Namun, jika keinginan ini menjadi berlebihan dan kita mulai 'haus validasi', dampaknya bisa negatif. Rasa haus validasi bisa membuat kita melakukan hal-hal di luar kemampuan atau bahkan tindakan yang buruk demi mendapatkan pengakuan.
Jika kamu merasa berada di titik ini, ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk mengatasinya. Dilansir dari Brainz Magazine dan Brad Biz Jack, berikut adalah cara-cara untuk mengurangi rasa haus validasi eksternal.
1. Sadari Kenyataan
Langkah pertama adalah menyadari dengan jujur. Tanyakan pada dirimu sendiri, apakah kamu hanya butuh pengakuan sesekali atau benar-benar 'haus validasi' sampai rela melakukan apa saja? Mengakui kenyataan ini akan menjadi fondasi yang kuat untuk mengubah pola pikir. Setelah kamu menyadarinya, kamu bisa menentukan langkah selanjutnya untuk mengatasinya.
2. Pahami Diri Sendiri
Coba pahami apa yang menjadi akar dari rasa haus validasi ini. Apa yang membuatmu begitu menginginkan pengakuan dari orang lain? Dengan memahami diri lebih dalam, kamu bisa memilah perilaku yang sejalan dengan nilai-nilai yang kamu pegang. Ini akan membantumu menjadi pribadi yang lebih baik dan otentik.
3. Buat Tujuan Pribadi
Tentukan tujuan hidupmu berdasarkan keinginan dan ambisi pribadi, bukan karena ingin menyenangkan orang lain. Baik itu dalam karier, pendidikan, atau hubungan, lakukan semua usahamu atas dasar tujuanmu sendiri. Ingat, perjalanan hidupmu adalah milikmu, jadi biarkan usahamu mencerminkan siapa dirimu, bukan siapa orang lain.
4. Belajar Merasa Cukup
Terkadang, rasa haus validasi muncul karena kita merasa kurang dalam banyak hal. Berhenti memikirkan bahwa kamu tidak cukup dan tanamkan dalam dirimu bahwa kamu lebih dari cukup untuk mencapai apa pun yang kamu inginkan. Dengan merasa cukup, keinginan untuk mendapatkan pengakuan buta dari orang lain akan perlahan berkurang.
5. Terbuka pada Kritik yang Membangun
Sikap terbuka terhadap kritik memang penting, namun kamu harus bisa membedakan mana kritik yang membangun dan mana yang harus kamu abaikan. Ambil kritik sebagai masukan untuk berkembang, bukan sebagai keharusan untuk mengubah diri demi memenuhi ekspektasi orang lain. Gunakan kritik sebagai motivasi, bukan sebagai alat untuk memvalidasi diri.
6. Kurangi Membandingkan Diri
Di era media sosial, mudah sekali terjebak dalam perbandingan. Melihat kesuksesan orang lain bisa memicu rasa haus validasi. Cobalah kurangi kebiasaan ini, baik di media sosial maupun di dunia nyata. Dengan tidak lagi membandingkan diri, kamu akan merasa lebih puas dengan pencapaianmu sendiri dan tidak lagi butuh pengakuan berlebihan dari orang lain.
7. Rutin Melakukan Refleksi Diri
Mengubah kebiasaan tidak terjadi dalam semalam. Luangkan waktu secara rutin, mungkin setiap beberapa minggu atau bulan, untuk merenungkan tindakanmu. Apakah ada hal yang kamu lakukan yang melenceng dari nilai-nilaimu karena rasa haus validasi? Refleksi diri akan membantumu tetap berada di jalur yang benar, yaitu menerima dan menghargai diri sendiri.
Dengan menerapkan ketujuh cara ini, kamu bisa bergeser dari individu yang terus-menerus mencari validasi eksternal menjadi pribadi yang merasa cukup dan menerima segala hal yang ada di dalam dirimu.
Editor : Candra Mega Sari