JawaPos.com – Mengetahui jadwal sholat sangat penting agar setiap ibadah dapat terlaksana sesuai waktu yang telah ditetapkan. Setiap hari memiliki waktu sholat yang berbeda sehingga perlu diperhatikan dengan baik.
Sholat adalah kewajiban utama dalam Islam yang menjadi tiang agama dan penentu kualitas iman seorang hamba. Jadwal sholat adalah acuan waktu untuk melaksanakan ibadah yang telah ditentukan dalam syariat.
Mengetahui jadwal sholat harian di Tangerang Selatan menjadi hal penting agar ibadah dapat dilaksanakan tepat waktu tanpa tertunda. Berikut jadwal sholat Tangerang Selatan Rabu 10 September 2025 dilansir dari laman Bimas Islam Kemenag, Selasa (9/9):
- Imsak: 04:24 WIB
- Subuh: 04:34 WIB
- Terbit: 05:46 WIB
- Duha: 06:13 WIB
- Zuhur: 11:54 WIB
- Asar: 15:09 WIB
- Magrib: 17:54 WIB
- Isya': 19:03 WIB
Allah menegaskan dalam Al-Qur’an dan hadis tentang pentingnya menjaga sholat dalam kondisi apapun. Hal ini menunjukkan bahwa ibadah sholat tidak boleh ditinggalkan dan harus dijalankan tepat waktu.
1. Q.S. An-Nisa: 103
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
“Maka apabila kamu telah menyelesaikan sholat, ingatlah Allah di waktu berdiri, duduk, dan berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah sholat itu. Sesungguhnya sholat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”
Ayat ini menegaskan kewajiban sholat dalam berbagai kondisi. Penetapan waktu sholat menjadi bukti bahwa ibadah harus dilaksanakan sesuai jadwalnya.
2. Q.S. Al-Hajj: 78
وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ
“Allah sekali-kali tidak menjadikan kesulitan bagimu dalam beragama.”
Ayat ini menunjukkan bahwa syariat Islam memberikan kemudahan bagi hamba. Kemudahan dalam ibadah sholat tetap menegaskan pentingnya menjalankannya sesuai waktu.
Baca Juga: Resmi! Pencak Silat Jadi Mulok di SD dan SMP Tangsel, Pemkot Jalin Kerja Sama dengan IPSI
3. Hadis Riwayat Bukhari
عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: كَانَتْ بِي بَوَاسِيرُ، فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الصَّلاَةِ، فَقَالَ: «صَلِّ قَائِمًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ»
“Dari Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu berkata, aku dahulu sakit bawasir, lalu aku bertanya kepada Nabi SAW tentang sholat. Beliau bersabda: Sholatlah dengan berdiri, jika tidak mampu maka dengan duduk, jika tidak mampu maka dengan berbaring.”
Hadis ini menunjukkan bahwa sholat tetap wajib dalam kondisi apapun. Kewajiban tersebut tetap berkaitan dengan menjaga waktunya meski dalam keadaan sakit.
Menjadikan sholat sebagai kekuatan spiritual akan membawa ketenangan hati dalam menjalani kehidupan. Jadwal sholat dapat menjadi pedoman waktu agar aktivitas harian lebih teratur dan penuh keberkahan. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah