Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Gangguan Identitas Disosiatif: Ketahui Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatannya

Mohammad Haekal Hafiz • Rabu, 15 Januari 2025 | 10:00 WIB
Ilustrasi gangguan identitas disosiatif
Ilustrasi gangguan identitas disosiatif

JawaPos.com - Gangguan Identitas Disosiatif merupakan gangguan yang ditandai dengan adanya dua atau lebih kepribadian yang berbeda dalam diri seseorang. Ketika salah satu kepribadian mengambil alih, individu mungkin merasa tidak nyata, seolah-olah mereka berada di luar tubuh, dan mengalami amnesia.

Kepribadian ganda atau dissociative identity disorder (DID) ini dapat dialami oleh siapa saja, tanpa memandang usia, gender, atau ras apapun. Mengutip dari laman Alodokter, gangguan disosiatif akan sangat mempengaruhi memori, kesadaran, identitas, dan persepsi individu.

Apabila salah satu atau lebih fungsi ini terganggu, maka orang tersebut bisa mengalami berbagai gejala yang mengganggu kehidupan sehari-hari, termasuk aspek pekerjaan, aktivitas, dan hubungan sosial.

Dilansir dari laman Klikdokter.com, penyakit ini timbul karena rasa trauma dalam kehidupan yang dialaminya seperti bencana alam yang merenggut banyak korban jiwa, kecelakaan, korban tindakan kriminal, pelecehan seksual baik secara fisik maupun mental.

Untuk menangani gangguan identitas disosiatif sebenarnya sangat variatif terutama dalam perawatannya, sebagaimana dikutip dari laman Halodoc.com.

1. Psikoterapi

Dengan terapi bicara ialah sebagai salah satu jalan pengobatan utama untuk gangguan disosiatif. Bentuk ini melibatkan berbicara dengan seorang profesional kesehatan mental tentang gangguan dan masalah terkait yang mungkin dialami pasien.

Pengobatan ini sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten. Sangat disarankan untuk mencari terapis yang memiliki pelatihan atau pengalaman khusus, terutama dalam menangani orang yang telah mengalami trauma. Ini karena penanganan trauma bisa sangat rumit dan perlu pemahaman yang mendalam untuk membantu pasien.

2. Pengobatan

Walaupun sebenarnya, tidak ada obat yang secara langsung menyembuhkan gangguan disosiatif. Namun, biasanya dokter meresepkan obat-obatan seperti:

Antidepresan: Jenis obat yang dirancang untuk membantu mengatasi dan mengurangi gejala depresi. Ketika seseorang mengonsumsi antidepresan, obat ini dapat membantu menyeimbangkan bahan kimia di otak yang memengaruhi suasana hati, membantu elevasi suasana hati, dan mengurangi gejala depresi.

Obat Anticemas: Obat ini dirancang untuk membantu mengurangi perasaan cemas dan ketegangan. Obat ini bekerja dengan memengaruhi neurotransmitter di otak yang berperan dalam regulasi suasana hati,

Obat Antipsikotik: Obat ini digunakan untuk mengatasi dan mengontrol gejala psikosis, termasuk halusinasi dan delusi. Obat ini bisa bekerja dengan memengaruhi neurotransmitter di otak, terutama dopamin, untuk membantu mengurangi gejala yang mungkin mengganggu pemikiran dan perilaku normal.

Tujuannya dari pengobatan ini untuk mengelola gejala kesehatan mental yang mungkin muncul akibat gangguan disosiatif, sehingga pasien dapat menjalani hidup yang lebih stabi dan tenang.

Secara keseluruhan,  gangguan identitas disosiatif melibatkan cara individu mengatasi pengalaman traumatik atau stres melalui mekanisme yang mengganggu fungsi mental serta emosi mereka. Ini dapat menyebabkan tantangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Bagi kamu yang merasa punya perilaku dua kepribadian, cobalah untuk segera melakukan psikoterapi.

Editor : Candra Mega Sari
#penyebab #gejala #DID #Dissociative Identity Disorder #gangguan identitas disosiatif