Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Menuju Masyarakat Melek Teknologi: Tangsel Gelar Pelatihan AI dengan ChatGPT dan Orange Bersama Prof. Onno W. Purbo

Indri Ramadani • Jumat, 20 Juni 2025 | 14:00 WIB

Kegiatan pelatihan AI bertajuk oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan pada Rabu (18/6/2025)
Kegiatan pelatihan AI bertajuk oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan pada Rabu (18/6/2025)
JawaPos.com - Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini tidak lagi menjadi cerita masa depan. Ia telah hadir dan menyatu dalam kehidupan sehari-hari, dari ruang kerja hingga ruang belajar. Kota Tangerang Selatan pun bergerak cepat menyesuaikan diri dengan arus perubahan ini.

Sebagai bentuk nyata dari transformasi digital, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan menggelar pelatihan AI bertajuk 'Memahami dan Menggunakan Kecerdasan Buatan dengan ChatGPT & Orange.' Kegiatan ini berlangsung di Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Ciputat, pada Rabu, 18 Juni 2025. Pelatihan ini terbuka bagi berbagai kalangan dan diisi langsung oleh Prof. Dr. Onno W. Purbo, salah satu tokoh penting di bidang teknologi informasi di Indonesia.

"AI itu bukan buat menggantikan manusia, tapi memperkuat manusia. Jangan takut. Justru AI bisa jadi partner kita dalam belajar, bekerja, bahkan berkreasi," tutur Prof. Onno membuka sesi dengan semangat.

Baca Juga: Langkah Kecil untuk Udara Lebih Bersih: DLH Tangsel Gelar Uji Emisi Kendaraan Bermotor

AI, ChatGPT, dan Orange: Teknologi yang Mendekatkan

Dalam pelatihan ini, para peserta diperkenalkan pada dua alat utama—ChatGPT dan Orange. ChatGPT, buatan OpenAI, adalah chatbot berbasis teks yang bisa menjawab pertanyaan, menyusun dokumen, hingga menyusun rencana kerja. Sementara Orange adalah alat visual interaktif untuk memahami machine learning tanpa harus paham pemrograman.

Kehadiran kedua platform ini dianggap penting untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap AI. Prof. Onno menekankan pentingnya akses terbuka terhadap teknologi ini, agar masyarakat tidak hanya jadi penonton dalam revolusi digital. 

"Kita jangan cuma jadi penonton. AI ini harus dipelajari, dimanfaatkan, dan dimasyarakatkan," tegasnya.

Pelatihan ini bukan hanya tentang teknologi, tapi juga soal pemberdayaan. Pemerintah Kota Tangsel ingin agar warganya tidak tertinggal dalam perkembangan zaman. Dengan memperkenalkan alat-alat seperti ChatGPT dan Orange, Diskominfo mendorong literasi digital yang inklusif.

AI Sebagai Fondasi Literasi Digital 2025

Memasuki 2025, konsep literasi digital telah berkembang lebih jauh. Kini, literasi tidak hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga soal memahami dan menggunakan teknologi. AI menjadi tulang punggung dalam perkembangan ini, karena kemampuannya dalam memahami data, menyesuaikan konten, dan mengolah informasi secara cepat.

Dalam dunia pendidikan, AI memungkinkan sistem pembelajaran adaptif yang menyesuaikan materi dengan kebutuhan siswa. Menurut World Economic Forum, metode ini meningkatkan hasil belajar hingga 35 persen. Hal serupa juga terjadi di dunia jurnalistik dan media, di mana AI membantu mendeteksi berita palsu melalui Natural Language Processing (NLP).

Sementara dalam sektor keamanan siber, AI mampu mendeteksi ancaman secara real-time dan mencegah pencurian data. Dunia kerja pun ikut terdampak, dengan perusahaan-perusahaan mengadopsi AI untuk meningkatkan efisiensi operasional. memperkirakan bahwa 50–60% perusahaan global akan mengandalkan AI pada tahun ini.

Transformasi Global dan Tantangan Etika

Beberapa perusahaan besar telah menunjukkan keberhasilan integrasi AI. Google DeepMind menggunakan AI untuk memprediksi struktur protein dalam riset medis. Tesla mengembangkan mobil otonom berbasis AI yang meningkatkan keselamatan berkendara. IBM Watson Health bahkan memanfaatkan AI untuk membantu diagnosis kanker secara lebih akurat.

Namun, kemajuan ini juga diiringi tantangan besar. Banyak lembaga internasional mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam pengembangan AI, terutama terkait privasi, bias algoritmik, dan kesenjangan digital. Literasi digital masa kini bukan hanya soal memakai teknologi, tapi juga memahami dampak sosialnya.

Baca Juga: JakLingko ke Tangsel! Pemkot Dukung Perluasan Layanan, Sudah Koordinasi dengan Pemprov Jakarta

Editor : Candra Mega Sari
#ChatGPT #melek teknologi #tangsel #Pelatihan AI