Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Gimai Seikatsu: Mereka yang Semula Asing dan Tiba-tiba Harus Hidup Sebagai Saudara, Mampukah untuk Bersikap Biasa atau Malah Tumbuh Rasa?

Erie Dewangga • Senin, 4 November 2024 | 15:30 WIB
Saki Ayase dan Yuuta Asamura, protagonis Gimai Seikatsu, dua remaja yang tiba-tiba menjadi saudara. (Dok. YouTube: Crunchyroll)
Saki Ayase dan Yuuta Asamura, protagonis Gimai Seikatsu, dua remaja yang tiba-tiba menjadi saudara. (Dok. YouTube: Crunchyroll)

JawaPos.com — Dalam beberapa kasus, pernikahan kedua di antara para orang tua tunggal bisa saja terjadi, dengan anak masing-masing dibawa ke dalam keluarga barunya.

Premis tersebut sudah cukup sering diangkat ke berbagai media seperti anime, manga, pun novel ringan; sebut saja serial anime drama-romantis Domestic na Kanojo dari manga fenomenal karya Kei Sasuga, anime komedi-romantis berjudul Mamahaha no Tsurego ga Motokano Datta (My Stepmom’s Daughter Is My Ex) adaptasi novel ringan karangan Kyousuke Kamishiro, atau sederet judul-judul lainnya. Tak terkecuali serial romantis Gimai Seikatsu atau Days with My Stepsister yang mengisi entri pada listikel judul anime musim panas kemarin.

Gimai Seikatsu, semula merupakan novel ringan karangan Mikawa Ghost yang diilustrasikan secara cantik oleh Hiten. Proyek alih-wahananya sendiri dikerjakan oleh Studio Deen (Fate/Stay NightSankareaKonoSuba) di bawah arahan Takehiro Ueno yang baru saja menjalani debutnya sebagai sutradara suatu serial animasi secara penuh.

Baca Juga: Too Many Losing Heroines: Anime Komedi-Romantis tentang Kisah Kasih Para Gadis SMA yang Singkat, Padat, dan Rungkad

Bercerita tentang dua remaja, Yuuta Asamura (VA: Kouhei Amasaki) dan Saki Ayase (VA: Yuki Nakashima), yang sudah asing sejak awal, tapi tiba-tiba saja harus segera menjadi saudara dikarenakan kedua orang tua mereka yang memutuskan untuk menjalani hidup di bawah atap yang sama. Praktis, mau-tidak mau, keduanya pun diharuskan untuk cepat-cepat beradaptasi dengan berbagai perubahan yang hadir ke dalam hidup masing-masing.

Penasaran dengan bagaimana keseharian Yuuta dan Saki yang tiba-tiba menjadi saudara? Bisakah keduanya menjalani kehidupan satu atap dengan biasa? Yuk, simak artikel berikut mengulas serial anime Gimai Seikatsu yang sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan para wibu di dalam dan luar negeri pada musim panas kemarin ini.

Berawal dari Orang Asing dan Mendadak Jadi Saudara, Bisakah Bersikap seperti Biasa?

Mengutip situs MyAnimeList, serial anime romansa slowburn ini mengisahkan tentang Yuuta Asamura, remaja berusia tujuh belas tahun yang tinggal bersama ayahnya. Suatu hari, dirinya mengetahui bahwa ia akan memiliki saudara tiri, karena ayahnya bertemu dengan seorang wanita yang membuatnya bahagia, dan mereka berencana untuk hidup bersama. Yuuta paham, tetapi ia tidak yakin bagaimana caranya menghadapi dinamika keluarga yang baru.

Saat perkenalan pertama, keduanya bertukar kata dan dengan cepat membangun kesaling-pengertian di antara satu sama lain. Mereka berjanji untuk menjaga hubungan baik tanpa terlalu banyak mencampuri kehidupan sehari-hari masing-masing. Namun, Saki tidak yakin bagaimana ia mesti hidup bersama orang lain di bawah satu atap, terutama anggota keluarga dekat. Dikarenakan pekerjaan ibunya, ia selalu disapa oleh suasana rumah yang sunyi-senyap sepulang sekolah sehingga tak pernah tahu bagaimana interaksi antar-anggota keluarga yang semestinya.

Baca Juga: 13 Rekomendasi Anime Horor Teman Nonton Tengah Malam yang Bisa Buat Bergidik Ngeri Sebab Tak Lagi Merasa Sendiri

Kedua remaja itu mesti belajar cara hidup bersama sebagai keluarga dan menikmati kebersamaan. Namun, mereka masih sama-sama canggung dan belum sepenuhnya merasa nyaman satu sama lain.

Sejak saat itu, hidup keduanya pun berubah drastis. Lambat laun, Saki mulai menyadari bahwa Yuuta bukan lagi sekadar teman bicaranya; begitupun dengan Yuuta.

Tidak sulit untuk menebak bahwa hubungan baik dan saling pengertian dalam rumah tangga Asamura-Ayase secara bertahap berkembang menjadi sesuatu yang lebih dalam, tetapi itu bukan hal yang luar biasa, karena mereka tidak pernah benar-benar menjadi keluarga sejak awal.

