Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Mengungkap Ciri-Ciri Pelaku Body Shaming, Dampak Psikologis dari Korban dan Cara Efektif Menghentikannya

Zulfa Putri Hardiyati • Jumat, 24 Januari 2025 | 17:00 WIB
Ilustrasi tindakan body shaming termasuk dalam pembullyan
Ilustrasi tindakan body shaming termasuk dalam pembullyan

JawaPos.com - Body shaming adalah tindakan mengomentari atau mengkritik fisik seseorang secara negatif, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Biasanya, body shaming terjadi dalam bentuk komentar seperti "terlalu gemuk," "terlalu kurus," "pendek," atau "tinggi." Perilaku ini sering kali dilakukan tanpa mempertimbangkan perasaan orang yang dikomentari, dan meskipun sepertinya hanya sebuah candaan atau ucapan biasa, dampaknya bisa sangat besar.

Bagi korban, body shaming tidak hanya dapat menurunkan rasa percaya diri, tetapi juga dapat mengarah pada perasaan malu, stres, dan bahkan pengasingan sosial. Tak hanya wanita, pria pun sering kali menjadi sasaran body shaming, yang semakin memperburuk tekanan sosial yang mereka hadapi. Dalam banyak kasus, body shaming dapat merusak kesehatan mental seseorang dan menciptakan ketidaknyamanan yang mendalam terkait dengan penampilan fisik mereka, sehingga memperburuk kualitas hidup mereka secara keseluruhan.

Pelaku body shaming sering kali tidak menyadari dampak negatif dari ucapan mereka. Berikut adalah beberapa ciri dari pelaku body shaming yang dilansir dari laman Halodoc.com

1. Merasa Tubuhnya Paling Gemuk padahal Tidak

Pelaku body shaming seringkali merasa tubuh mereka lebih gemuk dibandingkan orang lain, meskipun kenyataannya tidak demikian. Mereka juga cenderung membandingkan fisik mereka dengan orang lain, yang bisa menyebabkan orang lain merasa malu atau tersinggung.

2. Menyuruh Orang Lain Rutin Olahraga supaya Kurus

Salah satu bentuk body shaming adalah menyuruh orang lain berolahraga secara berlebihan agar tubuh mereka terlihat lebih kurus. Meskipun pelaku mungkin berniat baik, hal ini bisa membuat orang yang dikomentari merasa tersinggung atau tidak nyaman.

3. Gemar Membandingkan Bentuk Fisik Orang Lain

Pelaku body shaming sering merasa tubuh mereka lebih ideal daripada orang lain dan kerap membandingkan fisik orang lain dengan standar mereka sendiri. Kebiasaan ini dapat merugikan orang lain yang merasa lebih rendah diri.

4. Berkomentar terhadap Makanan Orang Lain

Tindak body shaming juga bisa terjadi ketika seseorang berkomentar tentang makanan yang dikonsumsi orang lain, terutama jika komentar tersebut berkaitan dengan bentuk tubuh orang tersebut.

Ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk menghentikan perilaku body shaming dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan positif bagi setiap individu, di mana orang-orang bisa merasa dihargai dan diterima tanpa harus khawatir akan komentar negatif tentang penampilan fisik mereka.

Dengan menerapkan langkah-langkah di bawah ini, kita tidak hanya berusaha mengurangi dampak buruk dari body shaming, tetapi juga membangun budaya saling menghormati, dan peduli terhadap kesehatan mental serta kesejahteraan orang lain. Berikut adalah cara untuk menghentikan adanya perilaku body shaming, dikutip dari laman Alodokter.com. 

1. Sadari bahwa Tidak Ada Manusia yang Sempurna

Pahami bahwa tidak ada orang yang sempurna, dan setiap orang memiliki kekurangan, termasuk diri kita sendiri. Menghargai perbedaan fisik dan menerima kenyataan bahwa tubuh manusia beragam adalah langkah pertama untuk menghindari body shaming.

2. Belajar untuk Menjadi Pribadi yang Baik

Cobalah untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih empati terhadap orang lain. Hindari bercandaan atau komentar tentang fisik orang lain yang dapat menyakiti perasaan mereka.

3. Berhenti Sibuk Memikirkan Orang Lain

Daripada mengomentari fisik orang lain, lebih baik fokus pada diri sendiri. Jangan terjebak dalam kebiasaan membandingkan tubuh orang lain dengan tubuh kita, karena hal tersebut hanya merugikan diri sendiri dan orang lain.

4. Cari Topik Obrolan yang Lebih Positif

Ketika berkumpul dengan orang lain, pilihlah topik yang menyenangkan dan tidak menyakiti perasaan siapapun. Hindari membicarakan bentuk tubuh, dan carilah bahan obrolan yang dapat dinikmati bersama tanpa menyudutkan pihak manapun.

Body shaming adalah tindakan yang tidak bisa dianggap remeh. Dampaknya bisa sangat merugikan bagi korban, baik secara mental maupun fisik. Oleh karena itu, penting untuk kita semua menghentikan kebiasaan body shaming dan membangun budaya saling menghargai.

Jika kesulitan untuk menghentikan perilaku ini, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan seorang psikolog atau profesional kesehatan untuk mendapatkan dukungan yang lebih baik. Setiap orang berhak merasa diterima, dihargai, dan bahagia dengan tubuh mereka, tanpa harus merasa dikritik atau dihakimi.

 

Editor : Candra Mega Sari
#Cara Mengatasi #ciri ciri #body shaming #dampak psikologis