JawaPos.com – Sinar Mas Land resmi operasikan SELARAS Ecosystem (Sentra Edukasi Kelola Lingkungan Bersih & Asri) di BSD City, tepatnya di Kampung Cicayur, Tangerang, Banten. Program ini merupakan wujud komitmen Sinar Mas Land dalam mendukung pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
SELARAS Ecosystem merupakan fasilitas edukasi yang berfokus pada pengelolaan lingkungan. Edukasi yang diberikan mencakup tata kelola sampah yang berorientasi pada prinsip sirkular dan berkelanjutan.
Divisi Corporate Social Responsibility (CSR) & Green Initiative Sinar Mas Land bersama Bank Sampah Induk Kabupaten Tangerang dan Yayasan Bumi Pertiwi Asri (BPA), bersinergi dalam memanifestasikan program ini. SELARAS Ecosystem memiliki tiga unit utama, yakni Bank Sampah, Rumah Pupuk, dan Waste Management School.
Managing Director President Office Sinar Mas Land, Dony Martadisata, menyatakan SELARAS Ecosystem diharapkan bisa menciptakan perubahan positif dan menumbuhkan perilaku masyarakat agar peduli lingkungan serta memetik manfaat dari ekonomi sirkular dan berkelanjutan.
“Program ini diharapkan menjadi percontohan program edukasi dan pengelolaan lingkungan berbasis komunitas yang solutif dan praktis untuk menguraikan masalah sampah di Indonesia,” ujar Dony beberapa waktu lalu.
Pada unit Bank Sampah, terbagi dua metode konversi sampah terpilah, yaitu Plastic to Food dan Plastic to Book. Sejak November 2021, Plastic to Food telah mengumpulkan 8116 kg plastik bekas yang dikonversi menjadi 4.550 kg beras dan 263 liter minyak goreng untuk 3.716 warga, sementara program Plastic to Book telah mengumpulkan 731 kg plastik bekas yang dikonversi menjadi 283 buku dan telah diikuti oleh 582 siswa-siswi dari 5 sekolah yang terlibat.
Rumah Pupuk mengolah sampah dedaunan dan tanaman menjadi pupuk kompos. Dengan adanya unit ini, diharapkan masyarakat tidak lagi membakar sampah di sekitar permukiman, melainkan mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai.
Terakhir, unit Waste Management School, yaitu kelas-kelas edukatif bagi generasi muda. Unit ini dilangsungkan secara daring di site SELARAS Ecosystem dan luring di lima sekolah dengan total 210 pelajar. Melalui program ini, peserta mendapatkan pelatihan praktis tentang pengelolaan sampah, penggunaan teknologi ramah lingkungan, serta berbagai inovasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengurangi dampak negatif sampah.