JawaPos.com - Salah satu persoalan yang menjadi prioritas pasangan calon (Paslon) wali kota dan wakil wali kota Tangsel nomor urut satu yakni Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan, adalah persoalan kemacetan. Hal itu disampaikan oleh Pilar dalam Talk Show di Jawa Pos TV.
Pilar menuturkan, bila dilihat dari lokasi Kota Tangsel sangat strategis. Sebab, diimpit oleh DKI Jakarta, Jawa Barat dan Provinsi Banten. Karena itu, Tangsel menjadi salah satu kota yang memiliki posisi penting, di mana orang-orang yang aktif di Jakarta tinggal di Tangsel.
"Pemerintah harus mengikuti apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Contohnya menangani masalah kemacetan," kata Pilar di Gedung Graha Pena Jawa Pos, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kemarin (4/11).
Pilar menjelaskan, saat ini Pemkot Tangsel sedang memperjuangkan pembangunan moda transportasi publik (MRT). Sehingga transportasi publik itu bisa terwujud di Tangsel.
"Makanya saya kejar ke PT MRT, supaya MRT ini bisa bener-bener terwujud. Lalu juga transportasi publik terpadu, karena ini memang harapan kita bahwa Tangsel ini menjadi kota yang terintegrasi. Baik secara transportasi maupun ekonomi dan ini harus terintegrasi dengan DKI Jakarta. Yang di mana mungkin nanti kebijakan pemerintah difokuskan untuk kota bisnis," ungkap Pilar.
Pilar menerangkan, transportasi yang terintegrasi adalah bagaimana orang ke luar rumah sampai ke tempat kerja dan dari tempat kerja sampai pulang bisa mendapatkan fasilitas transportasi yang mumpuni. Saat ini, Tangsel sudah ada trayek transportasi publik terbaru.
"Sudah ada itu 33 trayek baik itu BRT maupun feeder. Insyallah di 2025 ini akan kita launching. Ini untuk inner Tangsel. Yang untuk antar wilayahnya selain punya KRL, sekarang kita juga mendorong PT MRT untuk segera berinvestasi di Kota Tangsel," jelas Pilar.
Menurutnya, daya beli masyarakat di Tangsel cukup baik. Sehingga menarik untuk menjadi kota investasi. (mim)
Editor : Hendra