Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Urban Misteri: Sumur Tua Dijaga Nyai Kantriman, Peziarah yang Berniat Buruk Dapat Halangan

Hilmi Setiawan • Sabtu, 4 Januari 2025 | 17:30 WIB

 

Suasana area Makam Syekh Abdul Rosyid di kawasan Gerendong, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS
Suasana area Makam Syekh Abdul Rosyid di kawasan Gerendong, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS

JawaPos.com - Di area pemakaman Syekh Abdul Rosyid, terdapat sumur tua yang konon dijaga Nyai Kantriman. Sosok astral yang digambarkan berparas cantik itu memelihara sumur sedalam 1 meter tersebut agar tidak kering. Pengunjung yang datang dengan niat buruk akan mendapatkan halangan.

Kompleks pemakaman Syekh Abdul Rosyid berada di Kampung Gerendong, Desa Putat Nutug, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. Tempat itu tampak asri. Bagian depan dan samping merupakan pemakaman umum untuk masyarakat sekitar.

Sebelum memasuki kompleks makam, peziarah disambut gapura Medal Sekar Wangi. Sesuai namanya, bangunan pintu masuk itu melambangkan kelahiran kembali dan harum mewangi. Di bagian dindingnya terdapat tulisan Astana Gede 2.

Untuk menuju makam Syekh Abdul Rosyid, peziarah melewati lorong beratap mirip yang ada di rumah sakit. Koridor itu dipercaya sebagai sebuah jalan menuju kesembuhan. Di kanan-kiri lorong tersebut terdapat makam umum.

Makam-makam umum di kompleks itu terlihat berbeda. Bagian tengah kuburan tersebut ditanami satu tanaman. Warga memercayai bahwa tanaman itu ikut mendoakan orang yang meninggal dunia di makam tersebut.

Baca Juga: Urban Misteri: Pendakian Mencekam ke Gunung Binaiya, Remehkan Upacara Adat Berujung Dibuntuti Hantu Bermuka Hancur dan Elang Raksasa

Setelah beberapa meter menyusuri lorong, sampailah di makam Syekh Abdul Rosyid. Bangunan makamnya terawat dengan kombinasi warna yang mencolok. Pada Desember 2008, kompleks makam tersebut dipugar. Perbaikan makam itu memakai dana swadaya masyarakat dan dibantu putra-putri Madura. ”Dulu hanya gubuk biasa. Sekarang sudah bagus,” kata Ahmad Sarmili, pengurus makam.

Pria 62 tahun itu mengatakan, revitalisasi makam tersebut membuat peziarah nyaman. Mereka tidak perlu khawatir kehujanan. Bahkan saat malam hari, area pemakaman itu sudah terang benderang.

Menurut Sarmili, tidak banyak mitos atau hal gaib yang menyelimuti sosok Syekh Abdul Rosyid. Sebab, yang bersangkutan adalah seorang ulama besar sekaligus penyebar agama Islam di Bogor. Namun, cerita yang beredar di masyarakat, Syekh Abdul Rosyid dikabarkan pernah mendatangi salah seorang warga lewat mimpi. ”Sosoknya jangkung, kemudian menggunakan serban hijau,” jelasnya.

Di kompleks makam Syekh Abdul Rosyid terdapat sebuah sumur tua yang tak pernah kering. Letaknya tidak jauh dari makam. Masyarakat sekitar memercayai bahwa air sumur tersebut bisa menyembuhkan penyakit sehingga banyak peziarah yang mengambil airnya.  ”Orang sini menyebutnya sebagai sumur cibas,” kata Sarmili.

Baca Juga: Urban Misteri: Pengalaman KKN Mahasiswa di Desa Klaten, Ditemani Sosok Kakek Tak Kasatmata di Rumah yang Kosong 20 Tahun

Sayangnya, kini sumur tua itu sudah nyaris tertutup. Sebab, ada pembangunan kompleks perumahan. Oleh pengurus makam, air dari sumur tersebut dialirkan ke titik sebelah utara sehingga masyarakat tetap bisa memanfaatkan airnya.

Menurut mitos, sumur tersebut tidak pernah kering karena dijaga makhluk gaib bernama Nyai Kantriman. Sosok itu digambarkan berparas cantik. Dia bertugas menjaga sumur sedalam 1 meter itu supaya tidak pernah kering.

Sarmili mengungkapkan, pada zaman dahulu, beberapa tokoh besar dikabarkan sempat mandi di sumur tersebut. Salah satunya adalah Laras Santang, anak kedua dari Prabu Siliwangi. Laras Santang adalah ibu Sunan Gunung Djati.

Kepercayaan lainnya adalah ketika mandi tujuh kali dengan air sumur cibas itu, wajah seseorang akan bercahaya dan berubah menjadi lebih baik. Selain itu, penjaga hanya diperbolehkan mengambil air sumur untuk dibawa ke area makam di malam Jumat Kliwon saja. Kemudian peziarah yang hendak membawa airnya pulang hanya diperkenankan maksimal 7 botol.

Baca Juga: Urban Misteri: Pengalaman Pertama Mendaki Merbabu Jalur Selo, Duduk Bersama Sosok Menyerupai Teman di Jalur Pendakian

Warga sekitar juga pernah mengisahkan beberapa cerita aneh tentang sumur tua itu. Bila ada pengunjung yang melihat penampakan ikan bandeng dari dalam sumur, itu menjadi pertanda keinginannya bakal terkabul.

Makam Syekh Abdul Rosyid disebut-sebut sebagai makam Karomah Kasepuhan. Maka, ketika ada peziarah datang dengan niat buruk, bakal terbaca sedari awal. Akibatnya, ada saja hambatan yang menghalanginya. Apalagi, penjaga gaib dipercaya tidak akan segan bertindak jika ada pengunjung yang berniat buruk. Sesuai dengan tulisan di kompleks makam itu yang berbunyi: Wahai kaum muslim luruskanlah akidahmu sebelum berziarah, sesungguhnya setan musuh yang nyata. (wan/c7/aph)

Baca Juga: Urban Misteri: Pengalaman Tinggal Keluarga Melissa di Rumah Bekas Pesugihan, Bergantian Sakit-sakitan dan Sosok Hitam Bertanduk Kerap Muncul

 
Editor : Hendra
#pemakaman #urban misteri #ziarah #misteri #peziarah