JawaPos.com - Sebagian besar orang pasti pernah mengonsumsi susu kacang kedelai. Minuman ini memiliki rasa gurih, tekstur yang sedikit creamy, dan aroma khas kacang. Selain dikonsumsi langsung, susu kedelai juga sering diolah menjadi berbagai hidangan seperti kembang tahu, puding, es cincau, kue, dan lainnya.
Susu kedelai dibuat dari biji kacang kedelai yang diolah melalui proses penggilingan dan penyaringan untuk menghasilkan sari kacang dengan tekstur mirip susu. Jika dibandingkan dengan susu nabati lainnya, susu kedelai mempunyai kandungan gizi yang paling mirip susu sapi rendah lemak. Oleh karena itu, tidak jarang susu ini juga sering dikonsumsi sebagai alternatif pengganti susu sapi.
1. Pengganti Alternatif Susu Sapi
Susu kacang kedelai sering dijadikan sebagai opsi alternatif bagi pengidap intoleransi laktosa, penderita alergi, dan seseorang yang menjalani pola makan vegetarian atau tidak menyukai rasa susu sapi.
Susu kedelai tidak mempunyai kandungan laktosa yang dapat mendorong reaksi alergi seperti dalam susu sapi. Susu kedelai juga tidak memiliki kandungan gluten sehingga bisa dikonsumsi penderita alergi gluten atau penyakit celiac.
2. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Sama seperti susu sapi, susu kedelai juga baik untuk meningkatkan imunitas tubuh seseorang. Kandungan vitamin, mineral, dan protein pada susu kacang kedelai diketahui menunjang kinerja sel darah putih dan mampu menghasilkan antibodi tubuh.
Susu kedelai juga dikenal sebagai salah satu sumber antioksidan yang baik bagi tubuh. Antioksidan ini berfungsi melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas serta melawan virus atau bakteri penyebab penyakit.
3. Memelihara Kesehatan Tulang
Tingkat kepadatan tulang seseorang akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Maka dari itu, penting sekali untuk memelihara kesehatan tulang sehingga kepadatan tulang tetap terjaga dan tidak mengalami pengeroposan.
Rutin mengonsumi susu kedelai dinilai ampuh dalam memelihara kesehatan tulang. Kandungan vitamin D dan kalsium yang dimiliki oleh susu ini dapat memperkokoh tulang dan menurunkan risiko osteoporosis.
4. Memelihara Kesehatan Jantung
Susu kedelai merupakan salah satu sumber antioksidan, protein, kalium, dan omega-3 yang baik bagi tubuh. Keempat nutrisi tersebut mampu mengurangi kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik dalam tubuh. Susu ini juga mampu mempertahankan tekanan darah agar tetap stabil. Oleh karena itu, mengonsumsi susu kedelai dapat menurunkan risiko terkena penyakit jantung.
Baca Juga: Ramalan Zodiak 19 November 2024: Pembawa Hoki Tentang Karier, Cinta, dan Kesehatan
5. Menurunkan Risiko Terserang Penyakit Kanker
Susu kedelai memiliki kemampuan dalam menghambat dan mencegah pertumbuhan sel kanker, khususnya kanker prostat pada laki-laki dan kanker payudara pada wanita. Hal ini karena susu kacang kedelai mengandung isoflavon yang baik untuk tubuh.
Selain konsumsi susu kacang kedelai, anda juga disarankan untuk menerapkan pencegahan kanker lainnya, seperti menjalani pola makan sehat, berhenti merokok, tidak minum alkohol, mengelola stres, dan berolahraga secara rutin.
6. Mencegah Anemia
Manfaat kedelai satu ini berasal dari kandungan folat, zat besi, dan vitamin B12 yang mempunyai peran penting untuk memproduksi sel darah merah. Susu kedelai termasuk sumber nutrisi yang baik untuk mencegah anemia pada seseorang yang menjalani pola makan vegetarian.
7. Mengurangi Gejala Menopause
Berkurangnya produksi hormon estrogen seiring pertambahan usia dapat menyebabkan gejala menopause yang mengakibatkan vagina kering, kelelahan, dan rasa panas atau berkeringat pada malam hari.
Mengonsumsi susu kedelai secara rutin diyakini dapat mengurangi gejala tersebut. Susu ini mempunyai kandungan isoflavon yang bersifat estrogen sehingga berperan menjaga kadar hormon estrogen dalam tubuh agar tetap seimbang.
Dalam jumlah yang cukup, susu kacang kedelai aman untuk dikonsumsi semua kalangan, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan pengidap kanker payudara. Meskipun begitu, pastikan bahwa anda tidak mempunyai alergi terhadap kacang kedelai.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah