JawaPos.com - Perbankan terus mendorong optimalisasi bisnis retail pembiayaan perumahan. Pemerintah juga menargetkan 3 juta unit rumah layak huni setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Tren pembelian rumah diprediksi meningkat.
Direktur Sales and Distribution PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Anton Sukarna mengatakan, pembiayaan konsumer masih mendominasi pembiayaan ritel. Terutama pembelian rumah, baik rumah baru maupun second. Hingga November 2024, penyaluran BSI Griya mencapai Rp 10,40 triliun.
“Dimana, lebih dari 50 persen pembelian rumah baru. Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk membeli rumah baru masih cukup tinggi terutama generasi milenial maupun fresh employee,” ujar Anton, kemarin (12/12).
Jelang akhir tahun ini, BSI menargetkan penjualan rumah lebih dari 20 ribu unit rumah. Yang didominasi wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten. Seiring dengan permintaan yang tinggi lantaran kota-kota di provinsi tersebut menjadi salah satu pusat bisnis dan memiliki nilai jual tinggi.
Baca Juga: Bisnis Emas Jadi Engine Baru Pertumbuhan Bank Syariah Indonesia (BSI), Instrumen Investasi Aset Safe Haven di Tengah Ketidakpastian
Consumer Financing Business Division Head Bank Mega Syariah (BMS) Raksa Jatnika Budi mengatakan, pihaknya merancang pembiayaan khusus untuk memberikan kemudahan akses bagi MBR dalam penyediaan hunian layak. Apalagi, catatan Kementerian Perumahan Rakyat ) menunjukkan backlog perumahan di Indonesia hingga 2023 mencapai angka 12,7 juta unit. Artinya, terdapat 12,7 juta keluarga atau rumah tangga yang belum memiliki rumah.
Sampai November 2024, lanjut dia, Bank Mega Syariah telah menyalurkan pembiayaan perumahan FLPP lebih dari Rp 37 miliar. Jumlah tersebut naik 66 persen year-on-year (YoY). Secara keseluruhan, pertumbuhan outstanding pembiayaan pemilikan rumah (PPR) meningkat 11 persen YoY.
“PPR memberikan kontribusi lebih dari 75 persen terhadap total pembiayaan konsumer pada November 2024. Sementara, pembiayaan konsumer mengalami pertumbuhan lebih dari 25 persen YoY,” terang Raksa. (han/dio)