Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Arifin Putra Kembali ke Film Horor dengan Sentuhan Aksi Tangan Berdarah, Lompat ke Kolam Sia-Sia

Glandy • Minggu, 15 Desember 2024 | 17:00 WIB

Arifin Putra Kembali ke Film Horor
Arifin Putra Kembali ke Film Horor

JawaPos.com - Akhir tahun ini, film horor Panggonan Wingit 2: Miss K akan tayang di bioskop. Film produksi Hitmaker Studios itu merupakan indirect sequel film pertama, Panggonan Wingit, yang dirilis tahun lalu. Film karya sutradara Guntur Soeharjanto tersebut bercerita tentang Alma (Cinta Laura) dan Mia (Callista Arum), kakak-adik yang pindah ke sebuah apartemen. Sebuah ruangan di apartemen itu konon memiliki kutukan, yang membuat seseorang meninggal dalam waktu 4 hari.

Kekasih Alma, Rayyan (Arifin Putra), yang adalah seorang polisi akhirnya turun tangan untuk mengusut misteri yang meneror Alma dan Mia. Bagi Arifin, kembali berakting di horor adalah tantangan. Apalagi, ada unsur aksinya. (c7/len)

Arifin kali terakhir bermain di film horor pada 2021 lewat film Persepsi. Mengapa tertarik kembali ke genre ini lagi?

Saya sih lihat ceritanya ya. Apalagi, ini ada aksinya dan Panggonan Wingit itu sudah ada universe-nya. Produser Rocky Soraya pun adalah teman manajer saya. Terus saya sama Cinta juga udah kenal lama, tapi belum sempat kolaborasi. Sepertinya asyik ya kalau bisa kerja bareng Cinta.

Karakter Rayyan di sini adalah polisi. Dia itu bagaimana sih orangnya?

Rayyan itu sejak kecil ditinggal wafat orang tuanya. Dia merasa bahwa Alma dan Mia ini adalah keluarganya, jadi mereka sangat dekat. Itu sebabnya Rayyan sangat protektif sama mereka ketika ada teror misterius di apartemen.

Nah, lalu untuk menjadi anggota kepolisian, riset dan persiapan Arifin apa saja?

Saya itu dulu pernah meranin intel. Rayyan ini kan reserse, menurut saya ada kemiripan dengan intel dalam hal penampilan. Saya juga pernah jadi MC acara kepolisian dan dengar-dengar cerita dari mereka. Selain itu, ketika saya mengenakan kostum reserse atau polisi pas syuting, itu secara personality langsung kebentuk. Mulai gaya bicara sampai badan tegap. Lagi pula, Rayyan ini bukan polisi yang kaku, kok. Selebihnya, saya benar-benar ikut arahan dari Mas Guntur.

Tadi Arifin bilang bahwa Panggonan Wingit 2 ada adegan aksi. Apa yang paling berat?

Ada adegan saya harus dobrak pintu, pakai kaki dan badan, bolak-balik. Ada yang gampang didobrak, ada juga yang cukup sulit. Ada yang harus saya dobrak sampai hancur karena dari tripleks. Untungnya sih, nggak sampai memar, ya. Saya pakai pengaman kok. Lalu, ada juga ketika saya dan cinta harus berada di mobil dan mobilnya digulingkan. Saya udah tegang banget di dalam mobil. Doa aja, deh. Kalau Cinta, dia sih asyik-asyik aja ya, hahaha.

Apakah sempat terluka?

Oh iya. Pas itu adegan saya terikat di kursi, terus mau motong tali di tangan pakai beling. Nah, itu kan nggak bisa lihat tangan dan talinya. Eh jari saya kena beling, berdarah. Sama kamerawan langsung di-shot. Katanya bagus, hahaha.

Baca Juga: Belum Berani Main Film Horor, Dian Sastrowardoyo Produseri Qodrat 2 yang Dibintangi Vino G. Bastian

Apakah ada persiapan untuk adegan aksi?

Kami berlatih street fighting 1,5 minggu. Saya memutuskan untuk tidak pakai pemeran pengganti untuk adegan aksi. Oh iya, di salah satu adegan, saya sampai sungkan pas adegan fighting sama Mas Indra Brasco. Beliau sempat cedera karena salah jatuh dan tubuhnya kena ujung besi. Pas beliau sudah pulih, saya jadi lebih berhati-hati sama beliau.

Katanya air di film ini punya peran penting, ya?

Betul. Ada satu adegan yang kami syuting underwater, kedalaman 4 meter. Untungnya, dulu saya pernah latihan untuk proyek akting di kolam 5 meter sama pasukan amfibi. Jadi, teknik napas dan berenangnya sudah tahu.

Sempat ada syuting adegan yang sia-sia?

Pas itu adegan saya lompat ke kolam. Udah usaha buat lompat yang bagus, terus pas keluar kolam, kok kru pada bengong dan diem. Ternyata, lampu di taman menyala, padahal seharusnya dipadamkan. Yah, sia-sia deh, hahaha. Tapi, secara keseluruhan, syuting film ini berkesan. Saya juga jadi berkesempatan menggunakan kemampuan pertolongan pertama di sebuah adegan. Sebelumnya, saya sempat ikut pelatihan pertolongan pertama sama pelatih saya di gym. (*)

Baca Juga: Lebih dari Sekadar Hiburan? Ini Teori-Teori Psikologis di Balik Kecintaan Seseorang pada Film Horor

 

Editor : Hendra
#arifin putra #horor