Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Makan Bergizi Gratis dan Semangat Merawat Generasi Emas di Era Digital

ARM • Rabu, 10 September 2025 | 07:55 WIB
Ilustrasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)
Ilustrasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)

JawaPos.com - Pagi itu halaman SMKN 1 Kota Tangerang Selatan terasa hidup. Suasana sekolah dipenuhi langkah-langkah tergesa para siswa yang baru tiba: sebagian menenteng buku, sebagian lain bercanda ringan dengan teman sebaya.

Wajah-wajah remaja itu tampak bersemangat memulai hari belajar. Ada energi positif yang mengalir, seolah bukan hanya dari motivasi guru, tetapi juga dari perhatian nyata pemerintah melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program ini kini menjadi bagian penting dari keseharian para siswa. Menu sederhana namun lengkap yang terdiri dari makanan pokok, sayur, buah, dan susu, disajikan dengan standar gizi seimbang. Kehadiran program ini bukan sekadar mengenyangkan, melainkan memberi dukungan bagi tumbuh kembang anak-anak bangsa yang sedang menempuh pendidikan.

Heni, wali murid dari Birliansyah Putra Ardana, siswa kelas 10, mengaku sangat terbantu dengan adanya program MBG. “Sangat bermanfaat sekali karena untuk menghemat uang jajan juga,” tuturnya kepada Jawapos.com, Kamis (4/9).

Meski ia belum melihat langsung pengaruh pada prestasi akademik anaknya, Heni merasa tenang karena asupan gizi putranya terjaga setiap hari. “Tidak perlu ada evaluasi. Karena sudah memenuhi gizi, ada makanan pokok, sayur, buah, dan susu,” tambahnya.

Dari sisi pelaksana, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Tangerang Selatan, Nindy Sabrina, menjelaskan bahwa program MBG telah menjangkau sekitar 70 ribu siswa, dengan target 300 ribu penerima manfaat. “Belum termasuk bumil, busui, dan balita (3B),” katanya.

Untuk mendukung layanan tersebut, saat ini terdapat 18 dapur aktif dan bulan depan ditargetkan bertambah menjadi 26 dapur. Meski diakui masih ada kendala berupa belum meratanya cakupan dapur, Nindy menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik), Kemenag, BKKBN, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) agar pendataan siswa maupun kelompok 3B lebih optimal.

Ia memastikan kualitas gizi tetap menjadi prioritas utama. “Setiap SPPG memiliki ahli gizi masing-masing. Menu yang diberikan disesuaikan dengan angka kecukupan gizi dan sebelum beroperasi juga dicek oleh puskesmas serta dinkes,” ujarnya.

Dengan program MBG, para siswa tidak hanya mendapat energi untuk belajar, tetapi juga kesempatan yang lebih besar untuk tumbuh sehat secara jasmani dan rohani. Perhatian pemerintah dalam bidang gizi ini menjadi fondasi penting agar generasi muda bisa fokus meraih prestasi tanpa terbebani masalah asupan makanan.

Semangat Lindungi Generasi Muda di Dunia Digital

Menariknya, semangat melindungi generasi muda tidak hanya dilakukan di ruang sekolah dan dapur gizi. Di ranah digital, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga tengah menguatkan perlindungan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas).

Menteri Komdigi Meutya Hafid mengungkapkan bahwa PP Tunas tidak hanya melindungi anak-anak, tetapi menciptakan ruang digital yang aman untuk semua pengguna.

"Ketika keamanan ekosistem digital diperkuat, yang diuntungkan bukan hanya anak-anak tapi juga semua orang yang berada di ranah digital. Kita ingin semua pihak nyaman, karena aturannya jelas seperti aturan main di pasar," jelasnya dalam Podcast Merdeka di Jakarta Selatan, Jumat (2/5/2025).

PP Tunas secara khusus mewajibkan setiap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk menyaring konten yang berpotensi membahayakan anak-anak, menyediakan mekanisme pelaporan yang mudah diakses, serta memastikan proses remediasi yang cepat dan transparan.

Selain itu, PP ini mengatur kewajiban PSE untuk memverifikasi usia pengguna dan menerapkan pengamanan teknis yang dapat memitigasi risiko paparan konten negatif. Bagi pelanggar, PP Tunas menetapkan sanksi administratif hingga pemutusan akses terhadap platform yang tidak patuh.

Dengan dasar hukum yang jelas dan mekanisme pengawasan yang diperkuat, PP Tunas diharapkan menjadi pondasi bagi ekosistem digital Indonesia yang lebih aman, beretika, dan berpihak kepada kepentingan nasional.

Editor : Edy Pramana
#generasi emas #Mbg #Makan Bergizi Gratis #era digital