Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Kunjungi Dapur SPPG di Serpong Tangsel. Menteri UMKM Maman Abdurrahman Sebut MBG Dorong Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja

Muhtamimah • Rabu, 30 Juli 2025 | 10:05 WIB
Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman meninju dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Serpong, Kota Tangsel, Selasa (29/7).
Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman meninju dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Serpong, Kota Tangsel, Selasa (29/7).

JawaPos.com - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan di Tangerang Selatan (Tangsel) tidak hanya memberikan asupan gizi bagi anak-anak. Tapi, juga mendorong dampak ekonomi yang signifikan di lapisan masyarakat.

"Sebelum ke sini, kami mengunjungi salah satu suplier yang terlibat dalam rantai pasok dapur MBG di Pamulang. Di sana kami bertemu dengan sekitar 50 suplier berbagai komoditas mulai dari sayur, buah-buahan, ikan, daging, ayam, hingga telur," ungkap Maman saat mengunjungi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Serpong, Selasa (29/7).

Menurut Maman, dari 5 titik dapur MBG di Tangsel, semua suplier bersedia mengambil bagian dalam program tersebut. Hal itu menunjukkan terjadinya sebuah perputaran ekonomi di masyarakat.

Hingga saat ini, sudah ada 2.390 titik dapur MBG yang terealisasi di Indonesia. Maman mengajak masyarakat agar tidak menggeneralisir apabila terdapat kendala atau masalah kecil dalam pelaksanaan program tersebut 

"Ini bagian dari human error. Jangan sampai dianggap program ini gagal," ujarnya.

Maman menuturkan, Kementerian UMKM terus mendorong agar semakin banyak pelaku UMKM yang terlibat dalam program MBG. Untuk mendukung itu, pihaknya memberikan pelatihan dan fasilitasi business matching agar para pelaku UMKM dapat berperan aktif dalam program tersebut. 

"Kami pertemukan ada dapur, suplier setempat. Kita dorong bersama pemerintah daerah agar kontrak kerja bisa terjalin dengan baik. Ini profesional dan mendorong bisnis to business (B2B) diantara mereka," terangnya.

Dia pun menekankan, yang paling utama adalah kualitas produk harus dijaga karena itu untuk anak-anak Indonesia. Badan Gizi Nasional (BGN) juga melakukan pengawasan ketat dan menerapkan mekanisme kontrol terhadap suplier.

"Ada sanksi dan pemanggilan jika ada yang tidak memenuhi standar. Ini demi menjaga kualitas dan keamanan pangan anak-anak kita," tegasnya.

Maman menambahkan, salah satu dampak positif program MBG adalah penyerapan tenaga kerja. Contohnya, satu suplier sayuran di Pamulang yang menyuplai sayuran sudah mempekerjakan 15 ibu-ibu yang sebelumnya tidak bekerja.

Dengan total 57 juta entitas UMKM di seluruh Indonesia, Kementerian UMKM berharap program MBG bisa melibatkan seluruh pelaku UMKM secara bertahap. 

"Tentunya ada yang siap dan ada yang belum siap. Kalau yang sudah siap, kita dorong, yang belum kita berikan pendampingan. Kita tidak akan meninggalkan yang belum siap karena ini memberikan kesempatan kepada semuanya dan tentunya itu menjadi tugas dari Kementrian umkm, BGN, Pemerintah Kota Tangsel dan tentunya seluruh kepala daerah," pungkasnya.

Editor : Hendra
#Mbg #serpong #tangsel #maman abdurrahman #umkm