
JawaPos.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mencari cara baru untuk mendukung ketahanan pangan daerah di tengah keterbatasan lahan pertanian. Salah satunya dengan memanfaatkan 24 tandon yang dimiliki daerah tersebut untuk program penanaman padi apung.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, pemanfaatan tandon dilakukan karena wilayahnya tidak memiliki areal persawahan yang memadai.
“Walaupun Tangerang Selatan tidak punya sawah, tidak punya areal sawah kering atau sawah tanah hijau, ya kita usahakan tandon-tandon yang ada di Tangerang Selatan itu multifungsi, termasuk dalam menanam tanaman padi,” ujar Benyamin dalam keterangannya di Tangerang, Selasa.
Menurut Benyamin, terdapat sekitar 24 tandon yang berpotensi dikembangkan untuk berbagai fungsi. Namun, penerapannya akan mempertimbangkan hasil uji coba, manfaat, serta kesesuaian kondisi masing-masing lokasi.
200 Styrofoam Digunakan untuk Menanam Padi
Sebagai tahap awal, Pemkot Tangsel telah menguji penanaman padi apung di Tandon Ciater, Kecamatan Serpong, pada Senin (26/10/2026).
Dalam uji coba tersebut, pemerintah menggunakan 200 lembar styrofoam sebagai media tanam. Setiap lembar dilengkapi 21 pot, dengan masing-masing pot berisi tiga bibit padi.
Varietas yang digunakan adalah Inpari 32. Varietas tersebut dipilih karena dinilai sesuai dengan kondisi perairan di lokasi uji coba.
“Ini uji coba dulu. Satu pot tiga bibit, tiga batang padi, yang nanti akan panennya kita lihat nanti di Januari,” kata Benyamin.
Penanaman padi apung masih dalam tahap percobaan. Pemkot Tangsel akan mengevaluasi perkembangannya hingga masa panen yang diperkirakan berlangsung pada akhir Januari 2027.



