Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Hanakotoba dalam Anime Yagate Kimi ni Naru (Bagian Dua): Bunga-Bunga Ini Refleksikan Karakter dan Hubungan Yuu Koito serta Nanami Touko yang Kompleks

Erie Dewangga • Senin, 30 Desember 2024 | 16:00 WIB

Serial anime Yagate Kimi ni Naru, adaptasi manga karya Nio Nakatani, yang kaya dengan bahasa bunga atau hanakotoba
Serial anime Yagate Kimi ni Naru, adaptasi manga karya Nio Nakatani, yang kaya dengan bahasa bunga atau hanakotoba
JawaPos.com - Serial anime berjudul Yagate Kimi ni Naru, atau Bloom Into Yo, tidak hanya menyajikan kisah cinta yang kompleks, tetapi juga kaya akan simbolisme. Salah satunya adalah penggunaan bahasa bunga atau hanakotoba. Artikel kali ini akan membahas hanakotoba dari bebungaan yang mewakili karakter kedua tokoh utama dalam serial anime Yagate Kimi ni Naru, Yuu dan Touko.

Peran Bunga sebagai Penyampai Segala Hal yang Tak Terungkapkan oleh Kata-Kata

Serial anime Yagate Kimi ni Naru menunjukkan penggunaan hanakotoba terlebih dahulu pada bagian lagu tema pembuka, yang menjadi dasar bagaimana penonton seharusnya 'membaca' makna simbolis dari berbagai bunga yang hadir di sana.

Seperti yang terjadi pada ketiga kasus karakter pendukung, yaitu Sayaka, Akari, dan Koyomi, bahasa dari bunga mereka mewakili emosi serta niat masing-masing. Namun, dalam kasus Touko dan Yuu, kedua tokoh utama dalam serial anime shoujo-ai ini, bunga (beserta hanakotoba-nya) yang muncul menunjukkan hubungan mereka satu sama lain serta pandangan mereka terhadap hubungan saat ini secara keseluruhan.

Mayoritas rangkaian bunga dalam lagu tema pembuka serial Yagate Kimi ni Naru, atau Bloom into You, dimulai dengan teman-teman dekat dari pasangan utama Touko Nanami dan Yuu Koito, yaitu Sayaka Saeki, Akari Hyuuga, dan Koyomi Kanou.

Koyomi dan Akari masing-masing diberi dua bunga khusus yang berhubungan dengan hubungan mereka masing-masing dalam kasus Koyomi, bunga-bunga tersebut memberi kita lebih banyak detail tentang kecintaannya pada dunia tulis-menulis; dan dalam kasus Akari, bunga-bunga tersebut memberi tahu penonton lebih banyak tentang kisah cintanya yang bertepuk sebelah tangan.

Pada kasus Sayaka, hal ini jadi sedikit lebih rumit dengan ditampilkannya rangkaian bunga yang cukup banyak untuk membahas kedalaman hubungannya dengan Touko secara terperinci, mulai dari pandangannya yang romantis terhadap sang gadis pujaan hati sampai dengan kebenciannya terhadap gadis yang menarik perhatian Touko darinya.

Baca Juga: Hanakotoba dalam Anime Yagate Kimi ni Naru (Bagian Satu), dari Sea Holly yang Jadi Lambang Kemandirian sampai Petunia yang Simbolkan Kebencian

Yuu Koito: Fuji, Lambang Cinta yang Bertahan Meski Diuji oleh Waktu

Pertama, penonton akan melihat Yuu yang saat ini tidak (atau belum) mampu merasakan perasaan romantis terhadap siapapun, yang menurut si gadis naif itu mengisolasi dirinya sendiri dari orang lain, bahkan dari teman-teman terdekatnya.

Terjepit di antara Koyomi dan Akari, meja Yuu berada di atas karpet kelopak biru atau bayangan biru, tetapi tidak memiliki rangkaian bunga gantung seperti kedua temannya. Hubungan Koyomi dan Akari yang diwakili oleh bunga-bunga mereka terpisah dari Yuu, jadi bunga-bunga mereka hanya tergantung di atas meja mereka dan mereka disibukkan dengan pikiran atau aktivitas masing-masing. Bunga-bunga itu juga hampir seperti dua tirai, memisahkan Yuu dari keinginan terdalam teman-temannya karena dia tidak dapat sepenuhnya memahami mereka, tidak dapat merasakan perasaannya sendiri.

Yuu kemudian menghilang, hanya meninggalkan hadiah planetarium Touko di mejanya sementara Koyomi dan Akari tetap bersama bunga-bunga mereka.

