Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Pondok Aren Tertinggi! 475 Kasus DBD Terjadi di Tangsel, Kadinkes Allin: Tren Cenderung Menurun

Muhtamimah • Jumat, 22 Agustus 2025 | 16:02 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar saat diwawancarai terkait jumlah kasus DBD tahun 2025 di Puspemkot Tangsel, Kamis (21/8).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar saat diwawancarai terkait jumlah kasus DBD tahun 2025 di Puspemkot Tangsel, Kamis (21/8).

JawaPos.com - Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) belum sepenuhnya reda. Hingga pertengahan Agustus 2025, jumlah kasus DBD sudah menembus angka 475 kasus, dengan sebaran tertinggi berada di Kecamatan Pondok Aren.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengungkapkan, angka tersebut tercatat dari periode 1 Januari hingga 18 Agustus 2025, dan tersebar di seluruh tujuh kecamatan di Tangsel. Paling tinggi di Kecamatan Pondok Aren sebanyak 112 kasus, Ciputat 81 kasus, dan Ciputat Timur 71 kasus.

"Sementara itu, di Kecamatan Pamulang tercatat 67 kasus, Serpong 62 kasus, serta Serpong Utara dan Setu masing-masing 41 kasus," ungkap Allin saat ditemui di Puspemkot Tangsel, Ciputat, kemarin (21/8).

Menurut Allin, tren bulanan kasus DBD sebenarnya cenderung menurun. Namun dia tetap mewanti-wanti bahwa angka itu belum bisa dijadikan patokan, mengingat tahun belum berakhir.

"Kalau dilihat trennya memang turun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tapi ini masih Agustus, belum bisa kita pastikan sampai akhir tahun seperti apa," ujarnya.

Sebagai perbandingan, total kasus DBD di Tangsel pada 2024 mencapai 754 kasus, tahun 2023 sebanyak 420 kasus, dan pada 2022 sempat menyentuh 756 kasus. Adapun rincian kasus per bulan di tahun 2025 yakni Januari sebanyak 99 kasus, Februari 67 kasus, Maret 43 kasus dan April 57 kasus.

Kemudian pada Mei 50 kasus, Juni 53 kasus, Juli 54 kasus dan Agustus (hingga 18/8) ada 52 kasus. Dinkes Tangsel saat ini terus menggencarkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, serta Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik untuk menekan angka penyebaran.

Fogging atau penyemprotan, lanjut Allin, hanya dilakukan di wilayah yang memang ditemukan kasus, berdasarkan hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE) yang dilakukan petugas puskesmas bersama kader Jumantik.

"Para kader juga rutin melakukan silent survey, grebek jentik, dan edukasi ke warga agar jadi juru pantau jentik di rumah masing-masing. Kuncinya tetap di 3M Plus," pungkas Allin. 

Editor : Hendra
#tangerang selatan #pondok aren #tangsel #demam berdarah dengue #dbd