Minggu, 26 Juli 2026
Logo

Menurut Psikologi, 5 Kata Lemah Lembut Ini Bisa Menghancurkan Orang Lain jika Diucapkan di Waktu yang Salah

Minggu, 26 Jul 2026 | 13:01 WIB
Ilustrasi seseorang yang salah memilah kata saat berbicara (Magnific)
Ilustrasi seseorang yang salah memilah kata saat berbicara (Magnific)

 

JawaPos.com - Banyak orang percaya bahwa kata-kata yang lembut selalu membawa kebaikan. Kalimat yang diucapkan dengan suara pelan, pilihan kata yang halus, bahkan senyuman saat berbicara sering dianggap sebagai bentuk kepedulian.

Namun, psikologi menunjukkan bahwa bukan hanya isi ucapan yang memengaruhi seseorang, melainkan juga waktu, situasi, dan kondisi emosional saat kata-kata itu disampaikan.

Seseorang yang sedang berduka, gagal, kehilangan pekerjaan, mengalami tekanan mental, atau sedang berusaha bangkit memiliki kondisi psikologis yang jauh berbeda dibandingkan saat dirinya dalam keadaan stabil. Pada saat-saat seperti itulah, bahkan kalimat yang terdengar baik bisa berubah menjadi luka yang sulit dilupakan.

Dalam ilmu psikologi komunikasi, fenomena ini berkaitan dengan emotional timing, yaitu bagaimana sebuah pesan diterima berdasarkan keadaan emosional penerimanya. Sebuah kalimat yang tepat di hari ini bisa menjadi penyemangat. Namun, kalimat yang sama jika diucapkan pada momen yang salah justru dapat memperburuk rasa sakit seseorang.

Dilansir dari Psychology Today pada Minggu (26/7), terdapat lima contoh kata-kata yang terdengar lembut, tetapi dapat menghancurkan hati orang lain jika diucapkan pada waktu yang tidak tepat.

1. "Sabar Ya..."

Kalimat ini mungkin merupakan ungkapan yang paling sering digunakan ketika melihat seseorang sedang mengalami musibah. Tujuannya tentu baik, yaitu memberikan semangat agar orang tersebut mampu bertahan menghadapi cobaan.

Namun, secara psikologis, seseorang yang sedang mengalami guncangan emosi sering kali belum siap menerima nasihat. Pada fase awal kehilangan atau kesedihan, otak masih berada dalam kondisi stres tinggi sehingga kemampuan menerima solusi menjadi sangat terbatas.

Ketika seseorang baru saja kehilangan orang yang dicintai, mengalami perceraian, atau diberhentikan dari pekerjaannya, mendengar kalimat "Sabar ya..." terkadang terasa seperti bentuk penolakan terhadap rasa sakit yang sedang mereka alami.

Editor : Candra Mega Sari
Bagikan:

Artikel Terkait

Tanpa Disadari, Ini 9 Perilaku Self Sabotage yang Menandakan OrangTidak Bahagia Menurut Psikologi

Tanpa Disadari, Ini 9 Perilaku Self Sabotage yang Menandakan OrangTidak Bahagia Menurut Psikologi

Ketahui sembilan tanda orang tidak bahagia yang secara psikologi menghambat diri sendiri akibat harga diri rendah yang belum pernah benar-benar diselesaikan.

Cuma Dicari saat Butuh? Ini 5 Tanda Persahabatan Satu Sisi dan Cara Memperbaikinya Menurut Psikologi

Cuma Dicari saat Butuh? Ini 5 Tanda Persahabatan Satu Sisi dan Cara Memperbaikinya Menurut Psikologi

Sering merasa cuma kamu yang berjuang dalam hubungan pertemanan? Kenali 5 tanda persahabatan satu sisi (one-sided friendship) dan cara memperbaikinya di sini!

9 Ucapan yang Sering Keluar dari Orang Tidak Kompeten Menurut Psikologi

9 Ucapan yang Sering Keluar dari Orang Tidak Kompeten Menurut Psikologi

Sering menjumpai orang yang merasa paling benar? Simak 9 ucapan yang biasa keluar dari orang tidak kompeten menurut efek psikologi Dunning-Kruger di sini!

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia