JawaPos.com – Kecelakaan lalu lintas bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengetahui cara memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan. Bantuan sekecil apa pun dapat berdampak besar dan berpotensi menyelamatkan nyawa korban.
Ketika melihat kecelakaan lalu lintas, langkah pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan memastikan keselamatan diri sendiri sebelum memberikan pertolongan. Perhatikan lingkungan sekitar dan pastikan tidak ada risiko tambahan, seperti kendaraan yang masih melaju, dan periksa apakah ada korban yang membutuhkan pertolongan pertama.
Berikut ini penjelasan lengkap tata cara dan tahapan pertolongan pertama korban kecelakaan lalu lintas berdasarkan metode DRSABCD dilansir dari laman Toyota Astra pada Minggu (23/2).
Metode DRSABCD dalam Pertolongan Pertama
Metode ini merupakan langkah pertolongan pertama yang dapat menyelamatkan korban kecelakaan lalu lintas. Berikut tahapannya:
1. D (Danger): Bahaya
Pastikan lokasi kejadian aman sebelum mendekati korban. Jika berada di jalan raya, nyalakan lampu hazard atau beri tanda peringatan agar tidak terjadi kecelakaan tambahan. Jika memungkinkan, pindahkan korban ke tempat yang lebih aman dan hindari mengubah posisi tubuhnya secara berlebihan.
2. R (Response): Respons
Periksa kesadaran korban dengan menepuk bahunya secara perlahan dan mengajukan pertanyaan singkat, seperti “Siapa nama Anda?” atau “Dapatkah Anda membuka mata?”. Jika tidak ada respons, amati pergerakan dada dan rasakan embusan napasnya. Periksa juga denyut nadi di leher atau pergelangan tangan.
3. S (Shout for Help): Minta Bantuan
Segera hubungi layanan darurat dan berikan informasi mengenai jumlah serta kondisi korban. Jelaskan apakah korban mengalami pendarahan hebat atau kesulitan bernapas. Sambil menunggu bantuan, lakukan pertolongan sesuai kemampuan Anda.
4. A (Airway): Jalan Napas
Jika korban tidak sadarkan diri, periksa dan pastikan jalan napasnya tidak tersumbat. Angkat dagunya secara perlahan untuk membuka saluran pernapasan. Jika terdapat benda asing yang menghalangi, keluarkanlah dengan hati-hati.
5. B (Breathing): Bernapas
Pastikan korban masih bernapas dengan melihat pergerakan dada atau mendengar suara napasnya. Jika masih bernapas tetapi tidak sadar, miringkan tubuhnya ke posisi pemulihan untuk menjaga jalur napas tetap terbuka.
6. C (Compression): Kompresi Dada atau CPR
Jika korban tidak bernapas dan denyut nadinya terhenti, Anda dapat melakukan CPR dengan menekan bagian tengah dada korban dengan kecepatan 1–2 tekanan per detik bagi orang dewasa, dan gunakan satu tangan untuk anak-anak, serta dua jari untuk bayi.
7. D (Defibrillator): AED
Jika tersedia AED (Automated External Defibrillator), gunakan alat ini untuk membantu korban yang mengalami henti jantung. Ikuti instruksi yang diberikan alat untuk memastikan penggunaan yang benar.
Setelah memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan lalu lintas, segera bawa korban ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut meskipun lukanya tampak ringan. Penanganan cepat dan tepat dengan metode DRSABCD ini dapat menyelamatkan nyawa korban. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah