Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Pejuang ASI Perlu Tahu, Ini Tujuh Cara Menentukan Frekuensi Menyusui Bayi yang Tepat dan Nyaman

Nurul Fitriyah • Selasa, 5 November 2024 | 11:30 WIB

Ilustrasi menyusui
Ilustrasi menyusui
JawaPos.com - Pada awal kehidupan, bayi memiliki kebutuhan menyusui yang sangat dinamis dan bervariasi. Memahami pola frekuensi menyusui sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi serta merangsang produksi Air Susu Ibu (ASI).

Frekuensi menyusui merupakan interval atau jarak waktu antara setiap sesi menyusui dalam sehari. Secara umum, bayi baru lahir biasanya menyusu sebanyak delapan hingga dua belas kali dalam sehari, namun jumlah ini dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan individu bayi dan laju pertumbuhannya.

Mengetahui frekuensi menyusui yang ideal penting untuk memastikan bayi mendapatkan asupan ASI yang cukup. Frekuensi yang tepat akan merangsang produksi ASI secara berkelanjutan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan tumbuh kembang bayi.

Berikut adalah tujuh cara efektif untuk menentukan frekuensi menyusui bayi yang tepat dan nyaman, sebagaimana dikutip dari laman Babycenter.ca, Selasa (5/11).

1. Menyusui di Minggu Pertama

Pada minggu pertama kehidupan, bayi menyusu dengan frekuensi tinggi dan pola yang tidak teratur. Kebutuhan nutrisi bayi sangat penting di tahap ini, sehingga sering menyusu membantu membangun suplai ASI.

Bayi biasanya meminta menyusu setiap 90 menit hingga tiga jam, baik di siang maupun malam hari. Pola menyusui ini membantu perkembangan awal dan memberi dasar bagi rutinitas yang lebih stabil di minggu-minggu berikutnya.

2. Delapan Kali Menyusui Sehari

Setelah minggu pertama, kebanyakan bayi membutuhkan setidaknya delapan kali sesi menyusui dalam sehari. Frekuensi ini memastikan bayi mendapatkan cukup nutrisi, dan membantu mempertahankan suplai ASI yang cukup bagi ibu.

Dengan lebih sering menyusui, tubuh akan merespon dengan meningkatkan produksi ASI sesuai kebutuhan bayi. Pola ini juga membantu bayi merasa kenyang lebih lama di antara sesi menyusui.

3. Teknik Menyusui yang Benar

Posisi menyusui yang tepat penting agar bayi bisa memperoleh ASI dengan baik. Bayi yang menempel dengan benar pada payudara lebih mudah menghisap ASI tanpa menimbulkan rasa sakit pada ibu.

Teknik ini memastikan bayi mendapatkan susu pertama yang menghilangkan dahaga dan susu terakhir yang lebih kental dan penuh nutrisi. Jika ada kesulitan, konsultan laktasi dapat membantu memastikan posisi dan teknik menyusui yang benar.

4. Menyusui di Malam Hari

Produksi ASI meningkat secara alami di malam hari berkat hormon prolaktin. Menyusui di malam hari memanfaatkan peningkatan hormon ini, membantu mempertahankan suplai ASI yang cukup.

Baca Juga: Tujuh Rahasia Menjaga Kesehatan Tulang agar Tetap Kuat dan Terhindar dari Risiko Osteoporosis

Dengan menyusui secara teratur pada malam hari, tubuh merespons kebutuhan bayi akan ASI secara maksimal. Ritme menyusui malam hari ini juga penting untuk menjaga kebutuhan nutrisi bayi selama 24 jam penuh.

5. Pertumbuhan dan Perubahan Pola

Bayi akan mengalami fase percepatan pertumbuhan, yang seringkali membuatnya lebih lapar dari biasanya. Pada masa ini, bayi mungkin menyusu lebih sering atau lebih lama, merangsang tubuh untuk menghasilkan lebih banyak ASI.

Perubahan pola ini penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya yang meningkat. Menyusui secara fleksibel selama periode ini membantu menjaga ketersediaan ASI sesuai permintaan bayi.

6. Mengikuti Kebutuhan Bayi

Bayi mampu mengatur kebutuhan menyusu sesuai dengan selera makannya sendiri. Dengan membiarkan bayi menyusu pada satu payudara hingga selesai, bayi akan mendapatkan ASI awal yang cair dan ASI akhir yang lebih kental.

Jika masih lapar, bayi dapat melanjutkan ke payudara berikutnya untuk asupan tambahan. Pola ini memastikan bayi mendapatkan keseimbangan antara ASI yang menghilangkan dahaga dan ASI yang kaya nutrisi.

7. Menyusui Sesuai Permintaan

Menyusui sesuai permintaan memberi fleksibilitas bagi ibu dan kenyamanan bagi bayi. Ritme ini membantu memenuhi kebutuhan bayi tanpa harus terpaku pada jadwal tertentu.

Frekuensi menyusui dapat disesuaikan kapan saja bayi merasa lapar, memungkinkan bayi memperoleh semua ASI yang dibutuhkannya. Dengan cara ini, ibu bisa menjaga kestabilan produksi ASI dan bayi mendapatkan nutrisi terbaik di setiap sesi menyusui.

Menentukan frekuensi menyusui yang sesuai akan memberi kenyamanan bagi bayi dan ibu. Menyusui secara teratur membantu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi dengan maksimal.

Editor : Candra Mega Sari
#bayi #menyusui #asi #pejuang asi