Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Pengiriman Sampah Tangsel Tunggu Kesiapan Pandeglang

Muhtamimah • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 19:34 WIB
Ilustrasi - Tumpukan sampah di TPA Cipeucang, Serpong.
Ilustrasi - Tumpukan sampah di TPA Cipeucang, Serpong.

JawaPos.com - Rencana Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk mengirimkan 500 ton sampah per hari ke TPA Bangkonol, Pandeglang, masih menunggu kesiapan dari pihak Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Padahal, nota kerja sama telah diteken kedua pihak pada 25 Juli 2025.

Namun, rencana tersebut mendapat penolakan keras dari warga sekitar TPA. Bahkan, warga sempat melakukan aksi protes dengan menumpahkan sampah di halaman Dinas Lingkungan Hidup Pandeglang (7/8), dan berlanjut ke kantor Bupati Pandeglang dalam beberapa gelombang demonstrasi.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyatakan, saat ini, pihaknya masih menunggu kabar kelanjutan dari Pemkab Pandeglang terkait keberlanjutan program kerjasama itu. Pihaknya akan mengikuti perencanaan dari Pemkab Pandeglang.

"Kalau memang ada hal-hal yang perlu dipersiapkan, kami menunggu. Pak Wali Kota juga menyampaikan kalau memang harus menunggu, Pemkab Pandeglang lagi mempersiapkan banyak hal seperti perzinan, sosialisasi dengan warga, ataupun revitalisasi terkait infrastrukturnya di sana, persiapan buat sanitari landfill-nya, kami persilahkan," kata Pilar di wilayah Pamulang, Jum'at (29/8).

Pilar mengungkapkan, dalam kerjasama itu, Pemkot Tangsel akan mengucurkan anggaran sebesar Rp 40 miliar kepada Pandeglang. Anggaran tersebut akan diberikan bertahap.
"Saat ini kami menunggu APBD Perubahan ditetapkan, kemungkinan September," ungkap Pilar.
Sementara menunggu realisasi kerja sama, Pemkot Tangsel masih mengandalkan TPA Cipeucang, namun kapasitasnya terbatas.

"Kemampuan TPA Cipeucang mungkin hanya bertahan 2 sampai 3 bulan ke depan. Sekarang sedang kami tata supaya tidak longsor," jelas Pilar.

Dia menegaskan, kerja sama antar daerah dalam pengelolaan sampah adalah hal yang lazim. Seperti Jakarta dengan Bantar Gebang, Kota Bekasi atau Kabupaten Serang dengan Pandeglang.

"Hal seperti ini biasa dilakukan karena keterbatasan lahan," ujarnya.
Pilar juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial di wilayah tujuan pengiriman. Karena itu, pihaknya menunggu kesiapan Kabupaten Pandeglang.

"Kita tunggu Pandeglang kondusif. Jangan sampai pengiriman nanti justru menimbulkan gejolak di masyarakat," pungkasnya.

Editor : Hendra
#tangerang selatan #sampah #tangsel