Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Frieren Beyond Journey's End: Napak Tilas di Akhir Perjalanan, Kontemplasi Esensi Waktu dan Dinamika Hubungan Manusia

Erie Dewangga • Minggu, 13 Oktober 2024 | 17:00 WIB

Frieren Beyond Journey’s End mengajak Anda untuk mencari jawabannya. (Dok. IMDb)
Frieren Beyond Journey’s End mengajak Anda untuk mencari jawabannya. (Dok. IMDb)

JawaPos.com — Hampir bersamaan dengan peringatan 1st anniversary dari penayangan perdana Frieren: Beyond Journey’s End, melansir cuitan dari akun X/Twitter resmi mereka (@Anime_Frieren), para penggemar anime ini sedang berbahagia, pasalnya mereka baru saja mendapat angin segar perihal kabar kelanjutan musim keduanya!

Frieren: Beyond Journey’s End adalah serial anime yang diadaptasi dari manga populer karya Tsukasa Abe dan Kanehito Yamada ini, melansir situs MyAnimeList, sampai sekarang masih betah bertahta di urutan pertama untuk kategori anime terbaik dengan skor 9,33.

Sebenarnya bercerita tentang apa sih, anime Frieren: Beyond Journey’s End yang tayang pada musim gugur tahun lalu ini?

Sebagus apa memangnya serial garapan Keiichirou Saitou ini sampai bisa mendapat peringkat satu dari listikel anime terbaik versi situs MynimeList dan bahkan sanggup bertahan selama satu tahun?

Penasaran dengan alasannya? Yuk, simak ulasan berikut ini!

Menceritakan Hal-hal yang Terjadi setelah Berakhirnya Sebuah Kisah

Serial anime yang diproduksi oleh studio Madhouse ini berusaha untuk menemukan apa yang ada di balik akhir dari kisah-kisah fantasi klasik, apa yang terjadi setelah sebuah kisah petualangan itu selesai? Sebab, bukankah sebuah akhir sejatinya merupakan awal dari sesuatu yang baru?

Mengutip situs MyAnimeList, Frieren: Beyond Journey’s End berkisah tentang apa yang terjadi pada Kelompok Pahlawan — Frieren si Elf Penyihir, Himmel sang Pahlawan, Pendeta Heiter, dan Prajurit Eisen — setelah mereka berhasil menumbangkan sang Raja Iblis.

Baca Juga: Viral Tren Boyfriend Application Sudah Sampai Tangerang Selatan, Terobosan Baru atau Hanya Sensasi dalam Pencarian Pasangan di Era Digital?

Di atas angkutan kereta kuda yang membawa mereka pulang, keempatnya mengenang perjalanan mereka selama satu dekade. Setelah berpetualang bersama selama sepuluh tahun sampai tujuan mereka tercapai, kini yang tersisa adalah sebuah tanya: apa yang akan mereka lakukan setelah ini?

Dan di bawah indahnya hujan meteor yang menandai bergantinya sebuah era, sebuah janji pun terucap untuk bertemu kembali demi melihat peristiwa langit yang sama kelak 50 tahun kemudian.

Namun, waktu berlalu dengan cara yang berbeda bagi ras elf seperti Frieren. Waktu sepuluh tahun yang dihabiskannya bersama Himmel, Heiter, dan Eisen hanya setara dengan sekejapan mata bagi si Penyihir yang telah hidup selama lebih dari seribu tahun.

Karena pemahamannya tentang waktu yang berbeda, ia pun tampak tidak memiliki perasaan yang kuat terhadap rekan-rekannya. Tapi semua berubah ketika ia mesti menghadiri pemakaman Himmel sang Pahlawan: tangis sang Elf pun pecah berderai dan air matanya sampai menganak sungai begitu deras di pipinya.

Frieren pun perlahan mulai menyadari bagaimana hari-hari yang dihabiskannya bersama Kelompok Pahlawan benar-benar sangat memengaruhinya. Terlambat memang, tapi si Penyihir Elf ini akhirnya menyesal telah menganggap remeh kehadiran rekan-rekannya dahulu.

Dan bersama rekan-rekannya yang baru, Fern dan Stark, ia pun bertekad untuk belajar lebih memahami manusia serta menciptakan hubungan pribadi yang nyata dengan mereka. Meskipun kisah perjalanan yang berkesan itu telah lama berakhir, kisah baru dari petualangan-nya kembali ke Ende (tempat di mana dulu ia dan Kelompok Pahlawan menumbangkan Raja Iblis) akan segera dimulai.

