JawaPos.com – Kegaduhan di platform media sosial X membuat satu demi satu konten resmi memilih mundur. Terbaru, Guardian Media Group mengumumkan akan berhenti memublikasikan konten di platform yang sebelumnya bernama Twitter itu.
Keputusan penerbit surat kabar The Guardian tersebut diumumkan Rabu (13/11) dalam situs resminya. Guardian menyatakan, keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan risiko negatif dari banyaknya konten kontroversial yang muncul di X.
Dalam pernyataan kepada pembacanya, Guardian menyampaikan bahwa manfaat yang mereka peroleh dari platform tersebut kini dianggap tidak lagi sebanding dengan dampak negatif yang ada. ’’Kami ingin memberi tahu pembaca bahwa kami tidak lagi mengunggah konten dari akun editorial resmi Guardian di X,’’ tulis The Guardian.
Guardian menambahkan bahwa pemberitaan terkait pemilu presiden Amerika Serikat baru-baru ini di platform tersebut semakin memperkuat keputusan mereka untuk menarik diri dari X.
Guardian memiliki lebih dari 80 akun resmi di X dengan total pengikut sekitar 27 juta orang. Menurut Guardian, platform X semakin penuh dengan konten yang dinilai bermasalah, termasuk teori konspirasi ekstrem sayap kanan dan komentar berbau rasis. ’’Ini adalah sesuatu yang telah lama kami pertimbangkan mengingat seringnya konten-konten mengkhawatirkan yang ditemukan atau dipromosikan di platform tersebut,’’ tulis Guardian.
Selain itu, Guardian menyoroti pengaruh yang dimiliki Elon Musk sebagai pemilik X. ’’Bahwa X adalah platform yang sarat akan konten berbahaya. Pemiliknya, Elon Musk, telah menggunakan pengaruhnya untuk mengarahkan diskusi politik di sana,’’ tulis Guardian.
Sejak mengakuisisi X pada 2022 senilai 44 miliar dolar AS (sekitar Rp 698 triliun), Musk –yang mengklaim dirinya pendukung kebebasan berbicara tanpa batas– mengaktifkan kembali sejumlah akun kontroversial yang sebelumnya diblokir. Misalnya, akun milik Alex Jones, tokoh teori konspirasi, dan Andrew Tate, influencer misoginis. Langkah itu menuai kritik dari kelompok anti ujaran kebencian serta Uni Eropa. Mereka mempermasalahkan standar konten di X.
Keputusan Guardian stop menggunakan X bukanlah yang pertama. Sebelumnya, sejumlah media dan lembaga lain seperti National Public Radio (NPR) dan Public Broadcasting Service (PBS) di AS juga meninggalkan X setelah diberi label ’’media terkait negara’’. Festival Film Berlin dan Kepolisian North Wales pun memilih langkah serupa karena ketidakcocokan nilai. ’’Kami lebih senang pembaca mengunjungi situs kami secara langsung,’’ ungkap The Guardian.
Menanggapi keputusan itu, Musk pun langsung mengkritik dengan menyebut keputusan Guardian ’’tidak relevan’’ dan sebuah ’’mesin propaganda yang memuakkan’’. (din/c7/bay)
Editor : Hendra