Pada dasarnya dalam menjalani kehidupan terutama pada fokus pekerjaan kita menghadapi banyak stres dari berbagai sudut, hal ini dapat membatasi waktu serta energi kita untuk melakukan aktivitas yang memperkaya jiwa.
Untuk mengatasi hal itu sebagian orang mulai membaca buku yang tepat. Ini berarti memilih bacaan yang dapat memberikan inspirasi, pengetahuan, atau hiburan, dan yang dapat membantu mengubah cara berpikir atau perasaan kita.
Dengan membaca buku yang baik, kita dapat merangsang pikiran positif dan menemukan cara baru untuk menghadapi stres berbagai aspek kehidupan, sehingga membantu kita untuk meraih kedamaian dan keseimbangan. Tapi untuk memilih buku yang tepat sangatlah sulit jika kita tidak mengetahui secara detail latar belakang buku itu terbit.
Dilansir dari laman Times of India, ada 8 rekomendasi buku yang membuat dirimu semakin mendapat dorongan yang tepat saat menjalani kehidupan di tahun 2025 ini, di antaranya:
1. Letters to Millena
Buku ini yang merupakan komplikasi surat-surat antara Kafka dan Milena. Jika kamu membacanya akan memberikanmu akses untuk memahami perspektif Kafka secara lebih intim. Kamu merasakan bahwa buku ini memungkinkan untuk melihat perjuangan internal Kafka, termasuk masalah kesehatan dan kecewa dalam hubungan, yang menciptakan hubungan emosional yang kuat dengan penulis.
2. The Kite Runners
Buku ini menyoroti berbagai tema seperti persaudaraan, kasih sayang, pengkhianatan, dan penderitaan. Ini menunjukkan bahwa hubungan antar karakter menjadi pusat dari narasi, di mana kasih sayang dan persaudaraan dapat saling berkaitan, tetapi juga dapat menyebabkan pengkhianatan dan duka.
3. Norwegian Wood
Buku dengan karya Haruki Murakami yang diterbitkan pada tahun 1987, mengisahkan perjalanan emosional tokoh utama, Toru Watanabe, yang mengenang masa mudanya. Novel ini menggambarkan tema kehilangan, nostalgia, dan seksualitas melalui hubungan Toru dengan dua wanita berbeda: Naoko, yang emosional, dan Midori, yang ceria.
Murakami sebagai penulis mengembangkan tulisannya dari cerita pendek “Firefly” dalam koleksinya Blind Willow, Sleeping Woman. Buku ini sangat populer di kalangan pemuda Jepang, mendorong pengakuan besar bagi Murakami sebagai penulis, meskipun kepopulerannya sering dianggap negatif.
4. A Good Gir's Guide to Murder
Buku ini mengkisahkan pada tragedi pembunuhan Andie Bell yang mengguncang kota Little Kilton, di mana Sal Singh dituduh sebagai pelaku. Meskipun kasus ini telah ditutup, Pippa Fitz-Amobi memutuskan untuk menyelidiki lebih dalam untuk proyek sekolahnya, berusaha mengungkap kebenaran yang mungkin telah disembunyikan.
Rumah keluarga Singh, yang menjadi simbol dari stigma dan tragedi tersebut, menggambarkan betapa sulitnya bagi mereka untuk melanjutkan hidup setelah kejadian yang merusak reputasi dan hidup mereka. Dengan rasa ingin tahunya, Pip berhadapan dengan rahasia yang mungkin mengguncang kota tersebut sekali lagi dan menjelaskan mengapa keluarga Singh masih bertahan di tempat yang penuh kenangan pahit.
Karya Holly Jackson ini menggabungkan elemen misteri, drama, dan penelusuran kebenaran, menunjukkan betapa kompleknya dampak dari sebuah kejahatan terhadap individu dan komunitas.
5. The Secret History by Donna Tartt
Buku yang diterbitkan pada tahun 1992, menghadirkan kisah sekelompok mahasiswa yang terjerumus ke dalam cara berpikir dan perilaku yang eksentrik. Seiring dengan memburuknya batasan moral, mereka mengambil keputusan yang ekstrem, yang berujung pada konsekuensi bencana.
Karya ini telah menjadi klasik modern yang terus menarik minat pembaca berkat ketegangan, tempo cepat, dan drama yang dihadirkannya. Dengan narasi yang realistis, buku ini juga menggugah minat para jurnalis dan podcaster untuk menggali hubungan antara cerita fiksi dan kehidupan penulisnya, menambah daya tarik dan keabadian kisah ini.
6. Before the Coffee Gets Cold
Buku ini mungkin kurang cocok untuk remaja di bawah 15 tahun karena banyaknya pesan moral dan pemahaman filosofis yang kompleks. Meskipun dapat dibaca oleh siapa saja yang tertarik, alur ceritanya yang lambat dan penjelasan yang terlalu gamblang dapat membuat beberapa pembaca merasa kurang terlibat.
Buku ini berhasil menyajikan tema time travel yang segar dan orisinal, dengan elemen realisme yang menekankan bahwa masa lalu tidak dapat diubah.
Cerita yang hangat dan menyentuh hati, serta karakter-karakter yang relatable, menjadikan novel ini menarik bagi mereka yang bersedia membaca dengan sabar dan merenungkan isi cerita. Buku ini sangat cocok bagi pembaca yang menghargai kedalaman dan refleksi dalam sebuah narasi.
7. 38 Seconds in This Strange World karya Elif Shafak
Buku ini mengeksplorasi kehidupan Leila, seorang pekerja seks Turki yang dibunuh dan ditemui dalam keadaan tragis, serta kenangan dan pengalaman hidupnya dalam 10 menit dan 38 detik setelah kematiannya.
Karya ini tidak hanya menyajikan kisah pribadi Leila, tetapi juga mencerminkan hubungan dengan keluarganya, sekelompok teman yang juga merupakan buangan sosial di Istanbul yang tidak mencerminkan citra ideal yang diinginkan pemerintah.
8. Tuesday with Morrie
Salah satu buku dengan karya Mitch Albom yang mendokumentasikan kunjungannya kepada mantan profesor sosiologinya, Morrie Schwartz, yang mengidap penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS). Buku ini menggambarkan kebijaksanaan dan pengalaman hidup Morrie, yang merupakan putra seorang imigran Rusia dan telah menghadapi berbagai kesulitan di masa kecilnya.
Sebagai seorang profesor, Morrie berusaha untuk mempengaruhi banyak orang melalui ajarannya dan mengembangkan empati kepada sesama. Hubungan antara Mitch dan Morrie yang terjalin selama bertahun-tahun menjadi inti dari kisah ini, menyoroti nilai-nilai kehidupan, cinta, dan kematian.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Restoran Terbaik di Tangsel untuk Momen Lamaran, Lengkap dengan Pilihan Indoor dan Outdoor