Rabu, 5 Agustus 2026
Logo

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Petani Diminta Sesuaikan Jadwal Tanam Akibat Munculnya El Nino

Senin, 16 Mar 2026 | 13:37 WIB
Petugas memantau CCTV dan radar cuaca di Terminal 1B, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
Petugas memantau CCTV dan radar cuaca di Terminal 1B, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau 2026 lebih awal dibandingkan rata-rata klimatloginya. Kondisi tersebut dipicu berakhirnya fenomena La Niña lemah pada Februari 2026 yang kini bergeser ke fase netral dan berpotensi menuju El Niño pada pertengahan tahun.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, pemantauan anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan indeks El Niño–Southern Oscillation (ENSO) saat ini berada pada angka -0,28 atau fase netral. Kondisi tersebut diperkirakan bertahan hingga Juni.

“Mulai pertengahan tahun, peluang munculnya El Niño kategori lemah hingga mode-rat sebesar 50–60 persen pada semester kedua tahun ini per-lu menjadi perhatian,” ujarnya dalam keterangan tertulis kemarin (15/3).

Dia menambahkan, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap berada pada fase netral sepanjang tahun. BMKG mencatat peralihan angin ba-ratan atau Monsun Asia menuju angin timuran atau Monsun Australia menjadi penanda dimulainya musim kemarau. Sebanyak 114 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki kemarau pada April.

Wilayah tersebut meliputi pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluakan menambahkan, pre-diksi puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Agus-tus 2026. Cakupannya mencapai 429 ZOM atau sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia. Sementara itu, puncak kemarau di wilayah lainnya diperkirakan terjadi pada Juli dan September.

BMKG mengingatkan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat melakukan langkah antisipasi menghadapi potensi dampak kemarau 2026.

“Di sektor pertanian, misalnya, petani bisa menyesuaikan jadwal tanam dengan memilih varietas yang lebih hemat air, tahan kekeringan, serta memiliki siklus panen lebih singkat,” katanya. 

Editor : Hendra
Bagikan:

Artikel Terkait

Modifikasi Cuaca Kembali Digelar di Jabodetabek, BNPB Berusaha Tekan Risiko Bencana

Modifikasi Cuaca Kembali Digelar di Jabodetabek, BNPB Berusaha Tekan Risiko Bencana

Modifikasi Cuaca Kembali Digelar di Jabodetabek, BNPB Berusaha Tekan Risiko Bencana

BMKG Sebut El Nino Sudah Masuk Indonesia, Tapi Ancaman Hujan Ekstrem Belum Pergi

BMKG Sebut El Nino Sudah Masuk Indonesia, Tapi Ancaman Hujan Ekstrem Belum Pergi

Berdasarkan data iklim global, Indonesia kini sudah menapak masuk ke dalam fase kondisi El Nino. Namun, alih-alih dihadapkan pada kemarau kering kerontang seketika, ancaman badai dan hujan ekstrem.

BMKG Tangsel Imbau Masyarakat Waspada! Potensi Hujan Lebat hingga 13 April 2026

BMKG Tangsel Imbau Masyarakat Waspada! Potensi Hujan Lebat hingga 13 April 2026

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II Tangerang Selatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat di Provinsi Banten pada periode 08 – 13 April 2026.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia