Rabu, 22 Juli 2026
Logo

Cuma Dicari saat Butuh? Ini 5 Tanda Persahabatan Satu Sisi dan Cara Memperbaikinya Menurut Psikologi

Rabu, 22 Jul 2026 | 10:18 WIB
Ilustrasi seseorang yang persahabatannya hanya satu sisi (Magnific)
Ilustrasi seseorang yang persahabatannya hanya satu sisi (Magnific)


JawaPos.com - Persahabatan adalah salah satu hubungan yang paling berharga dalam kehidupan. Teman dapat menjadi tempat berbagi cerita, memberikan dukungan emosional, hingga membantu kita melewati masa-masa sulit.

Namun, tidak semua hubungan pertemanan berjalan secara seimbang. Ada kalanya seseorang merasa menjadi satu-satunya pihak yang berusaha mempertahankan hubungan, sementara teman yang lain tampak tidak peduli. Kondisi ini dikenal sebagai persahabatan satu sisi (one-sided friendship).

Dilansir dari Psychology Today pada Selasa (14/7), menurut psikologi, hubungan yang sehat dibangun atas dasar timbal balik atau reciprocity. Artinya, kedua belah pihak sama-sama memberikan perhatian, waktu, dukungan, dan rasa peduli. Jika hanya satu orang yang terus berkorban, hubungan tersebut berpotensi menimbulkan kelelahan emosional, rasa kecewa, hingga menurunkan harga diri.

Lalu, bagaimana mengetahui apakah persahabatanmu sudah menjadi hubungan satu sisi? Berikut lima tandanya beserta cara memperbaikinya menurut psikologi.

1. Kamu Selalu Menjadi Orang yang Menghubungi Terlebih Dahulu

Pernahkah kamu menyadari bahwa hampir setiap percakapan selalu dimulai olehmu? Mulai dari mengirim pesan, mengajak bertemu, hingga sekadar menanyakan kabar, semuanya berasal darimu. Sementara temanmu hampir tidak pernah mengambil inisiatif.

Dalam psikologi hubungan interpersonal, komunikasi yang sehat membutuhkan usaha dari kedua belah pihak. Ketika hanya satu orang yang terus memulai interaksi, hubungan menjadi tidak seimbang. Lama-kelamaan, kamu bisa merasa tidak dihargai karena seolah keberadaanmu hanya penting ketika kamu yang mencari mereka.

Namun, penting juga untuk memahami bahwa setiap orang memiliki gaya komunikasi yang berbeda. Ada orang yang memang kurang aktif menghubungi orang lain, tetapi tetap peduli ketika diajak berbicara.

Cara memperbaikinya: 

Cobalah berhenti menghubungi temanmu selama beberapa waktu dan lihat apakah ia berinisiatif menghubungimu. Jika tidak, bicarakan perasaanmu dengan jujur tanpa menyalahkan. Gunakan kalimat seperti, "Aku merasa akhir-akhir ini aku yang selalu memulai komunikasi. Aku ingin tahu bagaimana perasaanmu tentang persahabatan kita."

Editor : Candra Mega Sari
Bagikan:

Artikel Terkait

8 Ucapan Orang Cerdas yang Pura-Pura Tidak Tahu demi Jaga Hubungan Menurut Psikologi

8 Ucapan Orang Cerdas yang Pura-Pura Tidak Tahu demi Jaga Hubungan Menurut Psikologi

Inilah delapan ucapan yang biasa keluar dari orang cerdas yang memilih pura-pura tidak tahu dalam percakapan sehari-hari.

Menurut Psikologi, Ini 7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Menyela Pembicaraan Tanpa Sadar

Menurut Psikologi, Ini 7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Menyela Pembicaraan Tanpa Sadar

Inilah 7 ciri kepribadian yang biasanya ditunjukkan oleh orang yang sering menyela pembicaraan menurut psikologi.

9 Kalimat Khas Orang Introvert Cerdas, Sering Dikira Pemalu padahal Berpikir Dalam Menurut Psikologi

9 Kalimat Khas Orang Introvert Cerdas, Sering Dikira Pemalu padahal Berpikir Dalam Menurut Psikologi

Inilah sembilan kalimat khas yang biasa diucapkan orang introvert berpikiran cerdas dalam percakapan sehari-hari.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia