Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Presiden Prabowo Subianto Tetapkan Anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) Rp10 ribu per Porsi, Total Anggaran Capai Rp71 Triliun

Zalzilatul Hikmia • Senin, 2 Desember 2024 | 18:00 WIB

Seorang wali kelas mendampingi makan siang siswa-siswi di SDN 4 Tangerang, Senin (5/8/2024). Pemerintah Kota Tangerang melakukan simulasi pilot project gerakan makan sang bergizi gratis di lima sekolah yang melibatkan 3.125 siswa di Kota Tangerang.
Seorang wali kelas mendampingi makan siang siswa-siswi di SDN 4 Tangerang, Senin (5/8/2024). Pemerintah Kota Tangerang melakukan simulasi pilot project gerakan makan sang bergizi gratis di lima sekolah yang melibatkan 3.125 siswa di Kota Tangerang.
 JawaPos.com – Tarik-ulur anggaran makan bergizi gratis (MBG) akhirnya mencapai final. Pemerintah menetapkan alokasi anggaran MBG sebesar Rp 10 ribu per porsi/per anak.

Keputusan itu disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (29/11) lalu. Sejak dicanangkan, besaran anggaran MBG sangat dinamis. Semula, anggaran sempat dipatok Rp 15 ribu per porsi. Sempat muncul wacana penurunan anggaran menjadi Rp 7.500 per porsi. Namun, pemerintah kala itu menepis angka tersebut.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengatakan, angka Rp 10 ribu per porsi diambil dengan mempertimbangkan semua aspek. Yakni, ketersediaan anggaran dan kebutuhan gizi. Dari berbagai simulasi, angka Rp 10 ribu cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. ’’Untuk ketercukupan 600–700 kalori per sajian, bisa dengan harga maksimal Rp 10 ribu,’’ ujar Hasan dalam keterangan tertulis (1/12).

Dia menyebut, simulasi telah dilakukan di sejumlah daerah. Antara lain, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jakarta. ’’Sudah dilakukan uji coba hampir setahun ini,’’ jelasnya. Hasan menegaskan, anggaran untuk MBG tahun depan tetap sesuai rencana. Yakni, Rp 71 triliun.

Terpisah, Menko Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengungkapkan, anggaran MBG masih bisa berkembang. ’’Memang tahap awal dan hanya tersedia (anggaran, Red) Rp 51–70 triliun,” ujar Muhaimin.

Dia menegaskan, keputusan menggunakan angka Rp 10 ribu sebagai indeks program MBG bukan proses trial. Hal itu harus dilakukan lantaran keterbatasan anggaran. Muhaimin menyebut, pemerintah akan berupaya mengumpulkan anggaran untuk program MBG agar bisa terus bertambah.

Di sisi lain, Menteri Agama Nasaruddin Umar meninjau pelaksanaan simulasi program MBG di Pondok Pesantren Nahdlatul Ummat, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Sabtu (30/11). Menag melihat langsung proses simulasi pemberian makan siang gratis bagi sekitar 200 santri.

Menag mengatakan, MBG merupakan program Presiden Prabowo dan Wapres Gibran yang tidak membedakan jenis sekolah. Baik pesantren, madrasah, maupun sekolah umum. Semua akan mendapatkan hak setara.

’’Tidak ada bedanya dengan sekolah umum, sama-sama menikmati hasil pembangunan yang dicanangkan Presiden Prabowo. Semua makan gratis,’’ ucap Menag.

Baca Juga: Prabowo Umumkan Upah Minimum 2025 Naik 6,5 Persen, Bansos dan Makan Bergizi Gratis (MBG) Jadi Jaring Pengaman

Dia mengungkapkan bahwa lembaga pendidikan binaan Kemenag juga siap menjalankan program tersebut.

Kepala Kanwil Kemenag Sulbar Adnan Nota menjelaskan, MBG dilaksanakan Pemprov Provinsi Sulawesi Barat bekerja sama dengan Kanwil Kementerian Agama. Menurut dia, MBG pada dasarnya sudah diterapkan lama di pesantren meski belum terstandardisasi.

’’Nah, hari ini (kemarin, Red), 4 sehat 5 sempurnanya itu insya Allah akan terstandardisasi dan mudah-mudahan ini bukan sekadar simulasi, tapi bisa diwujudkan dalam waktu yang singkat,’’ tuturnya.

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR Nurhadi menilai besaran yang ditetapkan pemerintah belum ideal. Dengan angka Rp 10 ribu per porsi, dia menduga tidak akan cukup untuk menangani masalah stunting dan kurang gizi pada anak-anak Indonesia. ’’Jika program ini bertujuan mengurangi stunting, anggaran Rp 10 ribu bisa dianggap belum cukup,’’ ujarnya saat dihubungi kemarin.

Agar program berjalan efektif, dia berharap perlu ada penyesuaian. Dalam kalkulasinya, anggaran yang cukup untuk memenuhi angka gizi ideal adalah Rp 15–20 ribu per porsi. Jika tidak disesuaikan, dia khawatir pelaksanaannya tidak efektif. ’’Risiko utama adalah program ini akan terlihat baik secara politis, tetapi kurang efektif secara substansi dalam menangani masalah gizi di masyarakat,’’ imbuhnya.

Selain penyesuaian anggaran, Nurhadi menilai pemerintah bisa mengatur implementasi yang detail. Mulai strategi pengadaan bahan pangan, efisiensi distribusi, hingga pengawasan kualitas makanan. Karena keterbatasan anggaran, dia menyarankan untuk fokus pada kelompok prioritas. Misalnya, anak-anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok miskin ekstrem. ’’Agar dampaknya lebih terasa,’’ tegasnya. (far/mia/c7/oni)

Baca Juga: Pemkot Tangsel Butuh Anggaran Rp730 Miliar Untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Akan Berkoordinasi dengan Pemprov Banten

 

 

Editor : Hendra
#anak #makan #Makan Bergizi Gratis #prabowo