Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Diperankan Paul Mescal dan Yuval Gonen, Film Gladiator II: Kompleksitas Kudeta Dalam Kudeta Kekaisaran Romawi

Fahmi Samastuti • Minggu, 17 November 2024 | 11:00 WIB

Pedro Pascal, Sutradar Ridley Scott dan Paul Mescal dalam set film Gladiator II.
Pedro Pascal, Sutradar Ridley Scott dan Paul Mescal dalam set film Gladiator II.

 

 

JawaPos.com - Sang putra kaisar akhirnya pulang ke Roma. Setelah menghadapi kematian istri dan kekalahan di Numidia, Lucius disandera dan diperbudak. Dia dipaksa memulai awal baru sebagai gladiator di bawah asuhan Macrinus.

Hanno (Paul Mescal) dan sang istri Arishat (Yuval Gonen) menjalani hidup yang tenang di Numidia, Afrika Utara. Kedamaian itu terusik saat pasukan Romawi yang dipimpin Marcus Acacius (Pedro Pascal) menyerang. Numidia kalah telak. Arishat meninggal saat bertugas sebagai pemanah jitu. Hanno dan prajurit Numidia yang hidup diboyong ke Roma dengan status budak sekaligus tahanan perang.

Kemudian, sesuai hukum, para budak itu dijadikan gladiator. Karena kemampuan dan tekad kuatnya, Hanno mencuri perhatian Macrinus (Denzel Washington). Macrinus adalah mantan budak yang naik kelas jadi pedagang budak yang punya relasi dengan senat. Rupanya Macrinus punya rencana besar di balik strateginya itu.

Baca Juga: Dari FIlm Melukis Harapan di Langit India: Masayu Anastasia Enam Bulan Belajar Dialek, Tiga Minggu Turunkan Berat Badan

Seiring waktu, Hanno –yang hanya mengingat masa kecilnya sebagai bocah yang selamat dari gurun– menyadari, dirinya adalah Lucius, putra mendiang Maximus dan Lucilla (Connie Nielsen). Dia berambisi merebut kembali tanah kelahiran sang ayah dari kaisar kembar, Geta (Joseph Quinn) dan Caracalla (Fred Hechinger), demi mewujudkan Roma impian.

Keduanya menjalankan Kekaisaran Romawi dengan serampangan, membuat banyak rakyat sengsara dan kelaparan. Mereka ’’gila perang’’ dan berekspansi. Ide itu ditolak Acacius. Acacius yang muak dengan sikap kaisar kembar tersebut berencana melakukan kudeta. Sayang, kudeta gagal karena ada pembocor.

Rupanya bukan Acacius seorang yang ingin melakukan kudeta. Macrinus juga punya ambisi menggulingkan Geta-Caracalla. Akal bulusnya membuat dua saudara itu saling benci dan berujung pembunuhan.

Sulit untuk tidak membandingkan Gladiator II dengan film pertamanya, yang rilis tiga windu lalu. Apalagi, dua film itu dibesut sutradara yang sama: Ridley Scott. Gladiator II, perlu diakui, tidak menyuguhkan ide orisinal. Konfliknya pun cukup tipikal dan gampang ditebak.

Namun, film itu dituturkan dengan apik. Durasi panjang tak terasa lantaran cerita yang dinamis dan dramatis serta penuh adegan-adegan sangar. Meski berupa film epik dengan banyak sosok penting, Gladiator II mampu menempatkan karakter yang cukup dalam banyak scene. Kehadiran Acacius dan kaisar kembar Geta-Caracalla pun tetap kuat meski terasa terlalu sebentar.

Sutradara Ridley Scott mengakui, Gladiator II adalah salah satu produksi berskala besar yang pernah dia besut. Set Roma di masa lampau dibangun seluruhnya. ’’Aku pernah mengalkulasi syuting dengan blue screen, tapi hal itu sangat mahal dan melebihi bujet untuk membangun set,” imbuhnya dalam wawancara dengan Deadline.

Baca Juga: Syuting Horor Film Santet Segoro Pitu, Sandrinna Michelle dan Ari Irham Sempat Nervous dan Kesulitan

Meski idenya disiapkan sejak sedekade lalu, Scott menilai, benang merah ceritanya masih relevan dengan saat ini. Terutama dalam politik dan kekuasaan. ’’Tiap menonton TV, aku melihat ada sekawanan orang berburu teritori yang bukan hak dan wewenang mereka. Hal ini kurasa menjadi titik awal cerita yang bakal dengan mudah menarik atensi penonton,” ujar sineas yang membesut Alien itu.

Paul Mescal, pemeran Lucius/Hanno, mengakui ada tekanan dalam membintangi sekuel film yang begitu dinantikan fans. Dia menceritakan, arahan Scott serta skrip film cukup jelas dalam menggambarkan karakter tokohnya.

’’Konteks antara Lucius dan Maximus (lakon Gladiator yang diperankan Russell Crowe) sangat berbeda. Maximus punya aura kebangsawanan, sedangkan Lucius memiliki kemarahan dan kekacauan laten,” paparnya.

Mescal menilai, dua karakter itu punya penokohan yang tegas dan kuat walau memiliki motif berbeda dalam tindakannya. Seiring cerita di film, dia merasa Gladiator dan Gladiator II adalah ’’percakapan” antara ayah dan anaknya. (fam/c7/dra)

Data Gladiator II

Durasi: 149 menit

Rating sensor: D 17+

Sutradara: Ridley Scott

Penulis naskah: David Scarpa berdasar cerita Peter Craig dan David Scarpa serta karakter oleh David Franzoni

Pemeran: Paul Mescal, Pedro Pascal, Joseph Quinn, Fred Hechinger, Lior Raz, Connie Nielsen, Denzel Washington, Alexander Karim

Rating:

Rotten Tomatoes: 76 persen

Letterboxd: 3,5/5

Baca Juga: Tujuh Film Drama Korea Roh Yoon Seo dengan Akting Terbaik yang Harus Diikuti, Terbaru Ada Hear Me: Our Summer

Trivia

- Untuk peran Lucius, Mescal melakoni casting lewat pertemuan Zoom sepanjang kurang dari 30 menit.

- Tim produksi menceritakan, konsep awal Gladiator II adalah musikal. Namun, ide itu diubah setelah Todd Phillips menyatakan Joker 2 bakal mengusung konsep serupa.

- Baboon gladiator di film diperankan oleh stuntmen remaja yang bertubuh atletis dan mungil. Mereka menggunakan set ketat serbahitam, lalu disempurnakan dengan CGI.

- Joseph Quinn dan Fred Hechinger, pemeran kaisar kembar Geta dan Hechinger, melakukan pendalaman karakter berdasar mitologi Romawi Romulus dan Remus serta duo di kartun Beavis and Butt-Head.

- Jumlah kameo terbanyak dalam satu take di Gladiator II mencapai lebih dari 1.500 orang.

Baca Juga: Teror Mayat Hidup yang Terinspirasi Kasus Kerangkeng Manusia, Film Zona Merah Gabungkan Cerita Zombi dan Fenomena Politik-Sosial Lokal

 

Editor : Hendra
#Gladiator II #romawi #film