Namun, karena berbagai alasan, baik Saki maupun Yuuta mencoba untuk menekan perasaan mereka demi orang tua masing-masing, yang akhirnya menemukan kebahagiaan di tengah kesibukan hidupnya. Selain itu, tidak satu pun dari mereka pernah menjalin hubungan sebelumnya, membuat mereka tidak yakin dengan perasaan yang mulai tumbuh terhadap satu sama lain.

Seiring berjalannya waktu, menekan perasaan asing yang mulai bersemi dalam benak pun menjadi semakin sulit dan terasa kian membebani hidup masing-masing. Keduanya takut untuk melangkah maju, takut akan kurangnya pemahaman dari pihak lain, dan takut akan merusak kebahagiaan yang baru saja ditemukan oleh ayah-ibu mereka.

Pada akhirnya, mampukah Yuuta dan Saki untuk memahami perasaan masing-masing, apakah itu rasa cinta antar-anggota keluarga atau malah cinta sebagai sepasang kekasih yang mereka rasakan?

Buku Harian dan Pemutar Kaset, Perangkat Cerita untuk Pahami Kemelut Batin Tokoh Utama

Banyak yang berkomentar betapa realistisnya Gimai Seikatsu. Namun, yang paling memikat adalah pendekatan artistik yang digunakan para staf untuk menceritakan kisah ini dengan mana cara mereka menggambarkan pergulatan batin para protagonis ke dalam bentuk buku harian serta pemutar kaset menambah keunikan serial ini.

Tentu, ini bukan pertama kalinya sebuah media memakai perangkat-perangkat penceritaan seperti itu untuk menceritakan kilas balik, tetapi dalam Gimai Seikatsu, cara tersebut benar-benar melekat dan membantu penonton untuk lebih memahami pola pikir serta psikologis Saki.

Memberi dan Menerima, Menyoal Hal-hal Mendasar dalam Hubungan Sosial dan Lain-lain

Walaupun di permukaan, bagi orang awam, serial Gimai Seikatsu ini bisa jadi disalahpahami sebagai anime yang menjurus pada hubungan terlarang, tetapi sebenarnya alih wahana dari novel ringan karangan Mikawa Ghost ini tidaklah demikian. Justru, anime ini malah memberikan banyak sekali pelajaran berharga terkait hubungan sosial dalam berkeluarga dan bermasyarakat.

Di bawah pengaruh Yuuta dan karena perasaannya yang berkembang, Saki benar-benar mengubah pandangannya tentang kehidupan. Ia yang awalnya seorang individualis ekstrem yang terkadang membuat pernyataan yang cukup radikal atau bahkan feminis, mulai menyadari nilai memiliki seseorang untuk diandalkan, dan bahwa dukungan orang lain bisa diberikan tanpa pamrih.

Hal ini sangat menyentuh, terutama karena penulis cerita secara efektif menunjukkan dampak dari dibesarkan oleh orang tua tunggal. Baik Saki maupun Yuuta kekurangan sesuatu yang krusial karena ketidakhadiran salah satu orang tua mereka selama tahun-tahun pembentukan kehidupan mereka.

Hikmah lain yang cukup mengena adalah terkait kejujuran terhadap apa yang sedang dirasakan: jangan abaikan perasaanmu, berdamailah dengan hatimu. Perasaan, bagi sebagian orang, adalah hal yang egois, dan memendamnya serta berpura-pura tidak ada justru tidak akan berhasil dan hanya akan berakhir dengan luka.

Anda bisa menutup mata dari hal-hal yang tidak ingin dilihat, tapi anda tidak bisa menutup hati dari hal-hal yang tidak ingin dirasakan.

Perpaduan Eklektik Antara yang Luar Biasa dan yang Biasa demi Lampaui Batasan Alih Wahana

Mungkinkah sebuah judul dengan nilai produksi yang sangat rendah bisa menjadi benar-benar luar biasa, yang menjanjikan sebuah pengalaman menonton nan memuaskan yang tidak akan anda bahas kekurangannya? Jawabannya tentu saja bisa.

Tanpa arahan yang luar biasa dari Takehiro Ueno, Gimai Seikatsu mungkin akan menjadi adaptasi anime yang sepintas lalu. Meskipun baru menjalani debutnya, tapi dia dapat membuktikan dirinya pantas untuk menangani proyek alih wahana novel ringan karangan Mikawa Ghost ini dengan mana berhasil membawa serial ini untuk memenangi tiga kategori penghargaan anime sekaligus dari AniTrend (Anime Romantis Terfavorit, Anime Drama Terfavorit, dan Pasangan Terfavorit).

Mempertimbangkan kepekaan estetika yang luar biasa dari materi cukup sulit dengan mana terdapat banyak monolog di antara para tokohnya, maka bisa dibilang Gimai Seikatsu adalah adaptasi animasi yang direkomendasikan bagi orang-orang yang menghargai aspek sinematografi anime yang luar biasa dan menaruh perhatian lebih terhadap detail-detail visual penyampaian cerita.

Editor : Hendra
#anime #Gimai Seikatsu #manga