Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Modifikasi Cuaca Kembali Digelar di Jabodetabek, BNPB Berusaha Tekan Risiko Bencana

A
Penulis: Antara❯
Ilustrasi. Kegiatan penyemaian garam di langit Provinsi Riau melalui operasi modifikasi cuaca dengan pesawat bantuan BNPB. (ANTARA/HO-Pemprov Riau)
Ilustrasi. Kegiatan penyemaian garam di langit Provinsi Riau melalui operasi modifikasi cuaca dengan pesawat bantuan BNPB. (ANTARA/HO-Pemprov Riau)

Advertisement

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurangi potensi curah hujan berintensitas lebat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Senin malam, mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan juga sebagai upaya mitigasi untuk menekan risiko bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.

Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB mencacat Jakarta menjadi wilayah yang mengalami dampak banjir dan cuaca ekstrem terjadi di sejumlah wilayah. Hujan lebat yang mengguyur sejak Sabtu (7/3) hingga Minggu (8/3) menyebabkan genangan di beberapa kawasan permukiman warga.

Advertisement

Merespons kejadian tersebut selain menggelar operasi modifikasi cuaca BNPB juga menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak. Bantuan yang disalurkan antara lain berupa paket sembako serta bantuan nonpangan seperti selimut dan matras untuk mendukung kebutuhan dasar warga yang terdampak banjir.

Menurut Abdul, sebanyak 23 kelurahan di tiga kecamatan terdampak banjir akibat curah hujan tinggi. Akibatnya sebanyak 122 jiwa dilaporkan mengungsi sementara waktu ke tempat yang lebih aman.

Advertisement

Berdasarkan pemantauan tim reaksi cepat pada Minggu (8/3), kata dia, genangan air di sejumlah ruas jalan dan permukiman warga dilaporkan mulai berangsur surut namun masih berpotensi banjir susulan merespons kondisi cuaca yang masih rentan dipicu aktifnya dua sistem bibit siklon.

Sebagaimana analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) keberadaan dua bibit siklon tropis 93S dan 95W terpantau sampai dengan Senin pagi di sekitar wilayah Indonesia berpotensi memicu peningkatan curah hujan di sejumlah daerah termasuk Jabodetabek.

Untuk bibit siklon tropis 93S yang berada di Samudera Hindia selatan Lampung dengan kecepatan angin maksimum sekitar 30 knot dan tekanan udara minimum 999 hPa.

BMKG mengkonfirmasi sistem tersebut memiliki potensi rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 48 jam ke depan dan diperkirakan melemah dengan intensitas angin menurun menjadi sekitar 25 knot dalam periode 48 hingga 72 jam. Bibit siklon ini juga menginduksi terbentuknya aliran angin kencang lapisan bawah (low level jet) serta daerah konvergensi di Samudera Hindia selatan Lampung.

 

Advertisement
Editor : Hendra
Sumber : Antara

Artikel Terkait

Andra Soni Ungkap Penyebab Banjir Ciledug, Tanggul Kali Angke Belum Tuntas

Andra Soni Ungkap Penyebab Banjir Ciledug, Tanggul Kali Angke Belum Tuntas

Gubernur Banten Andra Soni mengungkap penyebab banjir Ciledug, mulai dari pendangkalan Kali Angke hingga pembangunan tanggul yang belum tuntas.

Rekomendasi Kuliner Viral Tangerang dan Tangsel! Ada Ketoprak Indomie hingga Steak Tower

Rekomendasi Kuliner Viral Tangerang dan Tangsel! Ada Ketoprak Indomie hingga Steak Tower

Rekomendasi kuliner viral di Tangerang, dari ketoprak Indomie, hotpot, ramen, hingga steak tower yang wajib dicoba.

Polda Metro Jaya Petakan Wilayah Paling Rawan Kriminalitas, Tangerang Tertinggi Pencurian Kendaraan Bermotor

Polda Metro Jaya Petakan Wilayah Paling Rawan Kriminalitas, Tangerang Tertinggi Pencurian Kendaraan Bermotor

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya memetakan wilayah dengan tingkat kerawanan kriminalitas tertinggi untuk kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer