Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Enam Rempah yang Perlu Dihindari Selama Kehamilan, Ketahui Alasan dan Risikonya Bagi Ibu dan Janin

Nurul Fitriyah • Selasa, 5 November 2024 | 14:30 WIB
Ilustrasi bawang putih
Ilustrasi bawang putih

JawaPos.com - Rempah-rempah merupakan bagian tak terpisahkan dari berbagai masakan dan budaya kuliner. Selain memberikan cita rasa yang kaya, rempah-rempah juga mengandung beragam nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, tidak semua rempah aman dikonsumsi selama kehamilan. Beberapa jenis rempah mengandung senyawa yang dapat memicu kontraksi rahim atau mengganggu perkembangan janin.

Berikut adalah enam rempah-rempah yang sebaiknya dihindari selama kehamilan untuk menghindari risiko kesehatan, dilansir dari laman Momjunction.com, Selasa (5/11).

1. Kelabat

Kelabat sering digunakan sebagai bumbu masakan, namun perlu dihindari selama kehamilan karena dapat memicu kontraksi rahim. Efek stimulan dari kelabat dapat menimbulkan risiko kesehatan, terutama pada trimester awal.

Kelabat berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung dan diare yang mengganggu kenyamanan ibu hamil. Konsumsi dalam dosis tinggi juga bisa mempengaruhi perkembangan janin, sehingga sebaiknya kelabat tidak dikonsumsi selama kehamilan.

2. Asafetida

Asafetida adalah rempah yang umum digunakan dalam masakan sehari-hari, namun efeknya cukup berbahaya bagi ibu hamil. Kandungan alami asafetida dapat memicu kontraksi rahim yang berpotensi menyebabkan keguguran.

Penggunaan berlebihan juga meningkatkan risiko perdarahan, terutama bagi ibu yang sensitif. Menghindari asafetida selama kehamilan dapat membantu menjaga kesehatan janin dan mengurangi risiko komplikasi.

3. Bawang Putih

Bawang putih memiliki banyak manfaat, tetapi penggunaannya perlu dibatasi selama kehamilan. Konsumsi dalam jumlah besar bisa menyebabkan iritasi lambung dan memperbesar risiko perdarahan.

Senyawa alami di dalam bawang putih berpotensi beracun jika dikonsumsi secara berlebihan oleh ibu hamil. Untuk menjaga kesehatan janin, sebaiknya konsumsi bawang putih tetap dalam batas wajar.

4. Angelika

Angelika mengandung senyawa yang dapat menyebabkan pengenceran darah, sehingga penggunaannya tidak disarankan selama kehamilan. Pengenceran darah yang tidak terkontrol bisa meningkatkan risiko perdarahan, terutama pada ibu dengan kondisi medis tertentu.

Sifat angelika yang kuat ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan ibu dan janin. Demi keamanan, angelika sebaiknya tidak dikonsumsi saat masa kehamilan.

Baca Juga: Pejuang ASI Perlu Tahu, Ini Tujuh Cara Menentukan Frekuensi Menyusui Bayi yang Tepat dan Nyaman

5. Permen Peppermint

Permen peppermint sering dinikmati dalam bentuk teh atau minyak, namun perlu dihindari saat hamil. Peppermint memiliki efek relaksasi pada otot rahim yang bisa memicu keguguran pada awal kehamilan.

Minyak peppermint jika digunakan di kulit juga bisa memicu menstruasi. Penggunaan peppermint sebaiknya dihentikan demi menjaga kesehatan janin dan menghindari risiko komplikasi.

6. Biji Wijen

Biji wijen, meskipun bergizi, perlu diwaspadai selama kehamilan karena risiko kontaminasi Salmonella. Biji wijen yang terkontaminasi dapat menyebabkan infeksi bakteri yang berbahaya bagi ibu dan janin.

Produk olahan wijen seperti saus tahini dan bubur hummus perlu dihindari untuk mencegah resiko keracunan makanan. Infeksi ini bisa berakibat serius bagi kehamilan, sehingga sebaiknya konsumsi biji wijen dikurangi.

Memahami rempah yang perlu dihindari selama kehamilan membantu menjaga kesehatan ibu dan janin. Konsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menambah rempah-rempah baru ke dalam makanan juga penting dilakukan.

 

Editor : Candra Mega Sari
#kehamilan #rempah #risiko kesehatan #ibu hamil