Tentu bukan hal yang biasa untuk sebuah cerita petualangan-fantasi untuk memulai kisahnya justru dari bagian akhir ketika tujuan telah tercapai dan bukan dari awal-mula sebuah petualangan itu sendiri. Namun, inilah yang membuat serial anime ini menjadi menarik dan layak ditonton sebab kebaruan serta kesegaran ide yang ditawarkan kepada penonton.

Anda akan dibawa pada sebuah petualangan baru, sebuah tujuan yang baru!

Perbedaan Persepsi Waktu Antara yang Fana dan yang Abadi

Frieren: Beyond Journey’s End tidak bermula dari ‘awal’ sebuah kisah petualangan, tetapi justru dimulai dari bagian ‘akhir’-nya.

Di situlah kehebatan Kanehito Yamada dalam meramu cerita di dalam manganya. Kisah yang ditulisnya memadukan fantasi tingkat tinggi dengan selera modern secara mulus, ia terus-menerus menggoda penonton untuk mengikuti cerita yang menjanjikan kisah-kisah emosional yang tidak bertumpu pada nilai kejutan atau aksi-aksi yang tidak perlu.

Cerita Frieren: Beyond Journey’s End bergantung pada persepsi kita dalam memahami esensi waktu dan perjalanan secara penuh.

Serial anime petualangan-fantasi ini, mengutip situs sakugablog, adalah sebuah cerita yang ditulis dengan cermat perihal waktu; bagaimana arus perjalanannya, bagaimana orang-orang yang berbeda melihatnya, dan apa saja jejak nyata yang ditinggalkan kepada dunia beserta penghuninya.

Adalah hal yang cukup jelas, melihat ceritanya yang berkisah setelah pesta fantasi tradisional seusai Kelompok Pahlawan berhasil mengalahkan Raja Iblis, dan tokoh utamanya adalah seorang elf dengan rentang hidup yang hampir abadi, bahwa tema sebenarnya dari serial ini adalah tentang waktu.

Adaptasi anime Frieren: Beyond Journey’s End adalah tontonan yang indah nan memukau, tetapi yang membuatnya benar-benar luar biasa adalah bagaimana serial ini membayangkan latar serta orang-orang di luar batas aslinya, sehingga memperkuat keberadaan mereka sehingga Anda dapat merasakan penuaan mereka hampir secara fisik. Serial ini unggul dalam merangkai cerita tentang penuaan, ingatan, dan bagaimana hubungan manusia meninggalkan jejak fisik yang sama pada dunia seperti waktu itu sendiri.

Perbedaan persepsi waktu ini akan sangat terasa ketika Anda memposisikan dirimu sebagai Frieren si Elf Penyihir, sebab ia yang telah berusia lebih dari seribu tahun dan menganggap waktu sebagai sesuatu yang fana, perlahan mulai mengerti bahwa cara orang-orang melihat waktu tidaklah sama seperti dirinya yang nyaris abadi.

Ajakan untuk Menghargai Setiap Momen dalam Hidup

Jika ada satu hal yang sepenuhnya merangkum pengalaman manusia, mungkin yang paling tepat adalah semua sapaan “halo” serta “selamat tinggal” yang kita berikan dan terima selama hidup.

Sebab hidup manusia begitu singkatnya, meluangkan waktu untuk saling menyapa dengan orang lain adalah berkat kecil. Tentu saja, ada berkat-berkat kecil lainnya: tertawa, berbagi makanan, berjalan-jalan santai, melakukan sesuatu yang baik untuk orang lain, dan mempelajari hal-hal baru.

Dan ketika berbicara tentang berkat-berkat kecil, belajar untuk memperhatikannya adalah setengah dari perjuangan. Menghargainya adalah setengahnya lagi.

Sejak awal anime petualangan-fantasi ini memang telah menunjukkan kesan-kesan emosional tentang keberadaan fisik dari setiap eksistensi di dalamnya. Ada perasaan tenang yang jelas pada estetika adaptasi ini, yang sesuai dengan dunianya yang telah melewati krisis besar sebab pertempuran dengan ras Iblis.

Sebelum Kelompok Pahlawan kembali ke negeri yang menanti mereka, yang akan Anda lihat hanyalah jalanan yang benar-benar terasa seperti telah ada di sana selama beberapa dekade atau bahkan ratusan tahun, buku-buku yang mungkin tidak rusak tetapi telah nyata tergerus waktu. Segala sesuatunya ada, dan menua.

Dan begitu mereka mencapai negeri dan disambut dengan perayaan meriah, Anda akan melihat konsekuensi alami dari penciptaan dunia yang menyiratkan keberadaan yang berkelanjutan. Sekali pandang, Anda tidak hanya bertemu dengan pemandangan kota-kota kuno yang tegak berdiri dengan sejarahnya masing-masing, tapi Anda juga akan melihat berbagai adat-istiadat mereka yang masih eksis, momen-momen spesial seperti perayaan atau festival tertentu yang meriah atau para penduduk dengan segala kenangan tentang mereka yang telah tiada.