Yuu kemudian berdiri di bawah sejumlah bunga yang menggantung, yang paling menonjol tampaknya adalah bunga hujan ungu (Wisteria sinensis) atau fuji (藤). Wisteria memiliki banyak makna simbolis dalam kebudayaan Jepang, terutama ketahanan bahkan dalam menghadapi penolakan atau sakit hati karena penggunaan bunga ini dalam drama kabuki lama, The Wisteria Maiden.

Wisteria mewakili umur panjang, keabadian, serta kesabaran dan pengabdian, oleh karenanya bunga ini sering digunakan sebagai lambang kekuatan cinta yang dapat bertahan melalui ujian waktu. Sebaliknya, dalam floriografi era Victoria, wisteria memiliki makna yang lebih gelap, yakni cinta yang memuakkan atau menyesakkan, dan juga dapat menjadi kata peringatan untuk cinta atau perasaan yang terlalu kuat terhadap orang lain akan berujung menjadi obsesi yang tidak sehat. Di Jepang, bunga ini membawa hanakotoba yang mewakili keberuntungan, kebaikan, umur panjang, sampai dengan dimabuk cinta.

Selain itu, Karena wisteria yang tumbuh merambat dan menjuntai, bunga ini juga dipandang sebagai simbol dari pikiran atau kesadaran yang berkembang. Pun, bunga fuji juga biasa dipakai sebagai ungkapan harapan agar mendapat keberuntungan, menyambut seseorang di kota atau rumah baru, merayakan masa muda, mengekspresikan kasih sayang anda setelah bertemu seseorang yang spesial untuk pertama kalinya, serta kelahiran baru.

Hadirnya origami burung-burung bangau bergabung dengan kelopak bunga di kaki Yuu, kemungkinan menjadi simbol dari harapan atau penyembuhan (bisa saja dimaknai sebagai harapan agar si gadis dapat 'sembuh' dari ketidakmampuannya untuk memahami hal-hal romantis). Bunga wisteria adalah bunga doa dari aliran Shin dalam Buddhism, bentuk Buddhisme yang paling umum dipraktikkan di Jepang, yang berarti refleksi dan kerendahan hati.

Bunga ini sangat cocok untuk merefleksikan karakter Yuu Koito, sebagaimana penonton (dan pembaca manga) mengenal gadis ini melalui sifatnya yang mudah bimbang serta dedikasinya yang luar biasa terhadap sesuatu begitu dia benar-benar telah membuat suatu keputusan. Bunga ini juga mengisyaratkan bahwa, jika Yuu jatuh cinta pada Touko, dia akan menjadi pasangan yang sangat setia dengan kesabaran yang luar biasa. Meskipun dalam serial anime yang seolah-olah hanya menjadi media promosi untuk manga karangan Nio Nakatani ini Yuu tidak pernah menyadari atau mengaitkan perasaannya terhadap Touko sebagai perasaan romantis, tetapi kehadiran wisteria dalam lagu tema pembuka sudah menunjukkan fakta bahwa Yuu berdedikasi kepada Touko.

Touko Nanami: Yuri, Simbol Kepolosan, Kebahagiaan, Kekaguman, Balas Dendam, dan Tipu Daya

Pada mulanya, melanjutkan adegan dalam lagu tema pembuka, setelah Yuu menghilang dari mejanya, bunga-bunga tampak menggantung di atas Touko dan Sayaka, tetapi hanya Sayaka yang jatuh cinta pada Touko. Perasaannya sangat jelas tidak berbalas dalam rangkaian ini, karena dia mengulurkan tangan melalui tirai bunga dan Touko berjalan pergi sebelum ia dapat menggapainya.

Kemudian, Touko dikelilingi oleh bunga lili yang tampak menggantung, yang memiliki banyak arti berbeda tergantung pada warnanya, tetapi paling sering dikaitkan dengan bunga pemakaman. Mengidentifikasi warna bunga-bunga ini sulit karena pencahayaannya yang seperti jingga seolah-olah didapat dari suasana matahari terbenam.

Bunga lili yang berwarna lebih terang bisa jadi kuning, jingga, atau putih, sedangkan yang berwarna lebih gelap bisa jadi ungu atau hitam. Bunga lili putih digunakan dalam serial Girl's Love untuk mewakili cinta di antara para gadis serta kemurnian atau kepolosan. Bunga lili kuning melambangkan kebahagiaan dan persahabatan. Sedangkan, bunga lili jingga melambangkan balas dendam. Bunga lili ungu dikatakan sebagai hadiah yang mengekspresikan kekaguman, prestasi, dan martabat. Terakhir, bunga lili hitam melambangkan kematian, tipu daya, dan kebohongan.

