JawaPos.com - Pekan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mulai melakukan perbaikan dan pembangunan ulang rumah terdampak ledakan akibat ledakan tabung gas elpiji di Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Jumat (12/9).
Perbaikan itu dilakukan oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta) berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat.
Disperkimta Kota Tangsel telah mendata, sebanyak 20 rumah rusak terdampak ledakan di Jalan Talas II RT 003 RW 001, Pondok Cabe Ilir. Rinciannya, empat rumah masuk kategori rusak berat, tiga rumah rusak sedang, 12 rumah rusak ringan, dan satu rumah masuk kategori tidak layak huni.
Kepala Disperkimta Kota Tangsel Aries Kurniawan menjelaskan, perbaikan untuk rumah dengan kerusakan ringan akan dimulai pekan ini. Anggarannya berasal dari bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tangsel.
Sementara itu, rumah yang masuk kategori rusak berat dan sedang akan dibangun kembali menggunakan anggaran Pemkot Tangsel.
"Untuk kategori ringan, Insya Allah minggu ini sudah mulai dikerjakan. Sedangkan untuk rusak berat dan sedang, kami masih menyusun desain gambar dan RAB serta memastikan kondisi lapangan, karena saat ini masih ada proses pembersihan puing," terang Aries, kemarin (22/9).
Pembangunan kembali rumah yang rusak sedang dan rusak berat diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua bulan. Anggaran perbaikan dialokasikan dari Baznas bagi kategori ringan dan anggaran Disperkimta untuk rumah rusak berat dan sedang.
"Ada satu rumah lain milik Bu Uum yang masuk kategori tidak layak huni. Perbaikan rumah ini rencananya dilakukan melalui program RUTLH (Bedah Rumah) yang akan dianggarkan pada tahun anggaran 2025," tambah Aries.
Sebanyak 35 personel tim Disperkimta melalui UPTD Wilayah I, II, dan III dikerahkan untuk membantu membersihkan puing di 20 rumah terdampak. Pembersihan puing juga melibatkan tim dari Babinsa, Satpol PP Tangsel dan BPBD Tangsel.
"Fokus kami juga membantu warga membersihkan puing agar proses pembangunan bisa segera berjalan. Kami maksimalkan tenaga di lapangan untuk mempercepat pemulihan," imbuh Aries.
Editor : Hendra