JawaPos.com - Musik gaya Hip Hop adalah musik yang dikembangkan oleh masyarakat Afro-Amerika dan Latin-Amerika pada tahun 1970an. Musik ini merupakan gabungan dari gaya rapping, DJ, dan breakdance, dan terkadang dipadukan dengan beatbox. Lagu-lagu dengan genre hip hop dengan mudah menjadi favorit anak-anak muda sejak pertama kali muncul hingga anak-anak generasi sekarang.
Psikolog dan terapis yang menggunakan terapi musik untuk pasien kejiwaan dan saraf otak telah membuktikan bahwa lagu rap dan hip hop juga dapat digunakan untuk terapi tersebut.
Lagu hip hop terbukti dapat mengurangi depresi dan kecemasan, memperbaiki emosi, memperluas komunikasi dan kemampuan interpersonal, serta meningkatkan kepercayaan diri pada pasien.
Program Hip Hop H.E.A.L.S.
Dr. Jaleel Abdul-Adil memulai terapi hip hop pada awal 90an pada sebuah kelompok berisi lebih dari 20 laki-laki Afrika-Amerika muda.
Untuk memulai percakapan, Dr. Abdul-Adil menggunakan lagu-lagu hip hop untuk menarik perhatian subjek-subjeknya. Karena musik hip hop adalah salah satu minat mereka, Dr. Abdul-Adil dengan mudah mendapatkan perhatian mereka.
Pada saat itu, subjek-subjeknya memiliki latar belakang yang ekstrim dan kasar, serta Dr. Abdul-Adil tidak memiliki ekspektasi terapinya tersebut dapat mengubah mereka menjadi lebih baik. Tapi paling tidak sebagian besar dari mereka menyelesaikan program tersebut.
Dari situ, Dr. Abdul-Adil mengembangkan lebih lanjut program terapinya itu dengan berkonsultasi ke orang-orang ahli dan membuktikan bahwa lagu hip hop membuktikan memiliki manfaat terapetik.
Pada tahun 2002, beliau bergabung dengan Chicago School sebagai dosen untuk menyebarkan pengetahuian yang ia dapatkan dari terapi hip hop.
Dr. Jaleel Abdul-Adil memberi nama programnya Hip Hop H.E.A.L.S. (Helping Everyone Achieve Liberation and Success).
Program terapi ini bertujuan untuk membantu anak-anak muda terhindar dari kekerasan gang atau trauma dari gang dengan menggunakan lagu hip hop sebagai alat terapi.
Dalam program ini, kita dapat belajar bagaimana konten atau lirik dalam lagu rap atau hip hop dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan mental. Seperti keahlian pemberdayaan diri, keahlian menolong diri, dan mendorong diri lebih berkembang.
Baca Juga: Uang Rp10.000 Emisi Lama Sudah Tidak Berlaku, Masyarakat Diberi Waktu untuk Menukar Yang Baru
Kita juga diajarkan untuk mengerti bahwa beberapa lirik dapat berbahaya apabila diaplikasikan ke dunia nyata, seperti genre gangsta rap. Singkatnya, membantu anak-anak dapat berpikir lebih kritis.
Perlu diketahui bahwa program terapi ini berbasis komunitas tapi juga bisa digunakan dalam terapi klinis.
Hip Hop Psych
Didirikan oleh dua orang saintis, Dr. Akeem Sule, dari bidang psikiater, dan Dr. Becky Inkster, dari bidang saraf pada tahun 2014 di Inggris.
Program ini didesain untuk membantu meningkatkan kesehatan mental dan memperbaiki stigma akan kesehatan mental melalui musik hip hop.
Banyak lagu-lagu hip hop memiliki latar belakang kemiskinan, marginalisasi, kejahatan dan narkoba. Bahkan banyak lagu-lagu ini juga memiliki lirik-lirik yang cenderung negatif.
Tapi masih banyak juga lagu-lagu hip hop yang mengandung lirik-lirik positif atau penuh harapan. Contohnya ketika penyanyi mendeskripsikan mobil yang mereka inginkan, tempat-tempat yang ingin mereka kunjungi, atau model-model ternama yang ingin mereka kencani.
Dr. Sule dan Dr. Inkster percaya bahwa dengan lagu hip hop, yang kaya akan narasi visual, dapat membantu terapi menjadi lebih efektif. Contohnya, pasien dengan depresi dapat membayangkan hal-hal yang positif agar terjadi pada mereka.
Dengan bantuan penyanyi dan seniman-seniman hip hop, Dr. Sule dan Dr. Inkster dapat mempraktekkan terapi ini di sekolah-sekolah, hingga penjara.
Editor : Hendra