JawaPos.com - Bulan Ramadhan semakin dekat, dan bagi sebagian masyarakat Indonesia, ada satu tradisi yang selalu dinantikan, yaitu Munggahan. Tradisi ini menjadi momen istimewa untuk berkumpul bersama keluarga serta orang-orang terdekat sebelum memasuki bulan puasa. Biasanya, munggahan dirayakan dengan silaturahmi dan menikmati hidangan spesial sebagai bentuk kebersamaan.
Berawal dari budaya yang berkembang di Jawa Barat dan sekitarnya, munggahan menjadi bagian dari persiapan menyambut Ramadhan. Selain sebagai ajang berkumpul, tradisi ini juga dimanfaatkan untuk saling meminta maaf, mempererat hubungan keluarga, serta berbagi kebahagiaan sebelum menjalani ibadah puasa. Oleh karena itu, banyak keluarga dan komunitas yang mengadakan acara munggahan dengan menyajikan makanan khas sebagai pelengkap.
Tradisi munggahan telah diwariskan dari generasi ke generasi di berbagai daerah di Indonesia. Menurut Prof. Jakob Sumardjo dalam bukunya Sunda Pola Rasionalitas Budaya, istilah ‘munggah’ berkaitan dengan konsep kenaikan yang sudah ada sejak zaman nenek moyang Indonesia. Hal ini mencerminkan kesiapan masyarakat dalam menyambut bulan suci dengan meningkatkan kualitas diri dan spiritualitas.
Meskipun tidak secara khusus disebutkan dalam ajaran Islam, munggahan memiliki nilai-nilai yang sejalan dengan sunnah Rasulullah. Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk mempererat silaturahmi dan saling memaafkan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Sebagaimana sabdanya dalam hadis, “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi” (HR. Bukhari & Muslim).
Agar munggahan semakin berkesan, hidangan yang disajikan pun perlu istimewa. Berikut beberapa rekomendasi menu andalan yang dapat dinikmati bersama keluarga saat merayakan munggahan:
Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Nongkrong Seru di Bintaro, dari Kopi Cozy hingga Spot Instagramable!
1. Soto Ayam
Soto ayam menjadi pilihan tepat untuk hidangan munggahan karena kuahnya yang segar dan gurih. Dilengkapi dengan suwiran ayam, telur rebus, dan perasan jeruk nipis, soto ayam memberikan rasa hangat yang cocok untuk kebersamaan. Sajian ini juga mudah disesuaikan dengan selera, bisa ditambah sambal atau kerupuk agar lebih nikmat.
2. Ayam Bakar Khas Sunda
Jika ingin menu yang sedikit lebih spesial, ayam bakar adalah pilihan yang tepat. Dengan bumbu khas yang meresap, perpaduan rasa gurih dan manis dari kecap akan membuat acara munggahan semakin meriah. Disajikan dengan nasi hangat, sambal terasi dan lalapan, hidangan ini akan selalu jadi favorit keluarga.
3. Aneka Liwetan
Liwetan adalah konsep makan bersama yang semakin populer belakangan ini, di mana berbagai lauk seperti ayam goreng, ikan asin, tempe, tahu, dan lalapan disajikan di atas daun pisang. Konsep ini bukan hanya menghadirkan cita rasa Nusantara, tetapi juga menciptakan suasana yang lebih akrab dan penuh kebersamaan.
4. Rendang Daging
Rendang selalu menjadi pilihan terbaik untuk acara spesial, termasuk munggahan. Daging yang dimasak dengan bumbu kaya rempah ini tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki filosofi mendalam dalam budaya Minangkabau. Rendang melambangkan kesabaran dan kebersamaan, sesuai dengan semangat yang ingin dibangun menjelang Ramadhan.
5. Bebek Hitam
Jika ingin sesuatu yang unik, bebek hitam khas Madura bisa menjadi pilihan menarik. Bebek ini dimasak dengan bumbu khas seperti kluwek dan rempah-rempah yang membuat rasanya semakin kaya. Teksturnya yang empuk dan cita rasanya yang khas akan membuat munggahan semakin berkesan.
6. Soto Bandung
Soto Bandung bisa menjadi pilihan alternatif bagi pecinta makanan berkuah selain soto ayam. Dengan kuah bening, potongan daging sapi, lobak, dan taburan bawang goreng, soto ini memberikan cita rasa yang ringan namun tetap nikmat. Ditambah dengan perkedel atau emping, kelezatannya semakin sempurna.
7. Pindang Bandeng
Hidangan berkuah yang terbuat dari ikan bandeng dengan bumbu rempah seperti bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, dan daun salunam. Rasanya yang segar dan gurih menjadikannya pilihan tepat untuk acara kumpul keluarga. Hidangan ini memang jarang ditemukan dalam tradisi munggahan, tetapi bisa menjadi pilihan menu yang unik dan berbeda dari biasanya.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah