JawaPos.com - Merawat pakaian dengan baik bisa membuatnya lebih tahan lama. Tanpa disadari, kebiasaan tertentu justru mempercepat kerusakan kain dan mengurangi masa pakainya.
Perawatan pakaian mencakup cara mencuci, menjemur, menyimpan, dan memperbaiki agar tetap dalam kondisi baik. Setiap jenis kain memiliki metode perawatan berbeda yang perlu diperhatikan.
Menjaga pakaian tetap awet dapat menghemat biaya dan mengurangi limbah tekstil. Perawatan yang tepat juga membantu mempertahankan bentuk, warna, dan kualitas bahan lebih lama.
Berikut adalah 7 kebiasaan buruk yang membuat pakaian cepat rusak, jangan lakukan jika ingin tetap awet, dilansir dari laman Realsimple, Selasa (4/3).
1. Tidak Mengikuti Label Perawatan
Setiap pakaian memiliki label dengan petunjuk pencucian dan pengeringan. Mengabaikan instruksi ini bisa menyebabkan kain menyusut, warna memudar, atau elastisitas berkurang.
Bahan tertentu seperti wool atau pakaian olahraga memerlukan cara khusus agar tetap optimal. Pelembut kain tidak selalu cocok untuk semua jenis pakaian karena dapat merusak fungsi serat.
Pakaian berbahan khusus mungkin harus dikeringkan dengan cara tertentu agar tidak berubah bentuk. Label perawatan memberikan informasi penting untuk menjaga keawetan pakaian lebih lama.
2. Mencampur Pakaian Halus dengan Bahan Kasar
Pakaian berbahan ringan seperti pakaian dalam atau blus sebaiknya tidak dicampur dengan celana jeans atau jaket tebal. Gesekan antara serat kasar dan halus dapat menyebabkan kain mudah berbulu, sobek, atau kehilangan bentuk aslinya.
Serat elastis seperti yang ada pada pakaian olahraga bisa melemah jika terkena gesekan keras. Proses pencucian yang tidak sesuai juga dapat mempercepat kerusakan serat sintetis.
Mencuci pakaian sesuai jenis kain membantu mempertahankan kualitas lebih lama. Pakaian halus sebaiknya dicuci terpisah atau menggunakan kantong khusus agar lebih terlindungi.
Penyortiran berdasarkan warna dan jenis kain membantu menghindari kelunturan serta gesekan berlebihan. Pakaian baru dengan warna kuat sebaiknya dicuci terpisah agar tidak mempengaruhi warna lain.
Jenis kain dengan daya serap tinggi juga perlu dipisahkan agar proses pencucian lebih efektif. Serat kain yang berbeda memerlukan perlakuan yang berbeda agar tetap awet.
Pemisahan pakaian tebal dan tipis membantu menjaga bentuk serta mencegah kerusakan pada bahan yang lebih lembut. Menyortir cucian dengan benar dapat meningkatkan efisiensi pencucian sekaligus mengurangi risiko pakaian cepat rusak.
4. Tidak Mengunci Resleting Saat Mencuci
Resleting terbuka dapat tersangkut pada kain lain dan menyebabkan robekan kecil. Menutupnya sebelum mencuci mengurangi risiko gesekan dan kerusakan pada pakaian lain dalam satu muatan mesin cuci.
Gigi resleting yang tajam dapat menarik serat kain, menyebabkan benang tertarik atau bahkan sobek. Pakaian berbahan lembut seperti sutra atau rayon lebih rentan terhadap kerusakan akibat gesekan ritsleting.
Menjaga resleting tetap tertutup juga dapat memperpanjang umur pakaian yang memiliki elemen logam atau plastik. Kebiasaan sederhana ini dapat mencegah kerusakan yang tidak perlu pada berbagai jenis pakaian.
5. Terlalu Sering Mencuci Pakaian
Frekuensi pencucian yang berlebihan dapat mempercepat keausan serat kain. Beberapa jenis pakaian seperti jaket atau celana jeans tidak perlu dicuci setiap habis pakai, cukup dijemur agar tetap segar dan bersih.
Mencuci terlalu sering juga dapat menyebabkan warna memudar lebih cepat. Pakaian yang sering terkena gesekan dalam mesin cuci akan kehilangan ketahanan seratnya.
Cara terbaik adalah mencuci pakaian hanya saat benar-benar diperlukan agar bahan tetap terjaga. Teknik ini membantu memperpanjang umur pakaian dan mengurangi konsumsi air serta deterjen.
6. Menggunakan Deterjen Berlebihan
Pemakaian deterjen yang melebihi takaran bisa meninggalkan residu pada serat kain. Endapan ini dapat membuat kain kaku, menyebabkan iritasi kulit, serta mempercepat kerusakan tekstur kain.
Deterjen yang tidak larut dengan baik dalam air juga bisa menyumbat pori-pori serat pakaian. Pakaian yang terasa lengket atau berbusa setelah dibilas mungkin menandakan penggunaan deterjen berlebihan.
Mengikuti petunjuk penggunaan deterjen sesuai kapasitas mesin cuci akan membantu menjaga kualitas pakaian. Menggunakan jumlah deterjen yang tepat akan membuat cucian bersih tanpa merusak serat kain.
7. Mencuci dengan Air Bersuhu Tinggi
Suhu air yang terlalu panas bisa menyebabkan kain menyusut dan warna cepat pudar. Jenis kain seperti katun atau wol lebih baik dicuci dengan air dingin atau hangat agar tetap awet.
Pakaian dengan pewarna alami lebih rentan luntur jika terkena suhu tinggi saat pencucian. Serat elastis pada pakaian olahraga bisa kehilangan kelenturannya akibat suhu air yang tidak sesuai.
Mencuci dengan suhu lebih rendah juga membantu menghemat energi listrik. Pemilihan suhu air yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas kain tetap optimal.