JawaPos.com – Diet cacar air berfokus pada pilihan makanan yang dapat mendukung proses penyembuhan dan meningkatkan sistem imun tubuh. Dengan memahami makanan terbaik dan terburuk dalam diet ini, pemulihan dari cacar air dapat menjadi lebih cepat dan efektif.
Cacar air atau varicella merupakan infeksi virus yang disebabkan oleh virus varicella-zoster, ditandai dengan munculnya ruam berisi cairan yang gatal. Penyakit ini umumnya lebih umum pada anak-anak, namun dapat menyerang siapa saja yang belum pernah terinfeksi atau divaksinasi.
Diet selama cacar air sangat krusial untuk mengurangi gejala dan mempercepat proses penyembuhan. Memilih makanan yang tepat mendukung tubuh agar bisa pulih dengan baik. Berikut diet cacar air berupa lima makanan terbaik dan empat terburuk untuk mempercepat proses pemulihan yang efektif dilansir dari laman tataaig.com oleh JawaPos.com, Minggu (20/10).
Lima makanan bagi penderita cacar air:
- Makanan Lunak
Makanan lunak membantu meredakan iritasi. Ketika cacar air menyerang, ruam bisa muncul di mulut dan tenggorokan, menyebabkan ketidaknyamanan saat makan.
Makanan seperti kentang tumbuk, telur orak-arik, dan tahu menjadi pilihan yang tepat. Kelembutan makanan ini menjaga kenyamanan saat berproses pemulihan.
Contoh kentang tumbuk mudah ditelan dan tidak menyebabkan iritasi. Telur orak-arik kaya akan protein dan lembut di mulut.
- Makanan Dingin
Makanan dingin memberikan kenyamanan pada tubuh. Suhu tinggi yang disebabkan demam dapat membuat ketidaknyamanan semakin terasa.
Es krim dan yogurt menjadi solusi untuk meredakan panas. Keduanya juga membantu menjaga hidrasi dan memberikan rasa menyegarkan.
Misal es krim yang lembut bisa menenangkan tenggorokan yang sakit. Yogurt dingin memberikan manfaat probiotik sekaligus menyegarkan.
Baca Juga: Temukan 10 Sayuran Wajib Saat Diet, Sehat dan Lengkap dari Serat Hingga Protein
- Makanan Hambar
Makanan hambar sangat ideal selama cacar air. Makanan pedas atau asin dapat memperparah luka di mulut dan tenggorokan.
Roti panggang, nasi, dan pasta memberikan asupan karbohidrat tanpa menambah iritasi. Pemilihan makanan ini membantu menjaga kenyamanan saat makan.
Seperti roti panggang dapat dinikmati dengan mudah dan tidak menyebabkan ketidaknyamanan. Nasi menjadi sumber energi yang mudah dicerna dan tidak mengiritasi.
- Sayuran dan Buahtidak Asam
Sayuran dan buah tidak asam membantu mengurangi peradangan. Memilih jenis yang tidak bersifat asam menghindarkan tubuh dari peningkatan histamin.
Pisang, mentimun, dan brokoli kaya nutrisi dan aman untuk dikonsumsi. Memasukkan makanan ini mendukung sistem kekebalan tubuh.
Contoh pisang lembut dan mudah dimakan serta kaya potassium. Mentimun menyegarkan dan membantu menjaga hidrasi.
- Cairan
Kecukupan cairan sangat penting untuk pemulihan. Dehidrasi dapat memperburuk gejala cacar air. Memastikan asupan air, air kelapa, atau teh herbal menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Ini berperan besar dalam mempercepat proses penyembuhan. Misal air kelapa memberikan elektrolit penting dan menyegarkan. Teh herbal hangat membantu meredakan tenggorokan yang sakit sekaligus memberikan kenyamanan.
Empat Makanan yang Harus Dihindari Selama Cacar Air:
- Makanan Pedas dan Asin
Makanan pedas dan asin harus dihindari. Keduanya dapat memperparah iritasi pada luka lecet di mulut dan memperlambat proses pemulihan.
Bahan seperti cabai dan bawang putih dapat menyebabkan ketidaknyamanan lebih lanjut. Menghindari saus pedas dan makanan asin seperti popcorn serta kaldu sangat penting untuk menjaga kenyamanan.
Seperti mengonsumsi makanan pedas dapat membuat ruam di mulut semakin menyakitkan. Kaldu asin dapat menambah rasa tidak nyaman pada tenggorokan yang sudah sakit.
- Makanan Renyah
Makanan renyah dapat mengiritasi luka di mulut. Tekstur kasar dari keripik dan biji-bijian dapat menyebabkan rasa sakit dan memperpanjang waktu pemulihan.
Penting untuk memilih makanan yang lebih lembut agar proses penyembuhan berlangsung lebih cepat. Menghindari makanan ini membantu menjaga kenyamanan saat makan.
Contoh keripik dapat melukai bagian mulut yang terkena cacar air. Pretzel atau roti garam yang keras juga bisa menambah iritasi yang sudah ada.
- Makanan Berlemak
Makanan berlemak seperti daging merah dan keju dapat memperburuk gejala. Lemak jenuh dan trans membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras, meningkatkan risiko peradangan.
Memilih makanan rendah lemak membantu mendukung proses penyembuhan yang lebih baik. Menghindari makanan ini sangat disarankan untuk mempercepat pemulihan.
Misal keju dapat membuat perut terasa tidak nyaman dan memperlambat proses penyembuhan. Daging merah seringkali sulit dicerna dan dapat menambah beban pada tubuh.
- Makanan Asam
Makanan asam dapat meningkatkan peradangan. Histamin yang ada dalam makanan seperti jeruk dan tomat dapat memperburuk gejala cacar air.
Menghindari makanan ini sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan mempercepat pemulihan. Pilihan makanan tidak asam membantu mengurangi rasa gatal dan iritasi.
Seperti mengkonsumsi jeruk dapat menyebabkan rasa gatal di mulut semakin parah. Tomat dalam bentuk jus bisa memperburuk luka yang ada di mulut.
Mengetahui makanan yang perlu dikonsumsi dan harus dihindari selama cacar air sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan mendukung proses pemulihan yang lebih baik. Memilih makanan yang tepat dan menghindari yang tidak sesuai dapat mempercepat pemulihan dari sakit cacar air.
Editor : Hendra