JawaPos.com - “Berbeda-beda tetap satu jua”, inilah semboyan yang dipegang teguh oleh kota Tangerang Selatan atau yang akrab disapa Tangsel. Di kota yang memiliki luas 147 kilometer persegi ini, beragam suku dan budaya melebur menjadi satu.
Multietnis membuat Tangerang Selatan menjadi kota yang kaya akan budaya, kreativitas, dan tinggi toleransi. Hal ini sesuai visi yang dipegang Tangsel, yakni “Cerdas, Modern, dan Religius”.
Awalnya, etnis yang mendominasi di Tangsel adalah Suku Sunda, Tionghoa, dan Betawi. Mereka mulai datang sejak era penjajahan Belanda. Namun, seiring berjalannya waktu, suku Banten, Jawa, Minangkabau, dan suku lainnya dari dalam negeri maupun luar negeri turut meramaikan kawasan Tangerang Selatan.
Kondisi demografis di Tangsel menjadi daya tarik bagi sejumlah pendatang untuk bisa mencoba peruntungan, sekaligus mencari suasana baru.
Berikut beberapa faktor kondisi demografis Tangsel yang cukup menarik perhatian pendatang.
-
Migrasi dan Urbanisasi
Perpindahan penduduk dari daerah lain biasanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, adanya perkawinan antarpenduduk, bahkan pemerataan penduduk yang diprogramkan oleh pemerintah.
-
Pusat Ekonomi
Tangerang Selatan yang memiliki nilai Upah Minimum Regional (UMR) yang cukup tinggi di Indonesia, yakni kisaran Rp4.670.791. Hal ini menjadi daya tarik bagi pendatang dari berbagai daerah untuk berbondong-bondong mencari peluang kerja di Tangerang Selatan.
-
Letak Geografis yang Strategis
Letak Tangerang Selatan berada di salah satu wilayah kunci perekonomian Indonesia. Di sebelah utara bersebelahan dengan Kota Tangerang, di timur bersebelahan dengan Jakarta Selatan, di barat bersebelahan dengan Kabupaten Tangerang, dan selatan bersebelahan langsung dengan Kabupaten Bogor dan kota Depok.
Kondisi multikultural ini bisa menjadi ladang keuntungan bagi Tangerang Selatan. Tetapi, pemerintah setempat perlu melakukan mitigasi kotanya dari krisis identitas budaya.
Tanpa budaya penyokong, nilai budaya akan terkikis karena kurangnya perhatian pada budaya lokal Tangerang Selatan.