JawaPos.com - Layanan angkutan bus sekolah gratis di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus diminati. Hingga akhir Agustus 2025, tercatat sebanyak 56.479 penumpang memanfaatkan fasilitas tersebut.
"Angka ini mengalami peningkatan signifikan, mencapai 60 persen dibandingkan semester pertama tahun 2024 yang berjumlah 30.459 penumpang," ungkap Kepala Seksi Angkutan Orang dan Barang Dishub Tangsel Galang Andhika, Jum'at (19/9).
Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel, penumpang bus sekolah gratis pada Januari hingga Agustus 2025 mengalami fluktuasi. Rincian yaitu Januari 6.840 penumpang (12,1%), Februari 8.272 penumpang (14,6%), Maret 3.766 penumpang (6,7%) yang bertepatan dengan bulan Ramadan, April 6.231 penumpang (11%).
Kemudian Mei 6.189 penumpang (11%), Juni 5.618 penumpang (9,9%) yang bertepatan dengan masa liburan sekolah dan class meeting, Juli 7.734 penumpang (13,7%), serta Agustus yang mencatat angka tertinggi 11.729 penumpang (20,9%).
"Mayoritas di SMP, berikutnya SMA dan SD," kata Galang. Dia menjelaskan, peningkatan layanan tersebut juga didukung oleh inovasi teknologi melalui aplikasi Sioptimus Kota Tangsel.
Aplikasi berbasis Android ini berfungsi sebagai sistem informasi operasional, tracking, dan monitoring bus sekolah.
"Ini tentunya lebih meyakinkan dan optimalisasi siswa agar naik bus sekolah," ujarnya.
Aplikasi Sioptimus memudahkan orang tua dan siswa untuk memantau jadwal, rute, hingga posisi bus secara real-time menggunakan GPS. Pengguna cukup mengunduh aplikasi dengan logo robot kuning, kemudian melakukan registrasi dan verifikasi untuk mendapatkan akses login.
Saat ini, dari 10 bus sekolah yang tersedia, lima bus sudah terkoneksi dengan aplikasi tersebut dan terus dikembangkan agar semua armada terpantau secara maksimal. Selain itu, Dishub Tangsel juga membuka peluang integrasi kendaraan jemputan sekolah dengan Sioptimus, dengan persyaratan memasang perangkat MDVR, CCTV, dan GPS.
"Hal ini bertujuan agar orang tua bisa memantau perjalanan anak-anaknya selama di dalam mobil jemputan sekolah tersebut," imbuhnya.