Mengutip laman Women Health, Kamis (9/1), perilaku people pleaser sering muncul karena rasa takut ditolak atau ditinggalkan, baik oleh orang tua di masa kecil maupun pasangan di masa dewasa. Ketakutan itulah yang mendorong mereka untuk selalu mengutamakan kebutuhan orang lain demi menghindari rasa sakit akibat kehilangan atau penolakan.
Untuk mengulas people pleaser lebih lanjut, ketahui dampak negatif yang perlu kamu waspadai:
1. Kecemasan yang Tinggi
People pleaser sering merasa tidak puas dengan pencapaiannya sendiri karena terlalu fokus pada hal selanjutnya yang harus mereka lakukan. Tekanan ini dapat berujung pada kecemasan berlebih, pikiran obsesif, bahkan serangan panik atau panic attack.
2. Hubungan yang Tidak Seimbang
Dalam menjalin sebuah hubungan, people pleaser cenderung mendengarkan dan memenuhi kebutuhan pasangan tanpa mengungkapkan perasaan atau keinginannya sendiri. Hal ini bisa membuat hubungan terasa berat, bahkan memicu pertengkaran dan perpisahan.
3. Rasa Kesepian
Terobsesi untuk menyenangkan semua orang sering kali membuat people pleaser merasa kesepian. Mereka merasa orang-orang di sekitarnya tidak benar-benar mengenal diri mereka yang sebenarnya. Hal ini yang dapat membuat mereka kehilangan peluang untuk menjalin hubungan yang mendalam dengan seseorang.
Menjadi people pleaser mungkin terlihat baik, tetapi sifat ini dapat menyebabkan stres, hubungan yang tidak sehat, dan kesepian. Jika kamu merasa terjebak dalam kebiasaan ini, penting untuk memahami penyebabnya dan mulai menetapkan batasan yang sehat dalam hubungan. Ingat, kebahagiaanmu sama pentingnya dengan kebahagiaan orang lain.
Editor : Candra Mega Sari