Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Tutup Bulan Inklusi Keuangan, NU Care-LAZISNU dan Prudential Syariah Gelar Literasi Keuangan di Pesantren Daarul Hikmah Tangsel

Muhtamimah • Kamis, 6 November 2025 | 17:10 WIB

 

Momentum Hari Santri 2025, NU Care-LAZISNU dan Prudential Syariah Perkuat Literasi Keuangan untuk Santri dan Guru. (Dok. NU Care)
Momentum Hari Santri 2025, NU Care-LAZISNU dan Prudential Syariah Perkuat Literasi Keuangan untuk Santri dan Guru. (Dok. NU Care)

JawaPos.com - Dalam rangka Hari Santri dan memperingati Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, NU Care-LAZISNU bersama PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) melaksanakan program Literasi Keuangan Santri dan Guru di Pondok Pesantren Daarul Hikmah Pamulang, Tangerang Selatan pada Jumat (31/10/2025).

Mengusung tema ‘Pesantren Berdaya Indonesia Jaya’, kegiatan ini diikuti oleh 145 santri siswa, terdiri dari 105 siswa Madrasah Aliyah dan 40 siswa Madrasah Tsanawiyah. Program ini sejalan dengan tujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya akses layanan keuangan yang merata dan inklusif serta pemanfaatan teknologi finansial.

Wakil Direktur Fundraising, Humas dan IT NU Care-LAZISNU PBNU, Anik Rifqoh menjelaskan bahwa literasi keuangan menjadi bagian penting dalam membangun karakter kemandirian santri di era modern.

“Kenapa sih santri harus belajar literasi keuangan? Karena setiap bulan kita dapat kiriman dari orangtua dan kita harus bijak mengatur keuangan. Santri harus paham mana kebutuhan dan mana keinginan. Kalau dari sekarang sudah terbiasa, nanti ketika sukses pun kita udah bisa mengatur uang dengan baik,” ujar Anik.

Ia menjelaskan, kemampuan ini juga harus diimbangi dengan literasi digital agar santri tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dalam dunia digital.

“Sekarang zamannya AI (Artificial Intelligence). Jangan sampai kita cuma jadi pengguna pasif. Santri harus bisa memanfaatkan teknologi dengan bijak, untuk belajar, berdakwah, dan berkontribusi bagi masyarakat,” lanjutnya.

Senada, Vivin Arbianti Gautama selaku Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah juga sependapat bahwa para santri dan pengajar perlu memahami cara mengelola keuangan secara bijak, agar mampu berkontribusi lebih besar terhadap penguatan ekosistem ekonomi syariah nasional.

“Sebagai pemimpin industri asuransi syariah di Indonesia, Prudential Syariah secara konsisten mengambil peran aktif dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah di seluruh lapisan masyarakat. Melalui kegiatan literasi ini, kami ingin membantu pondok pesantren agar turut berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan sumber daya manusia yang berfokus pada nilai syariah,” tutur Vivin.

Sebagai informasi, kolaborasi antara NU Care-LAZISNU dan Prudential Syariah telah terjalin sejak tahun 2022 dengan berbagai program, meliputi penyediaan perahu rescue, pembangunan sumur bor di daerah bencana, pembangunan rumah dan masjid darurat, pelatihan kesiapsiagaan bencana, serta tanam pohon produktif di pesantren.

Ketua PCNU Tangerang Selatan, H Abdullah Mas’ud hadir dalam kesempatan tersebut dan turut menegaskan pentingnya peran pesantren dalam membangun ekonomi umat. Ia menekankan bahwa ekonomi pesantren harus berlandaskan prinsip syariah.

“Santri harus tahu mana halal dan haram, mana riba dan mana bagi hasil. Jangan sampai tergoda investasi bodong. Pesantren harus jadi pusat kemandirian umat,” tutur Mas’ud. Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Hikmah, Ustaz Very Sonevyl menyampaikan rasa terima kasihnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut, yang sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Santri 2025.

“Terima kasih sudah memberikan materi ini kepada anak-anak santri. Ini sangat diperlukan agar mereka paham cara mengatur keuangan sejak dini,” ungkapnya.

Kegiatan ini terdiri dari beberapa sesi. Sesi pertama disampaikan oleh Nurofiq, Islamic Organization Partnership Prudential Syariah yang membahas pentingnya literasi keuangan dan perencanaan jangka panjang.

“Banyak yang masih sangat awam tentang literasi keuangan. Banyak yang anggap asuransi itu bertentangan dengan syariat, padahal itu termasuk ikhtiar kita. Sebetulnya sesi ini terlalu singkat, karena santri sangat butuh pemahaman tentang keuangan ini, apalagi penggunaan gadget juga turut memengaruhi perilaku keuangan mereka,” jelas Rofiq.

Dirinya menambahkan bahwa peran orangtua dan sekolah atau pesantren sangat dibutuhkan dalam mendidik generasi muda agar lebih cakap finansial.

“Kalau perlu, literasi keuangan masuk ke kurikulum pelajaran ekonomi di sekolah. Santri harus belajar lebih banyak, karena mereka adalah harapan bangsa,” tambahnya.

Sesi kedua dibawakan oleh Wahyu Noerhadi, Manager Fundraising dan Humas NU Care-LAZISNU yang mengenalkan dasar-dasar kecerdasan buatan (AI), etika penggunaannya, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para santri. Rabiah Adawiyah Hasibuan, siswi kelas XI MA bercerita bahwa ia pertama kali belajar tentang keuangan.

“Aku seneng banget, ini pertama kali buat aku belajar literasi keuangan. Biar kita sebagai santri juga paham cara ngatur uang,” ungkap Rabiah.

Momentum Hari Santri 2025, NU Care-LAZISNU dan Prudential Syariah Perkuat Literasi Keuangan untuk Santri dan Guru. (Dok. NU Care)
Momentum Hari Santri 2025, NU Care-LAZISNU dan Prudential Syariah Perkuat Literasi Keuangan untuk Santri dan Guru. (Dok. NU Care)
Editor : Hendra
#tangerang selatan #NU Care #prudential syariah #lazisnu #Pamulang Indah