Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Volume Sampah di Tangsel Capai 1.000 Ton per Hari, Begini Kata Wali Kota Benyamin Davnie

M
Penulis: Muhtamimah❯
Truk pengangkut sampah DLH Kota Tangsel antri masuk menuju ke TPA Cipeucang, Serpong, Kamis (9/10).
Truk pengangkut sampah DLH Kota Tangsel antri masuk menuju ke TPA Cipeucang, Serpong, Kamis (9/10).

JawaPos.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah yang volumenya kini mencapai sekitar 1.000 ton per hari.


Advertisement

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan, pihaknya masih melakukan kajian mendalam dari berbagai aspek, mulai dari pendapatan daerah, teknis, hingga hukum, guna menentukan arah kebijakan penanganan sampah ke depan.

"Masalah sampah ini sedang kami kaji secara komprehensif dari berbagai perspektif. Saat ini kami masih berpegang pada Surat Penunjukan Pemenang Lelang (SPPL). Langkah lanjutan akan dikonsultasikan bersama Kemenko Pangan, Danantara, Kementerian Lingkungan Hidup, dan juga Pemerintah Provinsi Banten," kata Benyamin, (5/11).

Benyamin menegaskan bahwa proyek PSEL tidak dibatalkan dan tetap menjadi opsi utama dalam penanganan sampah di Tangsel. Menurutnya, penggunaan teknologi menjadi jawaban dalam mengelola sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Advertisement

"Persiapan PSEL aglomerasi juga tetap kita lakukan. Jadi semua peluangnya saya lakukan saya tempuh, PSEL masih tetap akan ditempuh. Saya tidak membatalkan PSEL, kalau nggak pakai PSEL pakai apa lagi nanti kita mengolah sampah. Hanya apakah di Tangsel atau di Jatiwaringin ini yang nanti akan kita lihat perkembangan terakhirnya seperti apa," terangnya.

Meski demikian, Pemkot Tangsel juga tengah menyiapkan rencana kerja sama lintas daerah untuk mengantisipasi sementara penanganan sampah. Salah satunya dengan fasilitas pengolahan sampah Lulut Nambo di Provinsi Jawa Barat. Tangsel telah mendapat jatah 10 ton per hari untuk pembuangan ke lokasi tersebut.

"Saya juga sedang melobi Kabupaten dan Kota Bogor agar sebagian kuota pembuangan mereka di Nambo bisa dialokasikan untuk Tangsel," ungkap Benyamin.

Advertisement

Selain itu, Benyamin juga menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor untuk memanfaatkan TPA Galuga sebagai lokasi sementara pengolahan sampah Tangsel.

"Saya sudah bertemu dengan Wali Kota dan Bupati Bogor. Prinsipnya mereka menyambut baik, tinggal pembahasan teknis yang akan kami lanjutkan," jelasnya.

Rencana kerja sama ini akan dijalankan sambil menunggu PSEL mulai beroperasi. Untuk penanganan di dalam wilayah, Benyamin menyebut pihaknya tengah menyiapkan landfill baru di TPA Cipeucang.

Tahun ini Pemkot telah membayar lahan seluas 4.000 meter persegi, dan tahun depan akan menambah 2,7 hektare lahan yang dibiayai dari APBD untuk dijadikan landfill 4 dengan sistem sanitary landfill.

"Landfill 4 ini akan menjadi bagian dari peningkatan pengelolaan sampah di Cipeucang," lanjutnya.

Selain itu, proyek terasering dan dewatering di TPA Cipeucang juga akan segera dilaksanakan. Meski terkendala cuaca hujan, Benyamin memastikan proses persiapan terus berjalan.

"Kemungkinan pekerjaan akan dimulai Desember ini atau awal tahun depan, tetapi kontraknya sudah disiapkan tahun ini," pungkasnya. 

Advertisement

Artikel Terkait

Tak Punya Sawah, Tangsel Manfaatkan 24 Tandon untuk Tanam Padi Apung

Tak Punya Sawah, Tangsel Manfaatkan 24 Tandon untuk Tanam Padi Apung

Pemkot Tangerang Selatan menguji penanaman padi apung di Tandon Ciater. Sebanyak 24 tandon berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan.

Tangsel Waspada Banjir dan Penyakit Musim Hujan, Warga Diminta Siaga

Tangsel Waspada Banjir dan Penyakit Musim Hujan, Warga Diminta Siaga

Pemkot Tangerang Selatan memperketat mitigasi banjir dan mengingatkan warga mewaspadai DBD, diare, serta leptospirosis saat musim hujan.

Porprov VII Banten 2026 Digelar November, Pemkot Tangsel Targetkan Venue Siap H-2

Porprov VII Banten 2026 Digelar November, Pemkot Tangsel Targetkan Venue Siap H-2

Pemkot Tangsel mengebut persiapan venue Porprov VII Banten 2026. Sebanyak 60 cabang olahraga akan dipertandingkan mulai November.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer