JawaPos.com – Sandrinna Michelle dan Ari Irham berperan sebagai kakak beradik dalam film Santet Segoro Pitu. Disutradarai Tommy Dewo, film tersebut mengambil latar lokasi di Semarang, Jawa Tengah, pada era 1970–1980-an.
Sandrinna dan Ari kompak menyatakan bahwa berdialog menggunakan bahasa Jawa menjadi tantangan tersulit. Sandrinna menceritakan, ini merupakan pengalaman pertamanya berakting dengan dialog berbahasa Jawa.
Gadis 17 tahun itu mengaku sampai gelisah memikirkan tuntutan tersebut karena tidak percaya diri dengan kemampuannya. ”Aku sampai nervous kayak bisa nggak ya?” kata Sandrinna di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (2/11) malam.
Sementara itu, Ari mengaku kesulitan karena bukan keturunan Jawa. ”Aku kan orang Sunda. Jadi, pakai bahasa Jawa, aksen, dan segala macamnya itu sulit,” ujar aktor 23 tahun itu. Namun, beruntung dia dan Sandrinna diberi waktu satu bulan untuk reading. Termasuk di dalamnya berlatih pelafalan dan aksen.
Menjalani syuting di pantai juga menjadi tantangan bagi Ari dan Sandrinna. Sebab, kondisi cuaca tidak bisa ditebak. Sandrinna mengatakan bahwa dirinya harus kerja keras ekstra untuk tetap fokus berakting dalam situasi yang menyulitkan. ”Kami harus kena angin kencang-kencang, tapi harus fokus,” jelasnya.
Waktu syuting yang panjang dari sore hingga pagi juga menguras tenaga Sandrinna dan Ari. Ini membuat keduanya harus pandai mengatur dan menjaga tenaga. ”Adegannya banyak teriak dan berdarah-darah,” ujar Sandrinna.
Film Santet Segoro Pitu mengisahkan perjuangan Ardi (Ari) dan Syifa (Sandrinna) memutus rantai santet yang dialami keluarga mereka. Santet Segoro Pitu juga dibintangi Christian Sugiono, Sara Wijayanto, dan Khafi Al Juna. Film karya kolaborasi rumah produksi Hitmaker Studios bersama Legacy Pictures itu tayang di bioskop pada 7 November mendatang. (shf/c19/len)
Editor : Hendra