Anime Frieren: Beyond Journey’s End tidak perlu terlalu lama untuk menjelajahi seluk-beluk setiap masyarakat yang akan mereka temui, tetapi dengan secara bertahap membangun rutinitas dan pola dunianya dan dengan sendirinya mengisi celah-celah di dalam pikiranmu untuk melengkapi latar yang terasa terus hidup.

Mungkin ada anime-anime lain yang mengangkat tema serupa perihal menghargai setiap momen, besar ataupun kecil, yang terjadi dalam hidup. Namun, Frieren: Beyond Journey’s End adalah salah satu yang terbaik, sebab anime ini akan mengajarkanmu untuk lebih bersyukur atas hal-hal yang Anda alami sepanjang hidupmu.

Esensi dari Pertemuan dan Perpisahan Sebagai Dinamika Hubungan Manusia

Di ujung bubarnya Kelompok Pahlawan, Frieren, sebagai seorang elf, dengan santai mengatakan bahwa mereka akan bertemu dalam 50 tahun lagi untuk menyaksikan hujan meteor berikutnya. Ia sama sekali lupa bahwa waktu yang dimiliki oleh manusia tidaklah tak terbatas seperti dirinya.

Dan betapa terkejutnya Frieren, karena saat dia kembali semua orang telah menua secara drastis.

Sesaat setelah mereka melaksanakan janji untuk melihat hujan meteor yang sama di langit 50 tahun kemudian, Himmel sang Pahlawan pun berpulang. Frieren yang hampir tak pernah terlihat berekspresi, tiba-tiba diliputi emosi setelah pemakamannya. Meskipun waktu yang mereka habiskan bersama terasa singkat baginya, tapi sepuluh tahun bagi manusia adalah bagian besar dari hidup mereka.

Sesuatu yang tidak disadari Frieren selama waktunya bersama kelompok Pahlawan adalah bahwa rekan-rekannya mendedikasikan diri mereka untuk memiliki hubungan sejati dengan Frieren. Sementara itu, bagi Frieren, pada saat itu, kelompok itu hanyalah sekelompok individu yang ada hanya untuk membantunya mencapai tujuannya menemukan mantra serta sihir-sihir baru.

Dia segera menyadari makna sebuah hubungan setelah kematian Himmel. Si Elf Penyihir menyadari bahwa sekarang ia membawa bagian-bagian sang Pahlawan bersamanya: kenangan, emosi, bahkan sampai momen-momen tak penting sekalipun.

Dalam semua waktu yang mereka habiskan bersama, dari saat mereka mengucapkan ‘halo’, hingga saat mereka mengucapkan ‘selamat tinggal’, Frieren dan Himmel ternyata memiliki hubungan. Bukan hubungan yang romantis memang, tetapi hubungan yang umum bagi semua manusia.

Dan meskipun hubungan itu rumit dan unik bagi setiap orang, hubungan itu juga sangat mirip bagi manusia secara keseluruhan. Cara hubungan ini tumbuh seperti bibit: dari pengakuan kecil, menjadi pohon tinggi dengan cabang-cabang yang berkelok-kelok saat ikatan emosional terbentuk.

Anda akan melihat ikatan-ikatan emosional ini ketika menonton Frieren: Beyond Journey’s End melalui adegan-adegan kilas balik yang menggaung antara perjalanan masa lalu dan masa kini dari si Elf Penyihir.

Frieren yang dulu mengira dia tidak tahu apa-apa tentang Himmel, Heiter, dan Eisen, lantas menemukan, melalui perjalanannya dengan murid-muridnya, Fern dan Stark, bahwa pengetahuannya tentang teman-teman lama ini sebenarnya cukup dalam. Dan bukan hanya itu, dia juga membangun lebih banyak koneksi dengan orang-orang baru setiap harinya.

Melihat Frieren benar-benar mulai memahami esensi waktu dalam perspektif manusia seperti melihat cermin. Terasa filosofis memang, tapi kesan inilah yang akan membuatmu mulai melihat keindahan dalam hal-hal yang mungkin belum pernah Anda lihat sebelumnya. Mampu melihat sesuatu dan mengakui serta menghargainya sebagai bagian dari dunia saya, entah itu makanan atau seni atau pohon besar, seperti melihat dunia dengan perspektif baru.

Singkatnya, serial Frieren: Beyond Journey’s End ini merupakan anime fantasi yang hebat tentang pertemuan, perpisahan, perjalanan, serta hubungan dan pengalaman manusia yang sangat layak untuk Anda tonton!

Editor : Hendra
#anime