Seperti wisteria yang mewakili karakter Yuu, bunga lili milik Touko juga mengisyaratkan kedalaman dan kompleksitas karakternya. Touko memproyeksikan penampilan ideal dari mendiang kakak perempuannya, Mio, yang percaya diri, tenang, serta bertekad, sekaligus berempati dan mudah didekati.

Secara internal, Touko berkonflik, cemas, dan kesepian. Sebelum Yuu datang, dia juga tidak merasakan perasaan romantis yang kuat terhadap siapa pun, dan telah menolak semua pelamar. Pandangannya, yang terungkap pada episode 6, bahwa cinta pada umumnya adalah emosi yang negatif dan mengikat, dan bahwa Yuu tidak boleh jatuh cinta padanya, mengisyaratkan bahwa gadis perfeksionis ini merasa tidak mampu menerima cinta dari orang lain. Fasad atau topeng yang dipakainya membuat hubungan keduanya semakin rumit, karena Yuu, harus diakui, adalah satu-satunya orang yang membuat Touko dapat merasa dapat benar-benar jujur dan menjadi dirinya sendiri.

Yuu Koito dan Touko Nanami: AjisaiHanamizuki, dan Mokkōbara

Sekuen selanjutnya menampilkan Yuu dan Touko yang berpegangan tangan dan dikelilingi oleh bunga ajisai dengan berbagai warna yang berbeda. Dalam adegan berikutnya, tubuh mereka dililit oleh tanaman merambat dan wajah mereka menjadi seperti topeng. Arti paling umum dari bunga hortensia dalam hanakotoba adalah kebanggaan. dan terkadang permintaan maaf atau rasa terima kasih. Namun, tergantung pada warnanya, hydrangea juga dapat berarti apa saja mulai dari menolak lamaran romantis atau mengecam seseorang karena sifatnya yang dingin (biru); membanggakan diri, kemurnian, serta kelimpahan (putih); dan kekayaan atau mencari pemahaman yang lebih dalam (ungu). Terlepas dari apakah mereka memiliki konotasi negatif atau positif, kehadiran bunga ajisai memberi tahu penonton bahwa ada perasaan yang kuat yang terlibat dalam hubungan kedua karakter utama, baik itu di antara mereka berdua ataupun dengan orang lain.

Pada sekuen penutup, Yuu dan Touko tiba-tiba menghilang dan digantikan oleh bunga dogwood atau hanamizuki (ハナミズキ)dan mawar Lady Banks atau Mokkōbara (モッコウバラ).

Bunga dogwood yang mekar, dalam hanakotoba, dipercaya membawa pesan kelahiran kembali dan juga mengumumkan kasih sayang seseorang. Dalam kasus ini, Yuu berubah menjadi bunga dogwood dan mungkin mendedikasikan dirinya kepada Touko, dan sekali lagi menunjukkan niat romantis meskipun si gadis belum sepenuhnya menyadari perasaannya sendiri.

Sedangkan, mawar berwarna kuning pucat yang muncul menggantikan Touko adalah bunga yang, dalam hanakotoba, selain melambangkan cinta yang abadi dan tak lekang, pengabdian, kemurnian hati, dikatakan juga membawa arti kecemburuan.

Hadirnya bunga-bunga dan posisi mereka di sepanjang lagu tema pembuka dari serial anime Yagate Kimi ni Naru menunjukkan bahwa hubungan Touko dan Yuu adalah hubungan yang penuh keterikatan mendalam (mungkin seumur hidup) yang didasari oleh kekaguman serta berpotensi besar melahirkan kecemburuan atau miskomunikasi kelak di kemudian hari. Hal ini telah ditunjukkan melalui kilasan-kilasan kecil di sepanjang serial. Pun, bilamana makna kehadiran bunga-bunga tersebut adalah benar seperti di atas, namun, maka ikatan yang terjalin di antara Yuu dan Touko hanya akan semakin dalam dan tak terpisahkan di masa depan.

Baca Juga: Hanakotoba dalam Film Anime Garden of Remembrance, dari Anemone yang Lambangkan Perasaan Kehilangan sampai Hanabi yang Simbolkan Keindahan Sementara

Editor : Candra Mega Sari
#bahasa bunga #Yagate Kimi ni Naru #anime #hanakotoba