yang Jadi Panggung Juara Dunia

Dewi Aspara • Sabtu, 8 Februari 2025 | 11:00 WIB
Ilustrasi lapangan tenis
Ilustrasi lapangan tenis

JawaPos.com - Bagi pecinta tenis, Grand Slam merupakan ajang paling bergengsi yang selalu ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Namun, tahukah Anda bahwa di balik kemegahan turnamen ini, terdapat sejarah panjang dan berbagai fakta menarik yang mungkin belum pernah Anda dengar? 

Sejak pertama kali diadakan, keempat turnamen Grand Slam yakni Wimbledon, US Open, French Open, dan Australian Open telah mengalami berbagai perubahan yang membentuk dunia tenis seperti yang kita kenal saat ini.

Grand Slam tidak hanya sekadar turnamen biasa, melainkan puncak dari perjalanan para petenis untuk membuktikan diri sebagai yang terbaik di dunia. Seorang pemain bisa dikatakan meraih 'Grand Slam' jika berhasil memenangkan keempat turnamen ini dalam satu musim kompetisi. 

Meskipun sulit dicapai, prestasi ini menjadi impian setiap atlet tenis profesional. Yuk, simak lebih lanjut sejarah singkat dari masing-masing turnamen Grand Slam, mulai dari awal terbentuknya hingga perkembangan yang terjadi seiring waktu, dilansir dari New York Times, Jumat (7/2). 

1. Wimbledon (Inggris)

Wimbledon adalah turnamen tenis tertua di dunia dan pertama kali diadakan pada 1877. Awalnya, turnamen ini diselenggarakan oleh All England Lawn Tennis and Croquet Club yang awalnya hanya berfokus pada olahraga croquet. Namun, setelah tenis semakin populer, akhirnya turnamen ini berkembang menjadi pusat perhatian dunia.

Pada edisi pertamanya, hanya ada 22 peserta yang semuanya merupakan pria asal Inggris, dengan Spencer Gore keluar sebagai juara pertama. Baru pada 1894, kategori tunggal putri dan ganda putra ditambahkan, sementara ganda campuran dan ganda putri baru resmi masuk pada tahun 1913. 

Menariknya, hingga tahun 1922, juara bertahan otomatis lolos ke final tanpa harus bermain dari babak awal. Wimbledon juga terkenal dengan tradisinya yang khas, seperti penggunaan pakaian serba putih bagi pemain dan kehadiran keluarga kerajaan Inggris di tribun utama. 

Selain itu, turnamen ini menjadi satu-satunya Grand Slam yang masih dimainkan di lapangan rumput, sehingga menambah daya tarik dan tantangan tersendiri bagi para pemain.

2. US Open (Amerika Serikat)

US Open pertama kali diadakan pada 1881 dengan nama United States Open Tennis Championships. Turnamen ini awalnya dimainkan di Newport Casino, Rhode Island, yang kini menjadi lokasi International Tennis Hall of Fame. 

Turnamen ini adalah yang pertama menerapkan sistem tie-break pada 1970, yang kemudian diadopsi oleh Grand Slam lainnya. Salah satu pemain legendaris di US Open adalah Richard Sears, yang berhasil memenangkan tujuh gelar berturut-turut sejak edisi pertama. 

Seiring berjalannya waktu, turnamen ini terus berkembang dan berpindah ke lokasi tetap di USTA Billie Jean King National Tennis Center, Flushing Meadows pada 1978. Dengan stadion utama Arthur Ashe yang berkapasitas lebih dari 23.000 penonton, US Open menjadi turnamen tenis dengan arena terbesar di dunia.

3. French Open (Prancis)

French Open, atau dikenal sebagai Roland Garros, pertama kali digelar pada 1891 dan awalnya hanya terbuka bagi pemain dari klub tenis Prancis. Baru pada 1925, turnamen ini resmi dibuka untuk pemain dari seluruh dunia. 

Stadion Roland Garros sendiri dibangun pada tahun 1928 untuk menyelenggarakan final Davis Cup antara Prancis dan Amerika Serikat. Rafael Nadal menjadi ikon turnamen ini dengan rekor 12 gelar juara, menjadikannya pemain dengan dominasi terbesar di satu Grand Slam.

Keunikan dari French Open adalah permukaan lapangannya yang berupa tanah liat, membuat permainan menjadi lebih lambat dan mengutamakan daya tahan fisik serta strategi permainan panjang. 

4. Australian Open (Australia)

Turnamen ini pertama kali diselenggarakan pada 1905 dengan nama Australasian Championships sebelum berganti nama menjadi Australian Open pada 1927. Uniknya, lokasi turnamen ini sempat berpindah-pindah antara beberapa kota di Australia dan sempat digelar di Selandia Baru.

Pada 1972, turnamen ini akhirnya diputuskan untuk selalu diadakan di Melbourne. Namun, popularitasnya sempat menurun karena letaknya yang jauh dari pusat dunia tenis. Semua berubah pada 1988 ketika Australian Open pindah ke Melbourne Park dengan lapangan hard court modern, menjadikannya salah satu Grand Slam dengan fasilitas terbaik di dunia.

Saat ini, Australian Open dikenal sebagai turnamen dengan jumlah penonton terbanyak, dengan rekor kehadiran mencapai lebih dari 800.000 orang pada 2020.

Sejarah panjang Grand Slam tenis penuh dengan perubahan dan inovasi yang membuatnya semakin menarik dari waktu ke waktu. Dari Wimbledon yang mempertahankan tradisi, US Open yang selalu inovatif, French Open dengan tantangan tanah liatnya, hingga Australian Open dengan atmosfer penonton yang penuh antusias. 

Editor : Candra Mega Sari
#grand slam #wimbledon #rolland garros #tenis